Lappung – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung menutup tahun kinerja 2025 dengan catatan impresif.
Korps Adhyaksa yang dipimpin Baharuddin M. ini sukses memborong 5 penghargaan sekaligus dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.
Baca juga : Sasar Tenaga Pendidik, Kejari Bandarlampung Perkuat Budaya Anti Korupsi dari Bangku Sekolah
Dari 5 penghargaan tersebut, Kejari Bandarlampung mendominasi 2 sektor paling vital, yakni menyabet Terbaik I Penilaian Kinerja Penanganan Perkara Tindak Pidana Khusus (Pidsus) dan Terbaik I Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) se-wilayah hukum Lampung.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, Baharuddin M., melalui Kasi Intelijen M. Angga Mahatama, mengungkapkan bahwa capaian itu diumumkan resmi pada gelaran Rakerda Kejati Lampung.
Forum tersebut merupakan ajang evaluasi tahunan untuk mengukur kualitas penegakan hukum seluruh satuan kerja Kejaksaan di Bumi Ruwa Jurai.
“Alhamdulillah, kinerja jajaran Kejari Bandarlampung mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan di Kejati.
“Kami membawa pulang lima penghargaan yang mencakup bidang teknis hukum maupun manajerial,” ujar Angga dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 Desember 2025.
Selain juara dalam penanganan kasus korupsi (Pidsus) dan akuntabilitas birokrasi (SAKIP), Kejari Bandarlampung juga mencatatkan prestasi di bidang lain, antara lain:
- Peringkat II Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
- Peringkat III Kinerja Anggaran Tahun 2025.
- Peringkat III Penyelesaian Perkara melalui Restorative Justice (RJ).
Baca juga : Merakyat, Cara Kejari Bandarlampung Hadirkan Keadilan Lewat Kepedulian
Terpisah, Kajari Bandarlampung, Baharuddin M., menegaskan bahwa deretan trofi ini bukan sekadar seremoni akhir tahun, melainkan bukti sahih dedikasi seluruh staf dan jaksa di lingkungannya.
Menurutnya, keberhasilan menjadi yang terbaik di bidang Pidsus menunjukkan taring Kejari Bandarlampung dalam upaya pemberantasan korupsi yang berkualitas.
“Prestasi ini adalah bukti nyata kerja keras dan sinergi seluruh insan Adhyaksa di sini.
“Terima kasih atas arahan pimpinan Kejati Lampung. Capaian ini justru menjadi motivasi atau pecut bagi kami untuk tidak berpuas diri,” tegas Baharuddin.
Ia menambahkan, penghargaan menjadi modal penting menyongsong tahun 2026 untuk mewujudkan penegakan hukum yang tidak hanya tajam ke atas, tapi juga humanis melalui pendekatan Restorative Justice dan transparan dalam pengelolaan anggaran.
“Kami berkomitmen menjaga integritas ini, sejalan dengan semangat Transformasi Adhyaksa yang BerAKHLAK,” pungkasnya.
Baca juga : Kinerja Cemerlang 2024, Kejari Bandarlampung Bangun Kepercayaan Publik





Lappung Media Network