Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Jalan Lampung Rusak Dinilai Wajar

    Jalan Lampung Rusak Dinilai Wajar

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    16/05/2023
    in Metropolitan
    Jalan Lampung Rusak Dinilai Wajar

    Ruas jalan Kota Gajah-Seputih Raman, Lampung Tengah, yang rusak dan masuk dalam skala prioritas perbaikan yang dilakukan Pemprov Lampung di tahun 2023. Foto : Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kondisi ruas jalan di Provinsi Lampung yang rusak mungkin dinilai wajar oleh pemerintah. Padahal, itu merupakan hasil dari kegagalan.

    Provinsi Lampung yang terletak di bagian ujung pulau Sumatera, menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu terakhir.

    Baca juga : Jembatan Way Komering di Lamteng Nyaris Putus

    Bukan karena prestasinya, tapi karena kondisi jalan rusak yang parah di sejumlah wilayahnya.

    Hal ini pun diperparah dengan anggaran infrastruktur Lampung yang sangat rendah.

    Sekaligus menggambarkan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan terbilang lemah.

    Ketua LSM Gembok (Gerakan Mahasiswa Bongkar Korupsi) Lampung, Andre Setiawan, menyebut, Gubernur Arinal Djunaidi tidak memiliki komitmen.

    Komitmen itu, sambung dia, soal kepastian dalam membenahi sektor infrastruktur di tengah minimnya anggaran.

    Andre mengatakan, komitmen pemerintah itu paling mudah dilihat dari politik kebijakan anggarannya.

    Bila anggaran infrastruktur minim, maka komitmennya di bidang itu lemah.

    “Jadi wajar kalau banyak jalan rusak di Lampung,” ujar Andre Setiawan, Selasa, 16 Mei 2023.

    Dia menjelaskan, infrastruktur jalan dan jembatan merupakan tulang punggung dalam pengembangan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

    Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi jalan dan jembatan di Lampung semakin memprihatinkan.

    “Jalan berlubang, jembatan rusak, dan saluran drainase yang buruk menjadi pemandangan sehari-hari yang mengganggu,” jelasnya.

    Baca juga : 15 Ruas Jalan di Provinsi Lampung Diperbaiki

    Akibat dari anggaran rendah dan komitmen yang lemah ini, dampak negatif telah terasa di banyak sektor.

    “Sektor pariwisata, perdagangan, dan industri menderita akibat kesulitan aksesibilitas,” ungkapnya.

    “Mobilisasi barang dan orang juga menjadi terhambat, menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan daya saing Provinsi Lampung,” kata dia lagi.

    Selain itu, kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat kondisi jalan yang buruk juga mengancam keselamatan dan nyawa warga setempat.

    Jalan Lampung rusak dinilai wajar

    Untuk mengatasi tantangan ini, kata Andre, diperlukan perubahan paradigma dan komitmen yang kuat dari Pemprov Lampung.

    Alokasi anggaran yang memadai, lanjutnya, harus diprioritaskan untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.

    “Dan pemerintah juga harus melihatnya sebagai investasi jangka panjang, yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Andre.

    Kalah dengan Sumatera Selatan

    Anggaran infrastruktur Lampung yang sangat minim ini ternyata kalah jauh dari tetangga terdekatnya Sumatera Selatan (Sumsel).

    Padahal dari panjang ruas jalan yang dikelola kedua provinsi hampir sama.

    Dari data yang dihimpun Lappung.com, Sumsel memiliki panjang ruas jalan 1.513 Km dan Lampung sekitar 1.693 Km.

    Namun, jika dilihat dari jumlah penduduk, Lampung lebih tinggi dibanding Sumsel.

    Hal itu berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020, penduduk Sumsel sebesar 8,47 juta jiwa.

    Sementara penduduk Provinsi Lampung pada bulan September 2020 sebanyak 9,01 juta jiwa.

    Baca juga : Gegara Infrastruktur Jalan Rusak, Sidang Perkara Korupsi Jalan Insinyur Sutami Ditunda

    Dari penelusuran Lappung.com dari berbagai sumber terbuka, anggaran infrastruktur jalan dan jembatan Lampung sangat jauh dibanding Sumsel.

    Pada tahun 2020, Sumsel mengalokasikan anggaran infrastruktur sekitar Rp1,3 triliun, tahun 2021 sekitar Rp1,5 Triliun.

    Lalu, tahun 2022 anggaran infrastruktur Sumsel turun menjadi Rp878 Miliar.

    Penurunan anggaran ini disebabkan oleh jumlah jalan yang ditangani juga berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

    Sementara, anggaran infrastruktur jalan dan jembatan di Lampung tahun 2020 hanya sekitar Rp318 miliar.

    Jumlah itu setelah dilakukan recofusing untuk penanganan Covid-19.

    Lalu, tahun 2021 anggaran infrastruktur Lampung sekitar Rp324 miliar.

    Dan tahun 2022 anggaran infrastruktur Lampung hanya sekitar Rp537 miliar.

    Baca juga : Menpan-RB: Refocusing Anggaran Bikin Infrastruktur Terbengkalai

    Tags: Arinal DjunaidiGubernur LampungInfrastruktur Jalan LampungJalan RusakJalan Rusak di LampungLSM GembokLSM Gembok Provinsi LampungPemprov LampungRuas Jalan Rusak
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Masih Belasan Tahun, 4 Pelaku Pengeroyokan di Bandarlampung Dibekuk Polisi

    Next Post

    Curi Alat Pabrik Tapioka, 4 Tukang Rongsokan di Lampung Tengah Ditangkap

    Related Posts

    Hari Lahir Pancasila 2026
    Metropolitan

    Tegaskan Nilai Persatuan dan Perdamaian Dunia

    03/06/2026
    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    "Gentengisasi" Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Bernard dari Nestle Ambil Berkas

      Bernard dari Nestle Ambil Berkas, Bursa Calon Ketua Apindo Lampung Makin Panas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ary Meizary Alfian Terpilih Aklamasi Pimpin Apindo Lampung 2026-2031

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Bakal Calon Ketua Apindo Lampung: Tatang Rohadi dan Junaedi Maju

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Hilirisasi: Kunci Lompatan Ekonomi Lampung Menuju Era Keemasan Baru

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gerakan Penetrasi Pasar ke-9 Lampung Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved