Lappung – Cacat administrasi nasib ratusan siswa Lampung di SNBP dipertaruhkan.
Ratusan siswa dari 2 sekolah di Provinsi Lampung terancam tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) akibat kesalahan administrasi dalam finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PPDS).
Baca juga : BPS: Suku Batak dan Minangkabau Ungguli Pendidikan Sarjana di Indonesia
Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung kini bergerak cepat untuk mencari solusi agar para siswa tetap bisa bersaing masuk perguruan tinggi negeri.
“Kami terus berupaya maksimal menyelesaikan masalah ini.
“Masih ada waktu sebelum pengumuman pada 8 Maret mendatang, dan kami akan berusaha agar mereka bisa ikut seleksi,” ujar Kepala Disdik Lampung, Thomas Amirico, Selasa, 11 Februari 2025.
Menurutnya, permasalahan ini terjadi di dua sekolah, yakni Pelita Bangsa Kota Bandarlampung dan SMAN 1 Sumber Rejo, Kabupaten Tanggamus.
Kesalahan dalam penginputan data menyebabkan sistem tidak bisa memproses nama-nama siswa yang berhak mengikuti SNBP.
Akibatnya, sekitar seratusan siswa dari 2 sekolah tersebut terancam kehilangan kesempatan masuk PTN melalui jalur prestasi.
Baca juga : Pendidikan di Pesisir Barat: Mayoritas Lulusan SD, Hanya 0,006 Persen Bergelar Doktor
Untuk mengatasi persoalan ini, Disdik Lampung telah berkoordinasi dengan tim dari pusat, termasuk Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
“Kami sudah berkomunikasi dengan tim dari pusat, termasuk UPT Kemendikbud.
“Mereka mengakui masalah ini dan siap membantu mencari solusi agar siswa tetap bisa mengikuti SNBP,” jelas Thomas.
Ia berharap dalam waktu dekat data siswa yang sempat bermasalah dapat diperbarui sebelum batas akhir.
Jika berhasil, mereka tetap bisa bersaing memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri tanpa harus melewati jalur tes yang lebih kompetitif.
Peringatan Keras
Thomas menegaskan, kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak.
Ke depan, Disdik Lampung akan meningkatkan pengawasan dan menerbitkan surat edaran sebagai peringatan bagi sekolah-sekolah agar tidak lalai dalam menginput data siswa.
“Hal seperti ini tidak boleh terulang. Kami akan menerbitkan edaran agar sekolah lebih teliti dan serius dalam penginputan data SNBP.
“Jika ada sekolah yang masih lalai, konsekuensinya akan lebih berat,” tegasnya.
Baca juga : Inflasi Menggerus Kantong Warga Lampung, Pendidikan Jadi Beban Tambahan
Ia juga mengingatkan bahwa sekolah bertanggung jawab penuh atas administrasi siswa.
Jika kasus serupa kembali terjadi di masa mendatang, bukan tidak mungkin akan ada sanksi bagi sekolah yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kami sudah panggil pihak sekolah yang bersangkutan. Ini menjadi koreksi besar bagi mereka.
“Ke depan, monitoring akan lebih ketat. Jika masih terulang, kami tidak bisa mentolerir lagi,” kata dia.
Cacat Administrasi Nasib Ratusan Siswa Lampung di SNBP Dipertaruhkan
Saat ini, Disdik Lampung masih menunggu hasil dari upaya yang dilakukan.
Dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, nasib ratusan siswa ini akan ditentukan.
Jika langkah yang ditempuh berhasil, mereka tetap bisa mengikuti SNBP.
Namun, jika gagal, mereka harus mencari jalur lain untuk masuk perguruan tinggi.
“Saya harap upaya ini membuahkan hasil. Ini menyangkut masa depan siswa, jadi kami akan berjuang semaksimal mungkin,” tutup Thomas.
Baca juga : Ombudsman Lampung: Pantau Sumbangan Pendidikan
