Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » Demi Koperasi Merah Putih, Dana Desa Lampung Disunat 66 Persen

    Demi Koperasi Merah Putih, Dana Desa Lampung Disunat 66 Persen

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    19/01/2026
    in Pemerintahan
    Demi Koperasi Merah Putih, Dana Desa Lampung Disunat 66 Persen

    Ilustrasi pembangunan infrastruktur desa. Pagu Dana Desa untuk Provinsi Lampung pada Tahun Anggaran 2026 resmi turun. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk desa di Provinsi Lampung mengalami perubahan signifikan pada tahun 2026.

    Total pagu Dana Desa (DD) yang dikucurkan ke 2.446 desa di provinsi ini terkoreksi tajam hingga 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Baca juga : Jatimulyo Jadi Desa Terkaya di Lampung Selatan, Kantongi Dana Desa Rp2,3 Miliar Tahun 2025 

    Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung, alokasi DD tahun 2026 hanya tersisa Rp782,7 miliar.

    Angka ini turun drastis sebesar Rp1,49 triliun dari total penerimaan tahun 2025 yang mencapai Rp2,27 triliun.

    Kepala Dinas PMDT Provinsi Lampung, Saipul, menjelaskan bahwa penurunan bukan disebabkan oleh pengurangan hak desa, melainkan adanya pengalihan pos anggaran oleh pemerintah pusat.

    Fokus anggaran tahun ini dialokasikan untuk percepatan program strategis Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

    “Secara persentase penurunan mencapai angka 66 persen. Jika tahun 2025 totalnya Rp2,2 triliun, saat ini pagu yang turun ke kas desa hanya Rp782 miliar.

    “Kebijakan pusat mengarahkan dana tersebut untuk pembangunan KDMP di desa dan kelurahan,” papar Saipul, Senin, 19 Januari 2026.

    Rincian Penurunan 

    Dampak pemangkasan tersebut merata di seluruh kabupaten, dengan Lampung Tengah mencatatkan nominal penurunan terbesar karena memiliki jumlah desa terbanyak (301 desa).

    Pagu DD Lampung Tengah turun dari Rp313 miliar (2025) menjadi Rp103,5 miliar (2026).

    Penurunan signifikan juga terjadi di beberapa wilayah berikut:

    • Lampung Timur: Dari Rp269,5 miliar menjadi Rp91,7 miliar.
    • Lampung Selatan: Kini hanya menerima Rp86,9 miliar.
    • Tanggamus: Tersisa Rp88,3 miliar.
    • Lampung Utara: Anjlok dari Rp203 miliar menjadi Rp72,1 miliar.
    • Waykanan: Turun menjadi Rp67,8 miliar dari sebelumnya Rp192,7 miliar.

    Baca juga : Infrastruktur Jalan sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Lampung: Analisis dan Arah Kebijakan

    Sementara itu, 3 kabupaten dengan alokasi terendah berada di kisaran Rp30 miliar, yakni Pesisir Barat (Rp33,4 miliar), Mesuji (Rp32,2 miliar), dan Tulang Bawang Barat (Rp31,7 miliar).

    Program Desa

    Menyikapi kontraksi anggaran ini, Saipul menginstruksikan pemerintah desa untuk segera merevisi Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

    Ia menekankan agar kegiatan yang tidak mendesak ditunda pelaksanaannya.

    “Dengan pengurangan lebih dari 60 persen, banyak program sosial kemasyarakatan yang berpotensi tidak terbiayai.

    “Desa wajib menyusun ulang kegiatan berdasarkan skala prioritas yang paling krusial,” tegasnya.

    Terkait teknis penyaluran sisa dana Rp782 miliar tersebut, Dinas PMDT Lampung masih menunggu regulasi resmi.

    “Sampai hari ini Petunjuk Teknis (Juknis) penyaluran belum kami terima, sehingga belum diketahui apakah pencairan dilakukan sekaligus atau bertahap,” tambah Saipul.

    Pihaknya juga mendorong desa untuk tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat, melainkan mulai mengoptimalkan Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk menutupi celah defisit anggaran operasional pembangunan.

    Baca juga : Prioritas 2026, Pemprov Lampung Kebut Perbaikan Jalan di Pusat Aktivitas Warga

    Tags: Anggaran Desa 2026Berita Lampung Hari IniDana Desa 2026Dana Desa AnjlokDana Desa DisunatDana Desa LampungDinas PMDT LampungEkonomi LampungInfo DesaKDMPKoperasi Desa Merah PutihLampungPrioritas Dana Desa 2026Saipul PMDT
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Menakar Peran Strategis Pemerintah Provinsi dalam Memajukan Industri Daerah

    Next Post

    Cegah Gajah Keluar Hutan, TNWK Bangun Tanggul dan Pagar Sepanjang Puluhan Kilometer

    Related Posts

    Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya
    Pemerintahan

    Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Perkuat Layanan dengan Pengadilan

    14/07/2026
    Berita Kantor Pertanahan Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan
    Pemerintahan

    Tanah Ulayat Toraja Diperkuat Sinergi Pemerintah dan AMAN

    08/07/2026
    Sertifikasi Tanah Wakaf Perkuat Perlindungan Aset Keagamaan di Tana Toraja
    Pemerintahan

    Kantor Pertanahan Tana Toraja Sosialisasikan Sertifikasi Tanah Wakaf

    08/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 8 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari

      8 Kebiasaan Orang Sukses di Pagi Hari: Tips Rutinitas Pagi untuk Kualitas Hidup Anda

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bulog Lampung Kawal Ketat Distribusi Minyakita, Harga Stabil Terjaga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Hilirisasi Industri dan Penetrasi Pasar: Kunci Ketahanan Ekonomi Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Ekspor Kakap Putih Malaysia ke Thailand Macet Total?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved