Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Dinas Kesehatan Metro Punya Puskesmas Inklusi Pertama di Indonesia

    Dinas Kesehatan Metro Punya Puskesmas Inklusi Pertama di Indonesia

    by Editor
    20/07/2022
    in Saburai
    Dinas Kesehatan Metro Punya Puskesmas Inklusi Pertama di Indonesia

    Puskesmas Margorejo, Kota Metro, saat ini menjadi salah satu puskesmas yang menyediakan layanan inklusif bagi kelompok disabilitas, Rabu (20/7). Foto: Josua Napitupulu

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Dinas Kesehatan Metro punya puskesmas inklusi pertama di Indonesia lewat Program WASH In HCF (Water Sanitation and Hygiene In Health Care Facilities).

    Baca Juga : Pemerintah Kota Metro Berupaya Menekan Angka Kemiskinan

    Program WASH In HCF yang dimotori oleh Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Lampung merupakan pilot projects yang diluncurkan di Kota Metro dan Kota Bandar Lampung.

    Sejak April 2021, Dinas Kesehatan Metro mendapatkan pendampingan dari YKWS untuk mewujudkan layanan inklusif di puskesmas.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, drg Erla Andriyanti MARS, mengatakan kick off Program WASH In HCF pada bulan Mei 2021 menetapkan empat puskesmas inklusi sebagai percontohan di tahun 2022.

    Yaitu Puskesmas Iringmulyo, Banjarsari, Margorejo, dan Mulyojati.

    “Untuk 2023 akan saya terapkan di 11 puskesmas yang ada. Alhamdulillah, saya mendapat kabar, tahun depan kita mendapatkan stimulan untuk Program WASH In HCF,” ujar Erla Andriyanti.

    Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan bersama awak media yang difasilitasi oleh YKWS pada Rabu, 20 Juli 2022, di Kantor Dinas Kesehatan Metro.

    “Kendala kita memang kadang-kadang masalah anggaran dan perubahan jabatan fungsional sehingga membuat program terputus. Meskipun kita punya RPJMD dan Rencana Kerja,” tutur dia.

    Namun Program WASH In HCF, lanjut Erla Andriyanti, masih bisa berjalan dengan memanfaatkan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

    “Bagi saya yang penting bukan hari ini harus 100 persen, tetapi prosesnya harus berkelanjutan,” tegas dia.

    Dari hasil tinjauan lapangan di dua dari empat puskesmas percontohan layanan inklusif melakukan sejumlah perubahan pada beberapa fasilitas kesehatan.

    Di antaranya merubah dua toilet jongkok menjadi toilet duduk, dilengkapi fasilitas untuk disabilitas dan lansia.

    Menyiapkan fasilitas MKM (Manajemen Kebersihan Menstruasi). Melebarkan ruang toilet. Menyediakan ruangan penampungan limbah medis permanen.

    Membuat wastafel yang dapat dijangkau anak-anak untuk cuci tangan. Pintu masuk puskesmas dan toilet sudah bisa dilalui kursi roda bagi disabilitas.

    Sebelas Indikator Puskesmas Inklusi

    Dinas Kesehatan Metro dan YKWS menyusun 11 indikator yang harus dipenuhi puskesmas inklusi.

    WASH Specialized dari YKWS, Bambang Pujiatmoko, menyampaikan secara global Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan tujuh indikator WASH FIT (Water and Sanitation for Health Facility Improvement Tool).

    Yaitu Air, Sanitasi, Limbah Medis, Kebersihan Tangan, Kebersihan Lingkungan, Manajemen dan Tenaga Kerja, Energi dan Lingkungan.

    Dari tujuh indikator tersebut, jelas Bambang, YKWS bersama Dinas Kesehatan Metro kemudian melakukan kajian untuk menyesuaikan indikator dengan kondisi daerah.

    “Karena Indonesia belum punya indikator. Dari 7 indikator itu, kita kembangkan menjadi 11 indikator,” ujar dia.

    Yakni Persepsi Masyarakat Sekitar Lingkungan, Persepsi Layanan WASH bagi Pengguna Puskesmas, Persepsi Pemerintah Daerah tentang Program WASH, dan Persepsi Tenaga Kesehatan.

    “Kita menambahkan empat indikator karena terkait masalah air, sanitasi, dan kebersihan, masing-masing pihak memiliki persepsi,” kata dia.

    Bambang Pujiatmoko menuturkan berdasarkan indikator yang telah disepakati, selanjutnya dilakukan audit sosial oleh kelompok kerja yang terdiri dari perwakilan tenaga kesehatan dan masyarakat; kelompok pemuda, kelompok perempuan, kelompok disabilitas, dan media.

    “Selama ini, audit sosial dilakukan sendiri oleh puskesmas dan Dinas Kesehatan Metro. Kali ini, menyertakan masyarakat,” ujar dia.

    Bambang menjelaskan setiap indikator yang memiliki nilai minus pada hasil audit sosial dilakukan upaya-upaya perbaikan.

    “Proses perubahan ini membutuhkan waktu yang panjang, dan kita sudah mulai bersama. Diharapkan tidak berhenti di sini hingga 11 indikator tadi tercapai di seluruh puskesmas,” tutup dia.

    Baca Juga : Pelatihan Basic Life Support di Kota Metro

    Kepala Dinas Kesehatan Metro, drg Erla Andriyanti MARS, menambahkan puskesmas inklusi mampu meningkatkan kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat.

    “Hal ini sangat membantu untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa puskesmas sudah bisa melayani kaum disabilitas,” kata dia.

    Erla Andriyanti menyampaikan, ke depan, Dinas Kesehatan Metro akan melakukan survei tingkat kepuasan masyarakat untuk meningkatkan lagi indikator puskesmas inklusi.

    Via: Josua Napitupulu
    Tags: Pemkot Metro
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Bandar Narkoba Asal Ujung Gunung Udik Ditangkap Polisi

    Next Post

    Modus Pelaku Pencurian dalam Melakukan Aksi

    Related Posts

    Saburai

    Uji Coba Strategis PTPN I di Kebun Rejosari Natar

    17/06/2026
    Saburai

    Mengapa Proyek Sorgum Skala Besar Kerap Mengalami Kegagalan?

    17/06/2026
    Saburai

    Mengganti Gandum Impor Melalui Diversifikasi Pangan Nasional

    17/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Apa Saja Perbedaan 4G dan 5G? Inilah Penjelasan Lengkapnya yang Wajib Anda Ketahui

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Perbedaan AMOLED dan IPS LCD: Mana yang Lebih Baik?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Keuntungan Perusahaan Besar Atas Regulasi Pembatasan Ayam

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dampak Positif Regulasi Ayam Hidup Bagi Peternak Rakyat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Uji Coba Strategis PTPN I di Kebun Rejosari Natar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Emas Hijau: Udang Galah Rawa Jitu dan Mesuji Timur Melambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version