Lappung – Ekonomi haji BP Haji garap potensi besar di sektor peternakan.
Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan potensi besar sektor peternakan dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
Baca juga : Haji Lampung Mumtaz: 7276 Jemaah Pulang dengan Pelayanan Prima
Hal ini disampaikannya saat meninjau Asrama Haji Rajabasa di Provinsi Lampung, Senin, 2 Desember 2024.
Menurut Dahnil, penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berdampak pada sektor pelayanan jemaah, tetapi juga memiliki efek signifikan terhadap perekonomian, khususnya di bidang peternakan.
Ia menyebut kebutuhan hewan kurban bagi jamaah haji Indonesia, yang jumlahnya mencapai 200 ribu orang setiap tahun, dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional jika dikelola dengan baik.
“Sebagian besar jemaah Indonesia menggunakan layanan hewan kurban dari dalam negeri.
“Jika rantai pasokan ini dioptimalkan, sektor peternakan kita akan berkembang pesat sekaligus membantu program gizi nasional,” ujar Dahnil.
Ia menjelaskan bahwa BP Haji terus merancang ekosistem ekonomi yang produktif sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan manfaat penyelenggaraan haji.
Baca juga : 2 Wakil Lampung Masuk Pansus Angket Haji DPR
Salah satu langkah yang diambil adalah menggandeng pelaku usaha peternakan lokal untuk memastikan ketersediaan hewan kurban berkualitas bagi jamaah.
Optimalisasi Asrama Haji
Dahnil juga menyoroti pentingnya optimalisasi fungsi asrama haji sebagai pusat kegiatan ekonomi.
Di Lampung, Asrama Haji Rajabasa mulai diarahkan untuk menjadi pusat ekonomi yang produktif, tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit jamaah.
“Potensi asrama haji itu luar biasa. Selain meningkatkan kenyamanan jemaah, ini juga bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menggerakkan perekonomian lokal,” jelasnya.
Selain itu, Dahnil menegaskan bahwa revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji, telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
Yang nantinya akan mempertegas peran BP Haji dalam penyelenggaraan ibadah haji secara penuh mulai 2026.
Kolaborasi dengan Ormas Islam
Dalam mendukung pengembangan ekonomi haji, BP Haji menggandeng berbagai organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Baca juga : 392 Jemaah Haji Lampung Asal Tanah Suci Tiba
Langkah ini diambil untuk memastikan kebijakan haji tidak hanya mengutamakan efisiensi, tetapi juga berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Stakeholder utama dari ekosistem haji ini adalah ormas Islam.
“Perspektif mereka sangat penting untuk memastikan kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan umat,” imbuh Dahnil.
Ekonomi Haji: BP Haji Garap Potensi Besar di Sektor Peternakan
Di akhir sambutannya, Dahnil menegaskan bahwa semua langkah BP Haji bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji semakin efisien dan nyaman.
Hingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.
“Dengan sinergi semua pihak, termasuk pemerintah, ormas, dan masyarakat, kami yakin penyelenggaraan haji ke depan tidak hanya bermanfaat secara spiritual.
“Tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian nasional,” tutupnya.
Baca juga : Yusdiyanto Sampaikan Pesan Eva Dwiana untuk Jemaah Haji Bandarlampung
