Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » 5 Negara Importir Lada Lampung: Menggali Potensi Sang Lampung Black Pepper

    5 Negara Importir Lada Lampung: Menggali Potensi Sang Lampung Black Pepper

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    28/11/2025
    in Ekonomi
    5 Negara Importir Lada Lampung: Menggali Potensi Sang Lampung Black Pepper

    Ilustrasi lada hitam. Foto: Shutterstock

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Lada hitam Lampung, atau yang tersohor di pasar internasional sebagai Lampung Black Pepper, terus mengukuhkan posisinya sebagai Raja Rempah dari ujung selatan Sumatera.

    Cita rasa pedas dan aroma khas yang tidak dimiliki daerah lain membuat komoditas ini menjadi primadona pasar global.

    Baca juga : Terimbas Isu Cesium-137, 6 Eksportir Udang Lampung Dikenai Syarat Tambahan

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyoroti betapa strategisnya posisi lada Lampung dalam peta perdagangan dunia.

    Menurutnya, selama 5 tahun terakhir, ekspor lada Lampung menunjukkan konsistensi yang kuat dengan menyasar pasar-pasar besar yang vital.

    “Kita bicara fakta lapangan. Lada kita bukan hanya sekadar komoditas, tapi penentu kualitas di pasar luar.

    “Ada 5 negara yang secara konsisten menjadi tujuan utama ekspor lada Lampung,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Jumat, 28 November 2025.

    Mahendra merinci kelima negara tersebut memiliki karakteristik permintaan yang berbeda namun saling melengkapi bagi ekosistem lada Lampung:

    Vietnam: Negara ini menjadi importir dengan volume terbesar.

    Mahendra mencatat fenomena menarik bahwa Vietnam sering menyerap lada Lampung untuk kemudian diekspor kembali (re-export) ke negara lain.

    Amerika Serikat: Dikenal sebagai pasar premium yang sangat tradisional.

    “Mereka sangat selektif, dan fakta bahwa mereka terus membeli membuktikan kualitas lada hitam kita diakui,” tambah Mahendra.

    India: Negara dengan budaya konsumsi rempah yang tinggi ini menjadi tujuan ekspor yang sangat stabil bagi petani Lampung.

    Jerman: Mahendra menyebut Jerman sebagai pintu gerbang strategis untuk menembus pasar Uni Eropa yang ketat standarnya.

    China: Raksasa Asia ini memiliki permintaan masif, terutama untuk menopang industri makanan dan bumbu mereka yang besar.

    Sentra Produksi

    Dalam analisisnya, Mahendra juga memetakan wilayah-wilayah yang menjadi tulang punggung produksi Emas Hitam ini.

    Baca juga : Ekspor Lampung 2025: Melampaui Target Nasional

    Ia menyebut Lampung Utara sebagai sentra utama, baik dari sisi sejarah maupun volume produksi.

    “Selain Lampung Utara, kita punya Lampung Timur yang sangat vital untuk produksi lada hitam, serta Waykanan yang kontribusinya makin signifikan.

    “3 daerah ini adalah pilar utamanya,” jelas sosok yang dikenal kritis terhadap isu ekonomi kerakyatan ini.

    Langkah Pemerintah

    Meski pasar terbuka lebar, Mahendra mengingatkan bahwa daya saing harus terus dipacu.

    Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung melalui dinas terkait yang dinilainya sudah on the track, namun perlu pengawalan ketat.

    Mahendra menyoroti 3 program krusial yang harus terus digalakkan.

    Pertama, program peremajaan tanaman dengan bibit unggul untuk mengganti tanaman tua yang sudah tidak produktif.

    Kedua, sertifikasi mutu, khususnya Indikasi Geografis (IG).

    “Sertifikasi IG untuk Lampung Black Pepper itu harga mati buat jaga reputasi dan nilai jual agar tidak diklaim pihak lain,” tegasnya.

    Poin ketiga yang ditekankan Mahendra adalah penguatan kelembagaan petani.

    Ia mendorong agar koperasi petani diperkuat sehingga memiliki kemampuan ekspor mandiri.

    “Kalau koperasinya kuat, rantai pasok bisa dipotong. Petani bisa ekspor langsung tanpa banyak perantara, otomatis kesejahteraan mereka meningkat,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Penerimaan Bea Cukai Lampung Tembus Rp1,76 Triliun, Ekspor Kopi dan CPO Jadi Andalan

    Tags: #EksporRempah#KomoditasUnggulan#LadaLampung#LampungBlackPepper#PertanianIndonesia
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Soroti Demokrasi Mundur, Direktur Baru LBH Bandarlampung Siap Hadapi Otoritarianisme

    Next Post

    Dramatis! Bhayangkara Presisi Lampung FC Pupuskan Kemenangan Persebaya di Masa Injury Time

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved