Lappung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung langsung tancap gas di awal tahun.
Memasuki 2026, fokus utama pemerintah daerah bergeser pada akselerasi pembangunan fisik yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi masyarakat, khususnya infrastruktur jalan.
Baca juga : Kaleidoskop Pemprov Lampung 2025: Merajut Pertumbuhan di Tengah Tantangan
Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, saat memimpin Upacara Gabungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) perdana tahun 2026 di Lapangan KORPRI, Komplek Kantor Gubernur, Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Marindo, kebijakan infrastruktur tahun ini tidak lagi dipukul rata, melainkan menggunakan pendekatan skala prioritas berbasis kepadatan.
“Pembangunan jalan kita lakukan lebih terarah. Basisnya adalah kepadatan penduduk dan intensitas aktivitas masyarakat.
“Kita ingin memastikan setiap rupiah APBD benar-benar memberi dampak nyata, mempermudah mobilitas, dan mempercepat konektivitas antarwilayah,” tegas Marindo.
Marindo menjelaskan, jika tahun 2025 adalah fase peletakan fondasi dan penataan kolaborasi, maka 2026 adalah fase percepatan atau eksekusi.
Ia menyebut tahun ini sebagai momentum kehadiran negara yang lebih nyata di tengah publik.
Baca juga : Wisatawan Melonjak dan Dapat Award, Pemprov Lampung Punya PR Jaga Konsistensi Infrastruktur
Selain infrastruktur jalan, pos-pos prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 juga dialokasikan untuk sektor yang mendongkrak ekonomi kerakyatan.
Mulai dari penguatan desa, revitalisasi pasar rakyat, peningkatan produktivitas pertanian, hingga pendidikan dan pelatihan vokasi.
“Pendekatan ini kita ambil agar uang daerah berputar di Lampung dan kembali ke rakyat. Kita ingin pelayanan publik tahun ini lebih cepat, mudah, dan solutif,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekdaprov juga menyoroti peran vital Forkopimda.
Menurutnya, ambisi percepatan pembangunan akan sulit terwujud tanpa jaminan keamanan dan kepastian hukum.
Ia mengapresiasi kekompakan TNI, Polri, dan seluruh unsur pimpinan daerah yang selama ini menjaga stabilitas Provinsi Lampung.
“Tanpa sinergi yang kuat antara Pemda, TNI, dan Polri, pembangunan tidak akan berjalan optimal.
“Mari kita jadikan 2026 ini sebagai tahun percepatan di segala sektor,” pungkas Marindo menutup arahannya.
Baca juga : Bantu Aceh, Sumut dan Sumbar, Pemprov Lampung Siapkan Dana dan Personel





Lappung Media Network