Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Pariwisata Lampung: Lonjakan Pengunjung, Jalan Gelap

    Pariwisata Lampung: Lonjakan Pengunjung, Jalan Gelap

    Irjen by Irjen
    07/01/2026
    in Gaya Hidup
    Pariwisata Lampung: Lonjakan Pengunjung, Jalan Gelap

    Ilustrasi: Kesenjangan kualitas antara jalan penghubung dan destinasi wisata menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi untuk menjaga kenyamanan wisatawan. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Sektor pariwisata Provinsi Lampung mencatatkan pemulihan yang signifikan pasca pandemi.

    Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung melaporkan kunjungan wisatawan pada periode libur akhir tahun menembus angka 2,35 juta orang.

    Baca juga : Jual Pasir Putih, Beli Masa Depan: Dilema Pariwisata Pantai Lampung

    Meski angka ini menjadi sinyal positif kebangkitan ekonomi, Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terlena.

    Menurutnya, lonjakan kuantitas itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas infrastruktur penunjang yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar.

    “Angka 2,35 juta itu capaian yang membanggakan, bahkan sudah melampaui level sebelum pandemi.

    “Namun, pertanyaannya adalah apakah ini sustainable (berkelanjutan)?

    “Momentum ini bisa hilang jika wisatawan kecewa dengan akses menuju lokasi,” ujar Mahendra Utama di Bandarlampung, Rabu, 7 Januari 2026.

    Efek Tol Trans Sumatera dan “Revenge Tourism”

    Mahendra menganalisis, lonjakan wisatawan di periode 2024-2025 ini tak lepas dari keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang memangkas waktu tempuh dari Jakarta dan Palembang secara drastis.

    Selain itu, fenomena revenge tourism atau hasrat berwisata balas dendam pasca isolasi pandemi masih terasa dampaknya.

    “Investasi swasta juga mulai terlihat, hotel bintang dan glamping menjamur di Pesawaran dan Pesisir Barat. Ini indikator pasar mulai percaya pada Lampung,” tambahnya.

    Jalan Gelap dan Akses Rusak

    Namun, Mahendra memberikan catatan kritis terkait akses last mile atau jalan penghubung utama dari jalan tol/nasional menuju titik wisata.

    Ia menyoroti kondisi jalan provinsi dan kabupaten yang masih banyak mengalami kerusakan dan minim penerangan jalan umum (PJU).

    Baca juga : Wisatawan Melonjak dan Dapat Award, Pemprov Lampung Punya PR Jaga Konsistensi Infrastruktur

    “Pariwisata itu bukan hanya soal keindahan destinasi, tapi soal pengalaman perjalanan (journey experience).

    “Tol sudah mulus, tapi begitu keluar tol menuju pantai atau taman nasional, jalannya rusak dan gelap gulita saat malam.

    “Ini mengurangi kenyamanan dan keamanan wisatawan,” tegas Mahendra.

    Ia membandingkan kondisi ini dengan Sumatera Barat yang dinilai lebih matang dalam mengintegrasikan infrastruktur pendukung dengan narasi wisata, meskipun Lampung sebenarnya unggul dari sisi jarak dengan Jabodetabek.

    Masukan

    Menanggapi visi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam memajukan pariwisata, Mahendra menyarankan 3 prioritas utama untuk menjaga momentum ini.

    Pertama, prioritas perbaikan infrastruktur akses terakhir dan penambahan lampu jalan di jalur-jalur wisata vital.

    Kedua, digitalisasi layanan pariwisata yang terintegrasi untuk memudahkan akses informasi transportasi dan keamanan bagi pendatang baru.

    “Dan yang ketiga, pelibatan masyarakat lokal.

    “Model pariwisata berbasis komunitas harus digalakkan agar kue ekonomi dari jutaan wisatawan ini benar-benar dinikmati UMKM dan warga sekitar, bukan hanya investor besar,” jelasnya.

    Mahendra pun optimis, bahwa jika pembenahan fisik dan manajemen dilakukan, Lampung tidak hanya akan menjadi destinasi alternatif, tetapi destinasi utama di Sumatera.

    “Kuncinya ada pada kepuasan. Wisatawan yang puas dengan akses yang mudah dan aman, pasti akan kembali dan membawa orang lebih banyak lagi,” pungkasnya.

    Baca juga : Membangkitkan Pariwisata Lampung: Solusi Nyata untuk 3 Kendala Klasik

    Tags: #InfrastrukturPariwisata#MahendraUtama#PariwisataLampung#WisataIndonesiaLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Tunda Bayar APBD 2026: Catatan tentang Kesehatan Fiskal Daerah Kita

    Next Post

    BPN Kota Palangka Raya Perkuat Integritas di Tahun 2026

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved