Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Untuk Faisol Riza di Hari Kelahirannya

    Untuk Faisol Riza di Hari Kelahirannya

    Irjen by Irjen
    01/01/2026
    in Gaya Hidup
    Untuk Faisol Riza di Hari Kelahirannya

    Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza. Foto: Net Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi ini merupakan sebuah penghormatan mendalam dan doa yang ditujukan kepada Faisol Riza yang merayakan ulang tahun ke-53.

    Penulis, Mahendra Utama, menggambarkan sosok Faisol Riza sebagai figur yang gigih dan pekerja keras, khususnya dalam konteks pembangunan atau industri bangsa (“nadi industri bangsa”).

    Baca juga : 1 Tahun Prabowo-Gibran: Faisol Riza, Aktor Kunci Di Balik Akselerasi Industri Nasional

    Penggunaan frasa Madura “Abental ombe’ asapo’ angen” (berbantal ombak, berselimut angin) sangat kuat, menyiratkan mentalitas pejuang yang tangguh, siap menghadapi badai, dan tidak pernah lari dari kesulitan dalam menjalankan tugas pengabdiannya.

    Selain apresiasi atas kinerja, puisi ini sarat dengan dimensi spiritual dan religius.

    Penulis tidak hanya mendoakan kesehatan fisik, tetapi juga kejernihan hati dan keberkahan usia.

    Metafora “besi yang ditempa menjadi baja” menggambarkan kematangan diri yang terbentuk melalui ujian waktu.

    Puncaknya, puisi ini mengingatkan bahwa warisan terbesar bukanlah pencapaian fisik semata (pabrik dan mesin), melainkan “hati yang bersih” sebagai persembahan akhir kepada Tuhan.

    Ini adalah pesan persahabatan yang tulus, menyeimbangkan antara kesuksesan duniawi dan keselamatan ukhrawi.

    Baca juga : Dari Aktivis Jalanan ke Pemerintahan, Alumni SMID-PRD Bersatu di Silatnas

    UNTUK FAISOL RIZA DI HARI KELAHIRANNYA

     

    Wahai angin, sampaikan salamku pada mentari yang baru berusia lima puluh tiga musim,

    Pada wajah yang tak lelah berjuang dalam bentang samudera tugas.

     

    Segala puji bagi-Mu, Ya Rabb, atas napas yang Kau titipkan padanya,

    Atas mata yang masih memandang harap, tangan yang masih menyulam karya.

     

    Di setiap denyut nadi industri bangsa, ada doanya yang mengalir tenang,

    Seperti akar yang menghunjam bumi, mencari sumber air keadilan.

     

    “Abental ombe’ asapo’ angen,” katanya dalam diam,

    Berselimut badai, berbantalkan gelombang, jiwa tak pernah lelah terdampar.

     

    Bukankah kapal terbaik bukan yang berdiam di pelabuhan yang teduh?

    Melainkan yang terkoyak layar, namun tetap mengarah pada mata angin-Nya.

     

    Lima puluh tiga tahun adalah serpihan cahaya dari matahari-Mu,

    Semakin tinggi, semakin dekat pada puncak pemberian yang tak berhingga.

     

    Seperti besi yang ditempa menjadi baja, menjadi tiang yang menopang negeri,

    Semoga setiap tahun yang lahir membawanya lebih dekat pada rahasia-Mu.

     

    Kesehatan adalah pelita di tangannya, kekuatan adalah sajak di bibirnya,

    Keberkahan adalah embun yang Kau taburkan di setiap fajar perjuangannya.

     

    Bukan usia yang kita hitung, tapi setiap helaan yang menjadi doa,

    Setiap keringat yang menjadi sungai, mengaliri sawah-sawah impian bangsa.

     

    Barakallahu fi umrik, wahai sahabat dalam pengabdian,

    Semoga di setiap kelahiran kembali ini, Engkau karuniakan cinta yang lebih luas dari samudera tugasnya.

     

    Dan di akhir perjalanan, kelak kau persembahkan bukan hanya pabrik dan mesin,

    Tapi hati yang bersih, laksana kaca yang memantulkan cahaya-Nya semata.

     

    Salam takzim dari sebuah jiwa yang juga merindu pada cahaya,

     

    Mahendra Utama

    (Dalam doa yang tak terucap)

     

    Tanjungkarang Barat, 31 Desember 2025

    Baca juga : Lagi, Faisol Riza Lolos Senayan. Mahendra Utama: Tak Heran

    Tags: Abental Ombe Asapo Angenberita terkiniDoa Ulang TahunFaisol RizaFaisol Riza 53 TahunIndustri BangsaLampungMahendra UtamaOpiniPemerhati PembangunanPuisi Ulang TahunSastraTokoh Nasional
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    ASDP Ubah Pelabuhan Jadi Ruang Temu Budaya Lewat BHC Harbour Fest

    Next Post

    Stabilisasi 9 Bahan Pokok di Lampung, Bikin Rakyat Tidak Dagdigdug

    Related Posts

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan
    Gaya Hidup

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

    14/07/2026
    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda
    Gaya Hidup

    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

    12/07/2026
    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi
    Gaya Hidup

    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

    11/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 8 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari

      8 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari: Tips Rutinitas Pagi untuk Kualitas Hidup Anda

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Hilirisasi Industri dan Penetrasi Pasar: Kunci Ketahanan Ekonomi Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Ekspor Kakap Putih Malaysia ke Thailand Macet Total?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved