Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Di Bawah Langit Merah Kemakmuran, Karya: Mahendra Utama 

    Di Bawah Langit Merah Kemakmuran, Karya: Mahendra Utama 

    Irjen by Irjen
    21/12/2025
    in Gaya Hidup
    Di Bawah Langit Merah Kemakmuran, Karya: Mahendra Utama 

    Dari Ketekunan, Kecerdasan, Kekuatan, dan Kelahiran Kembali simbol Naga, Phoenix, Rubah dan Rumput Angin Tercipta Kemakmuran Tiongkok saat ini. Foto: Kolase Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi karya Mahendra Utama ini merupakan sebuah alegori mendalam tentang strategi bertahan hidup dan meraih kejayaan di era modern yang penuh tantangan.

    Penulis menggunakan empat simbol utama, Rumput, Rubah, Naga, dan Phoenix, untuk menggambarkan sinergi sifat-sifat yang diperlukan dalam mencapai kemakmuran.

    Baca juga : Doa untuk Tanah Rencong dan Serambi Melayu, Karya: Mahendra Utama 

    Rumput mewakili ketahanan rakyat dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, ia tidak melawan badai, melainkan menari bersamanya.

    Sementara Rubah merepresentasikan kecerdikan, strategi bisnis, dan kemampuan membaca peluang pasar yang tidak pasti, mengubah konotasi licik menjadi kebijaksanaan taktis.

    Lebih jauh, puisi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara tradisi dan inovasi.

    Naga hadir sebagai simbol kekuatan luhur yang menjaga warisan budaya namun tetap relevan dengan kemajuan zaman, sedangkan Phoenix melambangkan kebangkitan kembali, semangat yang tak pernah padam, dan keindahan.

    Kesimpulan dari puisi ini menegaskan bahwa kemakmuran Bumi Pertiwi tidak bisa dicapai dengan satu cara saja, ia membutuhkan paduan harmonis antara ketekunan (rumput), kecerdasan (rubah), kekuatan tradisi (naga), dan harapan akan pembaharuan (phoenix).

    Baca juga : Untuk Sang Nakhoda, di Usia 74 Musim, Karya: Mahendra Utama

    DI BAWAH LANGIT MERAH KEMAKMURAN

    Karya: Mahendra Utama

     

    Di kaki pencakar langit yang menjulang gagah,

    Rumput Angin membungkuk dalam kebijaksanaan yang indah.

    Bukan karena lemah ia tunduk pada badai perubahan,

    Namun ia lentur, menari dalam harmoni dan keseimbangan.

    Di tanah yang keras, ketahanan adalah kunci kehidupan,

    Saksi bagaimana kegigihan rakyat menjelma kekuatan.

     

    Di labirin pasar yang penuh tantangan dan harapan,

    Langkah Rubah bergerak cerdik dengan perhitungan.

    Bukan lagi dongeng tentang tipu daya semata,

    Melainkan kecerdikan yang bijak, menembus batas benua.

    Membaca peluang dalam ketidakpastian, melangkah penuh keyakinan,

    Membangun masa depan dari kerja keras dan kecerdasan.

     

    Di puncak tertinggi, Naga bijaksana telah bangkit,

    Meliuk di antara tradisi luhur dan kemajuan yang terpadu erat.

    Napasnya adalah semangat inovasi, kekuatannya adalah persatuan,

    Membawa warisan leluhur ke era modern dengan penuh kebanggaan.

    Dialah simbol kegigihan, penjaga nilai-nilai yang abadi,

    Membawa cahaya harapan untuk generasi yang akan datang nanti.

     

    Lalu dari bara semangat yang tak pernah padam,

    Melesatlah Burung Phoenix dengan sayap penuh warna dan keindahan.

    Bersanding harmonis dengan Naga, menjaga keseimbangan di langit,

    Ia bangkit dengan anggun, terbang membawa berkah untuk semua yang hadir,

    Menandai zaman di mana kesuksesan diraih bersama dalam damai.

     

    Ini adalah kisah empat lambang kebijaksanaan:

    Lentur bagai Rumput yang tak patah diterpa angin,

    Cerdik bagai Rubah yang bijak dalam setiap langkah,

    Kuat bagai Naga yang menjaga warisan dengan teguh,

    Dan mulia bagai Phoenix yang membawa harapan untuk semua.

     

    Dari ketekunan, kecerdasan, kekuatan, dan kelahiran kembali,

    Tercipta kemakmuran yang menerangi bumi pertiwi.

    Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria

    Tags: #KebijaksanaanTimur#PhoenixBangkit#PuisiMahendraUtama#WarisanNaga
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tembus Ombak Tinggi, Basarnas Cari 8 ABK KM Maulana 30 yang Terbakar di Tanggamus

    Next Post

    H-5 Nataru: Arus Motor via Ciwandan Melonjak, 183 Ribu Orang Tinggalkan Jawa

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menurut Ahli: Apa Saja Perbedaan Kabupaten dan Kotamadya (Kota)?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Danantara Indonesia Gelar Pelatihan Semikonduktor: Bangun Masa Depanmu di Industri Chip Tingkat Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Subholding Downstream Pertamina Resmi Berdiri: Hasil Merger 3 Bisnis Sektor Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved