Lappung – Dewan Pers sebut liputan Pilkada bukan hanya tentang popularitas.
Dewan Pers terus berupaya menciptakan iklim Pilkada yang seimbang di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Lampung.
Baca juga : Bawaslu Lampung Janji Bersihkan Pilkada dari Politik Uang
Menjelang Pilkada serentak, Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan, menekankan pentingnya peran media dalam menjaga keseimbangan informasi.
“Pers sangat erat dengan demokrasi. Dalam Undang-undang Nomor 40, profesi kita dilindungi oleh hukum.
“Media memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan informasi yang seimbang dan netral kepada masyarakat,” ujar Asep Setiawan di sela Workshop Peliputan Pemilu/Pilkada 2024, di Bandarlampung, Kamis, 25 Juli 2024.
Menurut Asep, sering kali menjelang Pilkada, banyak media yang tidak netral karena berbagai faktor.
Hal ini bisa merusak proses demokrasi yang sehat dan adil.
“Pilkada bukan hanya di Lampung. Dengan lebih dari 500 calon kepala daerah, Lampung seharusnya bisa menjadi contoh untuk ekosistem Pilkada yang damai dan berintegritas,” tambahnya.
Asep menekankan bahwa media memiliki peran penting sebagai pilar keempat demokrasi.
Baca juga : Pilkada Bandarlampung 2024. KPU dan Bawaslu Dialokasikan Rp80 Miliar
Selain sebagai sumber informasi, media juga berfungsi sebagai pendidikan dan kontrol sosial.
“Kita tidak boleh terlena dengan masalah lain hingga lupa dengan tugas pokok kita.
“Media harus mampu menyalurkan keinginan masyarakat untuk memiliki pemimpin yang berkualitas,” katanya.
Asep juga mengingatkan bahwa wartawan harus memegang prinsip dasar dalam peliputan, seperti independensi dan netralitas.
Wartawan harus memberitakan peristiwa atau fakta tanpa campur tangan dan paksaan dari pihak lain, termasuk pemilik media.
“Jika wartawan menjadi tim sukses, mereka harus mengundurkan diri sebagai wartawan. Berita pesanan atau iklan harus dibedakan dengan berita lain.
“Semua pihak harus mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.
Dewan Pers: Liputan Pilkada Bukan Hanya Tentang Popularitas
Selain itu, Asep menekankan pentingnya verifikasi dalam jurnalistik.
Baca juga : Rahmat Mirzani Djausal Serukan Adu Gagasan di Pilkada Lampung
“Disiplin verifikasi sangat penting. Berita harus diverifikasi dengan baik sebelum dipublikasikan.
“Pers juga harus kritis agar bisa memilih pemimpin yang berkualitas dan siap dikritik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menekankan pentingnya wartawan untuk turun ke lapangan.
“Jangan hanya duduk di depan laptop. Wartawan harus menjadi aktor aktif dalam menciptakan Pilkada yang berkualitas.
“Berita yang ditulis harus memiliki nilai konstruktif dan bermanfaat bagi publik,” tuturnya.
Asep menambahkan bahwa wartawan tidak boleh hanya mengejar nilai ekonomi semata.
“Jika hanya mengejar material, maka kualitas berita akan berkurang.
“Media harus memiliki peran penting dalam menciptakan Pilkada yang berintegritas dan berkualitas,” pungkasnya.
Dengan demikian, peran media dalam Pilkada sangat penting untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik dan adil.
Media harus aktif, netral, dan profesional dalam meliput setiap tahapan Pilkada, agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan seimbang.
Baca juga : PKPU Baru: Nanang Ermanto Punya Peluang di Pilkada Lamsel





Lappung Media Network