Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Tangan Dingin Gubernur Mirza: 4 Daerah Adalah Kunci Ekonomi Lampung

    Tangan Dingin Gubernur Mirza: 4 Daerah Adalah Kunci Ekonomi Lampung

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    04/01/2026
    in Ekonomi
    Tangan Dingin Gubernur Mirza: 4 Daerah Adalah Kunci Ekonomi Lampung

    Ilustrasi sebaran PDRB Lampung yang menunjukkan ketimpangan wilayah. Empat daerah (warna oranye) menopang 64 persen ekonomi provinsi, sementara 11 daerah lainnya (warna biru/hijau) berbagi porsi 36 persen. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung tahun 2025 memperlihatkan ketimpangan yang cukup mencolok dalam peta ekonomi daerah.

    Dari total PDRB sebesar Rp483 triliun, tercatat sekitar 64 persen atau setara Rp309 triliun disumbang hanya oleh 4 wilayah, yakni Bandarlampung, Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

    Baca juga : Proyeksi Ekonomi Lampung 2026: Pertumbuhan 5,7 Persen dengan Sektor Pertanian Tetap Dominan

    Sementara itu, 11 kabupaten/kota lainnya harus berbagi porsi pada angka 36 persen sisanya.

    Menanggapi data tersebut, Pemerhati Pembangunan Lampung, Mahendra Utama, menilai statistik ini menjadi catatan krusial di awal masa kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang dilantik Februari 2025 lalu.

    Menurutnya, dominasi 4 daerah tersebut adalah fenomena wajar namun perlu strategi khusus agar kue pembangunan lebih merata.

    “Ini potret riil ekonomi kita. 4 daerah ini memang punya infrastruktur matang.

    “Bandarlampung sebagai pusat jasa, Lampung Selatan memegang kunci logistik Bakauheni, sedangkan Lamteng dan Lamtim adalah lumbung pangan dan basis industri,” ujar Mahendra Utama di Bandarlampung, Minggu, 4 Januari 2025.

    Mahendra menyebut, investor secara alami akan memilih lokasi dengan akses logistik termudah dan ketersediaan tenaga kerja yang memadai.

    Hal ini membuat koridor tengah-selatan Lampung menjadi magnet investasi utama.

    Peluang Hilirisasi 

    Meski pertumbuhan di 4 daerah tersebut positif, Mahendra menekankan pentingnya peran Pemerintah Provinsi untuk melakukan intervensi kebijakan agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif.

    Salah satu kunci utamanya adalah hilirisasi produk pertanian, khususnya di Lampung Tengah dan Lampung Timur.

    “Jangan lagi kita jual singkong atau nanas dalam bentuk mentah keluar daerah. Nilai tambahnya hilang,” tegas Mahendra.

    Baca juga : Potensi Ekonomi Lampung yang Menunggu Sentuhan

    Ia mendorong Gubernur Mirza dan jajarannya untuk mempermudah perizinan dan menjamin pasokan energi bagi industri pengolahan lokal.

    Jika komoditas tersebut diolah menjadi produk turunan seperti tepung mocaf di dalam daerah, efek dominonya akan langsung dirasakan petani dan menyerap tenaga kerja lokal.

    Konektivitas untuk 11 Daerah 

    Lantas bagaimana dengan 11 kabupaten lainnya? Mahendra menyarankan strategi konektivitas yang agresif.

    Wilayah seperti Pesisir Barat yang mengandalkan pariwisata atau Waykanan dengan hasil hutannya, membutuhkan akses jalan penghubung yang mulus menuju jalur logistik utama.

    “Produk dari daerah pinggiran harus bisa sampai ke pasar dengan biaya logistik murah. Ini butuh perbaikan jalan penghubung yang masif,” paparnya.

    Selain infrastruktur fisik, Mahendra juga mengusulkan adanya insentif khusus seperti keringanan pajak daerah bagi investor yang bersedia membuka usaha di luar koridor utama ekonomi Lampung.

    Di akhir keterangannya, Mahendra optimistis bahwa angka 64 persen kontribusi dari 4 daerah tersebut bisa menjadi lokomotif untuk menarik daerah lain, bukan justru meninggalkan yang tertinggal.

    “Masyarakat menaruh harapan besar pada tangan dingin Gubernur Mirza. Angka 64 persen itu harus jadi modal untuk mengangkat yang 36 persen.

    “Kolaborasi antara provinsi, kabupaten, dan swasta adalah kuncinya agar Lampung tumbuh sejahtera bersama,” pungkasnya.

    Baca juga : Kawasan Metropolitan Lampung Raya: Kunci Pemerataan Ekonomi Lewat Koordinasi Regional

    Tags: #EkonomiLampung#MahendraUtama#PDRBLampung#PembangunanDaerahLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Akses Ciwandan Tergenang, ASDP Alihkan Logistik dan Motor ke Merak

    Next Post

    Diplomasi “Seribu Kawan”: Menakar Langkah Catur Global Presiden Prabowo

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved