Lappung – Dinas Kesehatan Metro punya puskesmas inklusi pertama di Indonesia lewat Program WASH In HCF (Water Sanitation and Hygiene In Health Care Facilities).
Baca Juga : Pemerintah Kota Metro Berupaya Menekan Angka Kemiskinan
Program WASH In HCF yang dimotori oleh Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Lampung merupakan pilot projects yang diluncurkan di Kota Metro dan Kota Bandar Lampung.
Sejak April 2021, Dinas Kesehatan Metro mendapatkan pendampingan dari YKWS untuk mewujudkan layanan inklusif di puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, drg Erla Andriyanti MARS, mengatakan kick off Program WASH In HCF pada bulan Mei 2021 menetapkan empat puskesmas inklusi sebagai percontohan di tahun 2022.
Yaitu Puskesmas Iringmulyo, Banjarsari, Margorejo, dan Mulyojati.
“Untuk 2023 akan saya terapkan di 11 puskesmas yang ada. Alhamdulillah, saya mendapat kabar, tahun depan kita mendapatkan stimulan untuk Program WASH In HCF,” ujar Erla Andriyanti.
Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan bersama awak media yang difasilitasi oleh YKWS pada Rabu, 20 Juli 2022, di Kantor Dinas Kesehatan Metro.
“Kendala kita memang kadang-kadang masalah anggaran dan perubahan jabatan fungsional sehingga membuat program terputus. Meskipun kita punya RPJMD dan Rencana Kerja,” tutur dia.
Namun Program WASH In HCF, lanjut Erla Andriyanti, masih bisa berjalan dengan memanfaatkan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Bagi saya yang penting bukan hari ini harus 100 persen, tetapi prosesnya harus berkelanjutan,” tegas dia.
Dari hasil tinjauan lapangan di dua dari empat puskesmas percontohan layanan inklusif melakukan sejumlah perubahan pada beberapa fasilitas kesehatan.
Di antaranya merubah dua toilet jongkok menjadi toilet duduk, dilengkapi fasilitas untuk disabilitas dan lansia.
Menyiapkan fasilitas MKM (Manajemen Kebersihan Menstruasi). Melebarkan ruang toilet. Menyediakan ruangan penampungan limbah medis permanen.
Membuat wastafel yang dapat dijangkau anak-anak untuk cuci tangan. Pintu masuk puskesmas dan toilet sudah bisa dilalui kursi roda bagi disabilitas.
Sebelas Indikator Puskesmas Inklusi
Dinas Kesehatan Metro dan YKWS menyusun 11 indikator yang harus dipenuhi puskesmas inklusi.
WASH Specialized dari YKWS, Bambang Pujiatmoko, menyampaikan secara global Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan tujuh indikator WASH FIT (Water and Sanitation for Health Facility Improvement Tool).
Yaitu Air, Sanitasi, Limbah Medis, Kebersihan Tangan, Kebersihan Lingkungan, Manajemen dan Tenaga Kerja, Energi dan Lingkungan.
Dari tujuh indikator tersebut, jelas Bambang, YKWS bersama Dinas Kesehatan Metro kemudian melakukan kajian untuk menyesuaikan indikator dengan kondisi daerah.
“Karena Indonesia belum punya indikator. Dari 7 indikator itu, kita kembangkan menjadi 11 indikator,” ujar dia.
Yakni Persepsi Masyarakat Sekitar Lingkungan, Persepsi Layanan WASH bagi Pengguna Puskesmas, Persepsi Pemerintah Daerah tentang Program WASH, dan Persepsi Tenaga Kesehatan.
“Kita menambahkan empat indikator karena terkait masalah air, sanitasi, dan kebersihan, masing-masing pihak memiliki persepsi,” kata dia.
Bambang Pujiatmoko menuturkan berdasarkan indikator yang telah disepakati, selanjutnya dilakukan audit sosial oleh kelompok kerja yang terdiri dari perwakilan tenaga kesehatan dan masyarakat; kelompok pemuda, kelompok perempuan, kelompok disabilitas, dan media.
“Selama ini, audit sosial dilakukan sendiri oleh puskesmas dan Dinas Kesehatan Metro. Kali ini, menyertakan masyarakat,” ujar dia.
Bambang menjelaskan setiap indikator yang memiliki nilai minus pada hasil audit sosial dilakukan upaya-upaya perbaikan.
“Proses perubahan ini membutuhkan waktu yang panjang, dan kita sudah mulai bersama. Diharapkan tidak berhenti di sini hingga 11 indikator tadi tercapai di seluruh puskesmas,” tutup dia.
Baca Juga : Pelatihan Basic Life Support di Kota Metro
Kepala Dinas Kesehatan Metro, drg Erla Andriyanti MARS, menambahkan puskesmas inklusi mampu meningkatkan kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Hal ini sangat membantu untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa puskesmas sudah bisa melayani kaum disabilitas,” kata dia.
Erla Andriyanti menyampaikan, ke depan, Dinas Kesehatan Metro akan melakukan survei tingkat kepuasan masyarakat untuk meningkatkan lagi indikator puskesmas inklusi.
