Lappung – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Lampung Timur.
Mirisnya, kali ini seorang jurnalis media online menjadi korban saat tengah khusyuk menunaikan ibadah salat Isya di Mushola Jasim Ahmad, Desa Tulus Rejo, Kecamatan Pekalongan, Sabtu, 6 September 2025 malam.
Baca juga : Siang Kuliah, Subuh Maling Motor, Mahasiswa di Bandarlampung Terlibat Jaringan Curanmor 9 TKP
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.40 WIB itu menimpa Aliando, seorang wartawan yang sehari-hari menggunakan sepeda motornya untuk kegiatan liputan.
Motor jenis Yamaha Mio J berwarna hitam-hijau dengan pelat nomor BB 4714 ES raib digasak pelaku saat terparkir di halaman mushola.
Menurut penuturan Aliando, kejadian berlangsung begitu cepat.
Saat itu, ia bersama anak dan adiknya sedang melaksanakan salat Isya berjamaah.
Di tengah salat, ia samar-samar mendengar suara motor lain yang berhenti di dekat mushola.
“Saya sedang salat, lalu saya dengar ada motor yang berhenti di dekat mushola.
“Tidak lama kemudian, terdengar suara motor saya dibawa orang.
“Saya spontan menghentikan salat dan langsung teriak ‘maling-maling’,” ujar Aliando saat dikonfirmasi, Minggu, 7 September 2025.
Baca juga : Incar Motor Genio, Begal di Bandarlampung Tega Seret Bocah 10 Tahun di Aspal
Seketika suasana menjadi heboh, namun pelaku sudah berhasil kabur membawa motor dengan ciri khas velg berwarna putih tersebut.
Atas insiden ini, Aliando segera mendatangi Mapolsek Pekalongan untuk membuat laporan resmi dan berharap kasus ini segera ditindaklanjuti.
“Saya berharap jajaran Polsek Pekalongan dapat segera bergerak menindaklanjuti kasus ini.
“Saya juga berpesan agar patroli di wilayah hukum Pekalongan lebih diintensifkan, supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ungkapnya.
Diketahui, kejadian ini ternyata bukan yang pertama kali.
Seorang saksi mata sekaligus warga sekitar, Bandiyah (72), mengungkapkan bahwa lingkungan tersebut memang kerap menjadi target pencurian.
“Saya tahu Mas Aliando datang mau salat, motornya ditaruh di dekat rumah saya.
“Waktu saya tinggal ke belakang sebentar, tahu-tahu ada yang teriak maling, saya langsung keluar,” kata Bandiyah.
Baca juga : Tragis, Pemotor Terseret Banjir di Bandarlampung Akibat Drainase Mampet
Ia menambahkan, beberapa waktu lalu anaknya juga pernah mengalami kejadian serupa di lokasi yang sama, meskipun saat itu motornya berhasil ditemukan kembali karena langsung dikejar.
“Di sini memang sering, Mas, banyak yang kehilangan motor. Kalau rumah saya ini masuk wilayah Desa Tulus Rejo RT 18, Dusun 5,” pungkasnya.
Kini, warga setempat menaruh harapan besar kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkap kasus ini dan meningkatkan keamanan, mengingat tindak kejahatan tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Baca juga : Maling Beraksi di Kalianda, 3 Motor Pegawai BRI Raib Tanpa Jejak
