Lappung – Aktivis Reformasi 98, Mahendra Utama, menilai bahwa ketersediaan benih unggul yang berkualitas dan terjangkau bagi petani merupakan kunci utama untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Ia menaruh harapan besar pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk merevolusi sektor perbenihan di Indonesia.
Baca juga : Lampung Jadi Juara 3 Pertumbuhan Ekonomi, Dijuluki The King of Sumatera oleh BI
Menurut Mahendra, kedaulatan pangan adalah fondasi martabat bangsa, dan benih merupakan titik awal dari seluruh rantai produksi pangan.
Tanpa benih yang baik, mustahil Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan 280 juta penduduknya.
“Benih adalah gen kehidupan dalam ekosistem pertanian.
“Ini bukan sekadar slogan, tetapi fondasi peradaban,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Jumat, 5 September 2025.
Ia menyoroti sejumlah tantangan serius yang masih dihadapi sektor perbenihan nasional, seperti tingginya ketergantungan pada impor benih hortikultura dan mahalnya harga benih unggul yang seringkali tidak terjangkau oleh petani kecil.
Kondisi ini, menurutnya, menjebak petani dalam siklus biaya produksi yang tinggi dengan hasil panen yang tidak sepadan.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Lampung 2025: Momentum yang Tidak Boleh Dilewatkan
“Ironisnya, kita punya infrastruktur penelitian yang memadai, tetapi koordinasi dan implementasi kebijakan belum optimal.
“Di sisi lain, perusahaan multinasional agresif menguasai pasar,” tegasnya.
Kepemimpinan Prabowo-Mirzani sebagai Harapan Baru
Mahendra melihat kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang transformatif dan berani sebagai katalisator perubahan fundamental di sektor perbenihan.
Ia meyakini, komitmen Prabowo pada program makan bergizi gratis akan lebih efektif jika didukung oleh sistem perbenihan nasional yang kuat.
Di tingkat daerah, Mahendra menunjuk Lampung sebagai provinsi yang memiliki potensi besar untuk menjadi pilot project perbenihan nasional di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Baca juga : 3 Pilar Pangan dan Ekonomi Lampung Selatan
“Lampung punya segalanya, dari sawah produktif, sentra hortikultura, hingga kekayaan genetik tanaman yang luar biasa.
“Posisi strategisnya sebagai gerbang Sumatera menjadikan Lampung titik ideal untuk distribusi benih ke seluruh nusantara,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara kepemimpinan nasional Prabowo dan implementasi efektif di daerah oleh Gubernur Mirza dapat menjadikan Lampung sebagai laboratorium perbenihan Indonesia.
4 Langkah Strategis
Untuk mewujudkan visi tersebut, Mahendra mengusulkan 4 langkah strategis yang terintegrasi:
- Perkuat Riset dan Inovasi: Meningkatkan anggaran dan fasilitas penelitian agar hasilnya dapat diakses petani dengan biaya minimal.
- Dorong Penangkar Benih Lokal: Memfasilitasi petani dan kelompok tani untuk menjadi bagian dari rantai produksi benih yang tersertifikasi.
- Perluas Subsidi Benih: Subsidi tidak hanya untuk padi dan jagung, tetapi juga untuk komoditas hortikultura yang vital bagi gizi masyarakat.
- Integrasikan Pengelolaan Benih: Badan Pangan Nasional harus mengintegrasikan manajemen benih sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan nasional.
Bagi Mahendra, perjuangan mewujudkan kedaulatan benih dan pangan adalah relevansi dari semangat Reformasi 1998, yaitu membebaskan bangsa dari segala bentuk ketergantungan.
“Benih unggul yang terjangkau adalah perwujudan keadilan sosial.
“Jika pemimpin berani mengambil langkah revolusioner ini, kedaulatan pangan Indonesia bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang dapat diraih,” pungkasnya.
Baca juga : APBD 2026 Lampung Fokus 3 Sektor: Ekonomi, Jalan, dan Pendidikan Gratis





Lappung Media Network