Lappung – Boemikita perluas jejak hijau dan CWC Metro resmi beroperasi.
Boemikita, perusahaan climate tech startup yang berfokus pada pengelolaan sampah dan daur ulang, resmi membuka fasilitas Collection Waste Center (CWC) di Kota Metro, Lampung.
Baca juga : Tali Tafia: Langkah Boemikita Jadikan Lampung Lebih Hijau
Berlokasi di Jalan Bison, Purwosari, Kecamatan Metro Utara, CWC ini menjadi pusat pengumpulan dan pengolahan sampah anorganik kedua setelah Bandarlampung.
Langkah ini menegaskan komitmen Boemikita dalam menciptakan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, inovatif, dan berdampak luas.
Dengan memanfaatkan sampah yang tidak bernilai ekonomi menjadi produk baru seperti tali rafia, Boemikita tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Kehadiran kami di Kota Metro adalah bukti nyata dari keseriusan Boemikita dalam pengelolaan sampah.
“Kami tidak hanya menangani sampah bernilai jual, tetapi juga mengolah sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk bermanfaat.
“Kami juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam memilah dan mengumpulkan sampah rumah tangga,” ujar Ridho Iqbal Firdaus, Ketua Yayasan Boemikita, dilansir pada Minggu, 15 Desember 2014.
Dukungan Masyarakat dan Pemerintah
Peluncuran CWC ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Camat Metro Utara, serta pegiat media dan komunitas lingkungan.
Baca juga : TPA Bakung Terbakar Lagi, 15 Hektare Sampah Terancam
Acara ini juga turut dihadiri oleh Ketua MEBP dan Owner Roti Surya dan Edupark 29, Direktur LKBH UIN Raden Intan Lampung, dan perwakilan PT Berkah Mitra Usaha.
Kehadiran tokoh-tokoh ini menunjukkan sinergi kuat untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di Sumatera.
Muhammad Martin, Ketua PT Berkah Mitra Perdana Sukses, menyatakan, bahwa dengan keterlibatan masyarakat dan fasilitas baru ini, volume sampah yang terkelola akan meningkat.
“Boemikita telah membuktikan perannya dalam pengolahan sampah di Sumatera, dan kami optimis ini bisa menjadi contoh untuk wilayah lainnya,” jelas dia.
Edukasi dan Partisipasi Masyarakat
Selain berfokus pada pengolahan sampah, CWC Boemikita juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang.
Warga diajak untuk membawa sampah anorganik dari rumah tangga ke CWC, sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.
Program ini memberikan dua manfaat sekaligus: mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan membentuk kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Baca juga : Pantai Pasir Putih Bebas Sampah Usai Viral, Gerot Wisata Jadi Solusi
Selain itu, program edukasi yang dijalankan Boemikita diharapkan dapat memperkuat peran Kota Metro sebagai pusat pendidikan lingkungan di Provinsi Lampung.
Boemikita Perluas Jejak Hijau CWC Metro Resmi Beroperasi
Dengan diresmikannya CWC di Metro, Boemikita berencana memperluas jangkauannya ke wilayah lain pada tahun 2025.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan sektor swasta akan terus ditingkatkan untuk menciptakan solusi pengelolaan sampah yang lebih luas dan inovatif.
“Kami yakin, dengan inovasi dan keterlibatan aktif masyarakat, Boemikita dapat menciptakan dampak positif yang besar.
“Tak lain dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular di Indonesia,” tutup Ridho.
Baca juga : Itera Launching Aplikasi Bang Salam. Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomis





Lappung Media Network