Lappung – Pasar Amerika Serikat (AS) terbukti makin lengket dengan komoditas unggulan asal Provinsi Lampung.
Negeri Paman Sam ini mengokohkan posisinya sebagai mitra dagang paling loyal sepanjang tahun 2025, dengan nilai transaksi yang jauh meninggalkan negara-negara pesaing lainnya.
Baca juga : Kopi Lampung dan Jalan ke Amerika
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung per Oktober 2025, total nilai ekspor Lampung ke Amerika Serikat selama periode Januari hingga Oktober 2025 menembus angka fantastis, yakni US$ 838,28 juta.
Angka itu setara dengan 15,40 persen dari total kue ekspor Lampung secara keseluruhan.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, dalam laporan resminya menyebutkan bahwa permintaan dari Amerika Serikat mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun lalu.
“Terjadi peningkatan nilai ekspor ke sebagian besar negara tujuan utama.
“Untuk Amerika Serikat sendiri, kenaikannya mencapai 31,99 persen secara year-on-year,” ungkap data BPS, dikutip pada Selasa, 2 Desember 2025.
Pakistan dan India
Dominasi Amerika Serikat memang sulit digoyahkan.
Sebagai perbandingan, di posisi kedua ada Pakistan dengan nilai ekspor US$ 524,12 juta, disusul India di peringkat ketiga dengan nilai US$ 467,73 juta.
Menariknya, meski India masuk tiga besar, tren permintaan dari negara Bollywood tersebut justru sedang lesu dengan penurunan sebesar 13,69 persen.
Baca juga : 5 Negara Importir Lada Lampung: Menggali Potensi Sang Lampung Black Pepper
Sebaliknya, Pakistan justru sedang gencar-gencarnya memborong produk Lampung dengan pertumbuhan permintaan mencapai 35,47 persen.
Kopi dan Rempah
Lantas, apa yang membuat pasar global, termasuk Amerika, begitu meminati produk Lampung tahun ini?
Data menunjukkan bahwa sektor pertanian menjadi bintang utama.
Sepanjang Januari-Oktober 2025, ekspor sektor pertanian Lampung meroket hingga 86,79 persen.
Komoditas Kopi, Teh, dan Rempah-rempah mencatatkan kenaikan nilai ekspor yang luar biasa, yakni tumbuh 87,46 persen.
Selain itu, komoditas Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (termasuk turunan CPO) masih menjadi penyumbang terbesar struktur ekspor dengan kontribusi 40,63 persen.
Secara kumulatif, kinerja perdagangan Lampung tahun ini sangat memuaskan.
Neraca perdagangan luar negeri Lampung mencatatkan surplus besar senilai US$ 3.683,40 juta, yang menjadi indikator kuatnya daya saing produk lokal di pasar internasional.
Baca juga : Terimbas Isu Cesium-137, 6 Eksportir Udang Lampung Dikenai Syarat Tambahan





Lappung Media Network