Lappung – Anggaran yang besar rupanya tak jamin infrastruktur jalan menjadi mulus.
Kondisi jalan rusak tidak hanya banyak terjadi di Provinsi Lampung, tapi juga tersebar di berbagai daerah.
Baca juga : Jalan Lampung Rusak Dinilai Wajar
Salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang menjadi tetangga terdekat Provinsi Lampung.
Kondisi ruas jalan rusak itu berada di daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.
Tepatnya akses jalan menuju Wisata Danau Ranau, di Desa Simpang Sender Utara, Buay Pematang Ribu Ranau Tangah (BPPPRT), OKU Selatan.
Tampak, akses jalan penghubung Provinsi Sumsel-Lampung tersebut mengalami longsor.
Padahal, kualitas bangunan jalan tersebut telah menghabiskan anggaran Rp11 miliar lebih dari APBD Sumsel tahun 2021 lalu.
Ketua LSM Gembok (Gerakan Mahasiswa Bongkar Korupsi) Lampung, Andre Setiawan, menyebut bahwa anggaran yang besar tak menjamin jalan mulus dan terawat.
Ia menerangkan, salah satu faktor yang mungkin berperan adalah kurangnya pengawasan dan pemeliharaan yang baik terhadap jalan yang sudah ada.
Pemerintah Provinsi Sumsel, lanjutnya, seharusnya bisa memanfaatkan anggaran yang lebih besar untuk memperbaiki infrastruktur jalan.
“Sama dengan di Lampung, kepala daerah harusnya memiliki komitmen kuat, dan itu paling mudah dilihat dari politik kebijakan anggarannya,” jelas Andre, Selasa, 16 Mei 2023.
Anggaran besar tak jamin jalan mulus
Bila anggaran infrastruktur minim, maka komitmennya di bidang itu lemah. Begitu juga sebaliknya, anggaran besar tanpa komitmen juga lemah.
Pihaknya menduga bahwa sebagian dana yang seharusnya digunakan untuk perbaikan jalan telah disalahgunakan.
Baca juga : 15 Ruas Jalan di Provinsi Lampung Diperbaiki
Untuk itu perlu adanya transparansi dalam penggunaan anggaran serta pemilihan kontraktor yang kompeten dan dapat menjamin kualitas pekerjaan.
“Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas dalam proyek-proyek pembangunan ini menjadi hal yang sangat diharapkan,” ungkap Andre.
Dia juga mengatakan, bahwa permasalahan jalan rusak adalah isu yang mendesak dan harus segera ditangani.
“Keberhasilan dalam perbaikan infrastruktur jalan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, perekonomian, dan mobilitas,” papar dia.
Anggaran Infrastruktur Sumatera Selatan Besar
Dari data yang dihimpun berbagai sumber, Sumsel memiliki panjang ruas jalan 1.513 Km dan Lampung sekitar 1.693 Km.
Namun, jika dilihat dari jumlah penduduk, Lampung lebih tinggi dibanding Sumsel.
Baca juga : Jalan Ruas Rumbia Rusak Parah, Sopir Truk Singgung Gubernur Seperti Pil KB
Hal itu berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020, penduduk Sumsel sebesar 8,47 juta jiwa.
Sementara penduduk Provinsi Lampung pada bulan September 2020 sebanyak 9,01 juta jiwa.
Anggaran infrastruktur jalan dan jembatan Lampung juga sangat jauh dibanding Sumsel.
Pada tahun 2020, Sumsel mengalokasikan anggaran infrastruktur sekitar Rp1,3 triliun, tahun 2021 sekitar Rp1,5 Triliun.
Lalu, tahun 2022 anggaran infrastruktur Sumsel turun menjadi Rp878 Miliar.
Penurunan anggaran ini disebabkan oleh jumlah jalan yang ditangani juga berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.
Sementara, anggaran infrastruktur jalan dan jembatan di Lampung tahun 2020 hanya sekitar Rp318 miliar.
Jumlah itu setelah dilakukan recofusing untuk penanganan Covid-19.
Lalu, tahun 2021 anggaran infrastruktur Lampung sekitar Rp324 miliar.
Dan tahun 2022 anggaran infrastruktur Lampung hanya sekitar Rp537 miliar.
Baca juga : Gegara Infrastruktur Jalan Rusak, Sidang Perkara Korupsi Jalan Insinyur Sutami Ditunda





Lappung Media Network