Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: PLTP Danau Ranau 40 MW, Dorongan Besar bagi Kelistrikan dan Ekonomi Lampung Barat.
PLTP Danau Ranau 40 MW, Dorongan Besar bagi Kelistrikan dan Ekonomi Lampung Barat
Oleh: Mahendra Utama*
Dari Rasio Elektrifikasi 99,07% Menuju Stabilitas Listrik dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Jika PLTP Danau Ranau berhasil terwujud, dampak ungkit ekonominya bagi Lampung khususnya Kabupaten Lampung Barat akan sangat signifikan. Saat ini, Lampung telah memiliki pengalaman dari PLTP Ulubelu 220 MW yang menjadi kontributor besar panas bumi nasional.
Namun, rasio elektrifikasi di Lampung Barat baru mencapai 99,07% dengan Rasio Desa Berlistrik 98,58% pada akhir 2024 angka yang masih menyisakan sejumlah pekon belum tersentuh listrik.
Stabilitas Listrik dan Penggantian Diesel
Kehadiran PLTP Danau Ranau 40 MW akan mengubah struktur kelistrikan di wilayah barat Lampung. Sebagai pembangkit baseload, panas bumi menggantikan peran pembangkit diesel (BBM) yang selama ini berbiaya tinggi dan disubsidi.
Sekretaris Daerah Lampung Barat Nukman menegaskan bahwa ketersediaan energi listrik yang semakin stabil akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ini sejalan dengan visi jangka panjang Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi yang mengedepankan energi terbarukan ramah lingkungan.
Dampak Ungkit Ekonomi (Economic Leverage)
Secara kuantitatif, multiplier effect dari PLTP Danau Ranau 40 MW dapat dihitung dari tiga komponen:
1. Penyerapan Tenaga Kerja: Dengan 175 tenaga kerja langsung dan 1.051 tenaga kerja tidak langsung, proyek ini akan menghidupi ribuan keluarga di sekitar Danau Ranau. Belanja pekerja, kontrak lokal, dan jasa penunjang akan menggerakkan ekonomi mikro di Kecamatan Lumbok Seminung dan sekitarnya.
2. Pendapatan Asli Daerah (PAD): DBH panas bumi dan bonus produksi akan mengalir ke kas Pemkab Lampung Barat. Pengalaman dari PLTP di Jawa Barat menunjukkan kontribusi DBH bisa mencapai Rp2 miliar per tahun dari satu pembangkit. Dengan kapasitas 40 MW, angka ini berpotensi lebih besar.
3. Beyond Electricity: Panas bumi tidak hanya untuk listrik. Di Ulubelu, pemanfaatan beyond electricity seperti budidaya melon, sterilisasi media tanam, dan pengeringan biji kopi telah terbukti. Hal serupa bisa dikembangkan di Lampung Barat, menciptakan rantai nilai baru dari sektor pertanian dan pariwisata.
Katalis Investasi dan Pertumbuhan
Pemerintah telah menerima Letter of Interest (LOI) dari PT Cakrawala dan PT Ignis, serta minat dari perusahaan energi asal UEA, TAQA.
Masuknya investor asing ini menjadi sinyal positif bahwa Danau Ranau dianggap bankable. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen daerah dalam mendukung transisi energi bersih melalui koordinasi dengan Ditjen EBTKE.
Dukungan penuh dari Pemda termasuk sosialisasi dan penyamaan persepsi dengan masyarakat menjadi kunci sukses proyek.
Dengan total investasi USD 228 juta, proyek ini akan menjadi pengungkit (leverage) bagi pertumbuhan ekonomi Lampung Barat.
Dari stabilitas listrik untuk UMKM, terbukanya lapangan kerja, hingga meningkatnya PAD PLTP Danau Ranau adalah jawaban atas tantangan ketergantungan pada diesel dan subsidi listrik yang selama ini membebani APBN. (*)
——————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network