Lappung – Puisi karya Mahendra Utama ini merupakan sebuah alegori mendalam tentang strategi bertahan hidup dan meraih kejayaan di era modern yang penuh tantangan.
Penulis menggunakan empat simbol utama, Rumput, Rubah, Naga, dan Phoenix, untuk menggambarkan sinergi sifat-sifat yang diperlukan dalam mencapai kemakmuran.
Baca juga : Doa untuk Tanah Rencong dan Serambi Melayu, Karya: Mahendra Utama
Rumput mewakili ketahanan rakyat dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, ia tidak melawan badai, melainkan menari bersamanya.
Sementara Rubah merepresentasikan kecerdikan, strategi bisnis, dan kemampuan membaca peluang pasar yang tidak pasti, mengubah konotasi licik menjadi kebijaksanaan taktis.
Lebih jauh, puisi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara tradisi dan inovasi.
Naga hadir sebagai simbol kekuatan luhur yang menjaga warisan budaya namun tetap relevan dengan kemajuan zaman, sedangkan Phoenix melambangkan kebangkitan kembali, semangat yang tak pernah padam, dan keindahan.
Kesimpulan dari puisi ini menegaskan bahwa kemakmuran Bumi Pertiwi tidak bisa dicapai dengan satu cara saja, ia membutuhkan paduan harmonis antara ketekunan (rumput), kecerdasan (rubah), kekuatan tradisi (naga), dan harapan akan pembaharuan (phoenix).
Baca juga : Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim, Karya: Mahendra Utama
DI BAWAH LANGIT MERAH KEMAKMURAN
Karya: Mahendra Utama
Di kaki pencakar langit yang menjulang gagah,
Rumput Angin membungkuk dalam kebijaksanaan yang indah.
Bukan karena lemah ia tunduk pada badai perubahan,
Namun ia lentur, menari dalam harmoni dan keseimbangan.
Di tanah yang keras, ketahanan adalah kunci kehidupan,
Saksi bagaimana kegigihan rakyat menjelma kekuatan.
Di labirin pasar yang penuh tantangan dan harapan,
Langkah Rubah bergerak cerdik dengan perhitungan.
Bukan lagi dongeng tentang tipu daya semata,
Melainkan kecerdikan yang bijak, menembus batas benua.
Membaca peluang dalam ketidakpastian, melangkah penuh keyakinan,
Membangun masa depan dari kerja keras dan kecerdasan.
Di puncak tertinggi, Naga bijaksana telah bangkit,
Meliuk di antara tradisi luhur dan kemajuan yang terpadu erat.
Napasnya adalah semangat inovasi, kekuatannya adalah persatuan,
Membawa warisan leluhur ke era modern dengan penuh kebanggaan.
Dialah simbol kegigihan, penjaga nilai-nilai yang abadi,
Membawa cahaya harapan untuk generasi yang akan datang nanti.
Lalu dari bara semangat yang tak pernah padam,
Melesatlah Burung Phoenix dengan sayap penuh warna dan keindahan.
Bersanding harmonis dengan Naga, menjaga keseimbangan di langit,
Ia bangkit dengan anggun, terbang membawa berkah untuk semua yang hadir,
Menandai zaman di mana kesuksesan diraih bersama dalam damai.
Ini adalah kisah empat lambang kebijaksanaan:
Lentur bagai Rumput yang tak patah diterpa angin,
Cerdik bagai Rubah yang bijak dalam setiap langkah,
Kuat bagai Naga yang menjaga warisan dengan teguh,
Dan mulia bagai Phoenix yang membawa harapan untuk semua.
Dari ketekunan, kecerdasan, kekuatan, dan kelahiran kembali,
Tercipta kemakmuran yang menerangi bumi pertiwi.
Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria





Lappung Media Network