Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Dibalik Video Viral TikTok: Menelusuri Realitas Iran yang Tersembunyi

    Dibalik Video Viral TikTok: Menelusuri Realitas Iran yang Tersembunyi

    by Irjen
    13/01/2026
    in Metropolitan
    Dibalik Video Viral TikTok: Menelusuri Realitas Iran yang Tersembunyi

    Ilustrasi visual yang membandingkan narasi tenang di media sosial TikTok dengan realitas gejolak di Iran, berdasarkan analisis narasumber Mahendra Utama. Foto: Arsip Lappung/DBS/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Fenomena video viral di platform TikTok yang memperlihatkan suasana tenang di jalanan Tehran, Iran, belakangan ini menyita perhatian publik internasional.

    Namun, narasi damai yang beredar di media sosial tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan.

    Baca juga : Iran di Ambang Krisis: Ketika Pedagang Pasar Berbalik Melawan Rezim

    Pemerhati Pembangunan sekaligus Eksponen 98, Mahendra Utama, mengingatkan agar publik tidak terkecoh dengan visual yang tampak di permukaan.

    Menurutnya, di balik klaim pemerintah Iran yang menyebut situasi terkendali pasca penangkapan agen intelijen asing, terdapat gejolak sosial-politik yang jauh lebih kompleks.

    “Kita melihat pola yang berulang. Pemerintah Iran membangun narasi keamanan telah pulih dan menuding ancaman datang dari luar.

    “Padahal, laporan independen menunjukkan tekanan domestik yang sangat berat.

    “Stabilitas yang terlihat di video-video itu mungkin tidak sekuat yang dibayangkan,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Selasa, 13 Januari 2026.

    Pengalihan Isu

    Mahendra menyoroti strategi klasik yang digunakan Teheran dalam menghadapi tekanan dalam negeri.

    Ia merujuk pada pernyataan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menyebut negaranya menghadapi perang empat front, mulai dari militer hingga psikologis.

    Menurut Mahendra, framing ini sengaja diciptakan untuk mendeligitimasi protes warga.

    “Ketika aspirasi warga dianggap sebagai agenda asing atau perang teroris, maka pemerintah punya legitimasi untuk bertindak represif.

    “Ini cara mengalihkan perhatian dari krisis internal ke ancaman eksternal,” tegasnya.

    Data yang dihimpun dari berbagai organisasi hak asasi manusia, seperti Iran Human Rights (IHR), mencatat realitas yang kontras dengan video viral tersebut.

    Ratusan korban jiwa dilaporkan jatuh, termasuk anak-anak, sementara akses internet sempat diputus total selama empat hari untuk memblokir arus informasi.

    Dua Wajah

    Lebih lanjut, Mahendra mengupas sisi menarik dari manuver diplomatik Iran.

    Meski di depan rakyatnya rezim menampilkan retorika keras dan anti Barat, saluran komunikasi di belakang layar justru tetap terbuka.

    Baca juga : Guncangan dari Greenland: Mengapa Macron dan Uni Eropa “Muak” pada Trump?

    “Ini pendekatan berlapis. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dilaporkan masih berkomunikasi dengan utusan AS.

    “Bahkan Gedung Putih mengakui pesan privat Iran sangat berbeda dengan teriakannya di publik,” jelas Mahendra.

    Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa pemerintah Iran sebenarnya menyadari posisi tawar mereka yang sulit, namun harus tetap terlihat garang demi menjaga wibawa di mata pendukung domestiknya melalui demonstrasi-demonstrasi besar yang disiarkan televisi nasional.

    Bom Waktu

    Mahendra menilai, ketenangan semu yang terjadi saat ini hanyalah jeda sementara.

    Akar permasalahan sesungguhnya yakni ekonomi yang morat-marit belum tersentuh.

    Inflasi yang menyentuh angka hampir 39 persen membuat kehidupan warga sipil semakin terhimpit.

    “Ada ungkapan warga di sana yang merasa hidupnya menggantung di udara tanpa harapan. Ketika perut lapar dan ruang gerak dibatasi, ketenangan itu rapuh,” katanya.

    Mahendra pun menekankan bahwa sebagai pemerhati, masyarakat global perlu melihat lebih jeli melampaui layar gawai.

    “Rezim mungkin bisa meredam gejolak sesaat dengan strategi keamanan dan narasi intelijen asing.

    “Tapi selama keadilan ekonomi dan ruang sipil tidak dibuka, ini hanya menunggu waktu sebelum gelombang berikutnya datang,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Diplomasi “Seribu Kawan”: Menakar Langkah Catur Global Presiden Prabowo

    Tags: #AnalisaSosial#IranTerkini#MahendraUtama#MediaSosial#PolitikInternasional#TimurTengah
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Divert di Lampung dan Lumpuhnya Jakarta: Menguji Resiliensi Transportasi Saat Cuaca Ekstrem

    Next Post

    Negara Rugi Rp2,9 Miliar, Sekwan DPRD Lampung Utara Ditahan Kejati

    Related Posts

    Metropolitan

    Tegaskan Nilai Persatuan dan Perdamaian Dunia

    03/06/2026
    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Apa Saja Perbedaan 4G dan 5G? Inilah Penjelasan Lengkapnya yang Wajib Anda Ketahui

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Uji Coba Strategis PTPN I di Kebun Rejosari Natar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Proyek Sorgum Skala Besar Kerap Mengalami Kegagalan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Perbedaan AMOLED dan IPS LCD: Mana yang Lebih Baik?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Emas Hijau: Udang Galah Rawa Jitu dan Mesuji Timur Melambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Panduan Lengkap Investasi Reksadana untuk Pemula: Mengenal Tentang Investasi Reksadana

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version