Lappung – Bawaslu Provinsi Lampung ajak pemilih pemula untuk tidak golput di Pemilu 2024 mendatang.
Dalam setiap proses pemilihan umum, partisipasi aktif dari seluruh pemilih sangat penting untuk menjaga integritas demokrasi.
Baca juga : Bawaslu Lampung Monitoring Kinerja Jajaran di Pesawaran
Namun, di antara masalah yang sering muncul adalah golongan yang tidak menggunakan hak suara mereka, yang dikenal sebagai golongan golongan putih (golput).
Hal itu disampaikan langsung oleh anggota Bawaslu Lampung Karno Ahmad Satarya, dalam dialog interaktif di Universitas Tulang Bawang, pada Rabu, 14 Juni 2023.
Dalam kesempatan tersebut Karno menjelaskan bahwa golput sejatinya adalah hak warga negara.
Namun, untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas dan mendapatkan pemimpin terbaik, masyarakat harus berpartisipasi sebagai pemilih.
Bawaslu, kata Karno, juga mengharapkan masyarakat dapat melakukan pengawasan partisipatif.
Yakni, upaya meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melakukan pengawasan mengawal proses demokrasi ke arah yang lebih baik.
“Juga menjadi salah satu sarana untuk mengawal hak politik dan kedaulatan rakyat,” ujar Karno.
Baca juga : Timsel Bawaslu Lampung Diminta Pertimbangkan Rekam Jejak Peserta
Karno pun menerangkan soal bahaya golput, di antaranya suara yang tidak digunakan akan membuka potensi manipulasi suara yang tak digunakan.
“Suaramu memiliki dampak terhadap nasib daerahmu. Jika kamu golput, kamu melepas peranmu untuk ikut menentukan nasib daerahmu 5 tahun ke depan,” jelas Karno.
Selain itu, lanjutnya, golput dapat melemahkan suara pemula.
Pemilih pemula seringkali belum memiliki pengalaman politik yang cukup dan mungkin merasa kehilangan atau tidak yakin tentang pilihan mereka.
Namun, mengabaikan hak suara mereka melalui golput hanya akan memperkuat rasa ketidakpercayaan ini.
“Dalam jangka panjang, ini dapat merugikan pemilih pemula dengan membuat mereka merasa tidak dihargai dan kurang berperan dalam proses demokrasi,” ungkapnya.
Menurutnya, ketika golput menjadi norma dalam suatu masyarakat, ini menciptakan budaya yang merugikan demokrasi.
Bawaslu Lampung ajak pemilih pemula tidak golput
Jika pemilih pemula terbiasa dengan tindakan golput, mereka cenderung mempertahankan kebiasaan ini dalam pemilihan selanjutnya.
Baca juga : ASN Hati-hati Foto dengan Pose Jari di Tahun Politik
“Ini berarti pemilih pemula akan kehilangan kesempatan untuk mempengaruhi masa depan negara dan meningkatkan risiko oligarki politik yang merugikan,” kata Karno.
Karno menekankan, golput membawa ancaman serius bagi pemilih pemula dan proses demokrasi secara keseluruhan.
Mengabaikan hak suara hanya akan merugikan kepentingan pribadi dan mengurangi partisipasi pemilih.
Juga memperkuat dominasi kelompok-kelompok tertentu, melemahkan suara pemula, dan membentuk budaya golput yang berbahaya.
“Penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak suara, terutama di kalangan pemilih pemula,” kata dia.
“Agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembentukan masa depan negara tercinta ini,” tandasnya.
Diketahui, dalam dialog interaktif Menuju Pemilih Cerdas tersebut, selain Bawaslu Provinsi Lampung, RRI juga menghadirkan berbagai narasumber.
Seperti dari KPU Provinsi Lampung Warsito dan Wakil Rektor III Universitas Tulang Bawang Riza Yudha Patria.
Baca juga : Bawaslu Pesawaran Sosialisasi Peraturan Pengawasan Pemilu 2024





Lappung Media Network