Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Sinyal Politik Modern PKB melalui Kaos Prabowonomics.
Sinyal Politik Modern PKB melalui Kaos Prabowonomics
Oleh: Mahendra Utama*
Fenomena unik mewarnai Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28. Para kader tampil kompak mengenakan kaos bertuliskan Prabowonomics.
Langkah ini bukan sekadar gaya berbusana, melainkan pesan komunikasi politik yang elegan dan sarat makna strategis.
Kaos sebagai Alat Semiotika Politik Modern
Dalam perspektif Teori Semiotika Visual (Roland Barthes), pakaian bukan hanya pelindung tubuh, melainkan sistem penanda (signifier) yang menyampaikan pesan tersirat.
Kaos bertuliskan “Prabowonomics” menjadi fashion statement yang menandakan kesiapan PKB menyelaraskan ideologi kerakyatan mereka dengan fokus pembangunan ekonomi nasional.
Kaos bersifat kasual dan merakyat. Pilihan media ini meruntuhkan jarak kaku antara elit politik dan basis massa akar rumput PKB.
Teori Framings dan Pembentukan Citra Positif
Menggunakan Teori Framing (Robert Entman), gerakan ini membingkai PKB sebagai partai kontemporer yang adaptif dan pro-keberlanjutan.
PKB berhasil menyoroti titik temu antara visi ekonomi Prabowo dan komitmen PKB pada kesejahteraan umat.
Aksi kolektif ini mencerminkan kedewasaan politik dalam mendukung gagasan besar penataan ekonomi nasional.
“Penggunaan kaos ini menunjukkan kesolidan kader PKB dalam menyongsong arah baru pembangunan nasional yang berorientasi pada kemandirian ekonomi,” ujar seorang pengamat komunikasi politik nasional.
PKB membuktikan bahwa dukungan pada visi besar bangsa dapat disampaikan secara santai, kreatif, namun tetap memiliki daya gaung yang kuat. (*)
—————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Eksponen 98.





Lappung Media Network