Lappung – Hari Lupus Sedunia KOL Lampung sasar faskes dan warga dengan edukasi.
Komunitas Odapus Lampung (KOL) telah memulai serangkaian kampanye dan edukasi berkelanjutan mengenai penyakit Lupus.
Baca juga : Hari Radang Sendi: Komunitas Odapus Lampung Minta Pemda Sediakan Alat Kepadatan Tulang
Inisiatif ini bertepatan dengan peringatan Hari Lupus Sedunia (World Lupus Day/WLD) yang jatuh setiap 10 Mei.
Kegiatan perdana dilaksanakan di Klinik Rawat Inap Kenanga Sarirejo, Natar, Lampung Selatan, Sabtu, 10 Mei 2025, sebagai respons terhadap masih tingginya tingkat ketidaktahuan masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai penyakit autoimun tersebut.
Ketua KOL, Merli Susanti, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini dihadiri sekitar 60 peserta. Mereka terdiri dari pelanggan klinik, warga sekitar, dan relawan KOL.
Materi mengenai Lupus disampaikan langsung oleh Humas KOL, Tri Hasriyanti.
Acara juga mencakup sesi tanya jawab interaktif serta penyerahan media sosialisasi Lupus kepada pihak Klinik Kenanga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Mardianto selaku pemilik Klinik yang telah memberikan ruang bagi KOL untuk memberikan edukasi dan kampanye tentang Lupus,” kata Merli Susanti, yang akrab disapa Santi.
Baca juga : Kaget Bisa Picu Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter
Santi menegaskan bahwa meskipun jumlah penyandang Lupus di Indonesia terus bertambah, banyak individu, termasuk petugas di fasilitas kesehatan (faskes) pertama, masih kurang informasi tentang Lupus.
“Pengetahuan pihak faskes pertama sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat akan sangat mempengaruhi ketepatan diagnosa Lupus.
“Hal ini tentunya bisa berimbas pada persentase bertahan hidup seorang pasien Lupus,” tambah Santi.
Menurut data Kemkes.go.id pada tahun 2024, riset oleh Prof Handono Kalim dan tim di Malang memperkirakan prevalensi Lupus di Indonesia mencapai 0,5 persen, dengan total penyandang diperkirakan lebih dari 1,3 juta orang.
Baca juga : Calon Haji Bandarlampung Wafat Jelang Berangkat
Hari Lupus Sedunia: KOL Lampung Sasar Faskes dan Warga dengan Edukasi
Sekadar informasi, Lupus adalah penyakit autoimun. Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel dan jaringan sehat, memicu gejala pada berbagai organ.
Penyakit ini tidak menular dan dapat bervariasi dari kondisi ringan hingga berpotensi fatal.
Namun, penanganan dini dan tepat dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya.
KOL berharap bahwa edukasi dan kampanye Lupus yang dilakukan secara berkesinambungan hingga ke klinik-klinik dan fasilitas kesehatan lainnya dapat meningkatkan pengetahuan.
Hingga kepedulian tenaga kesehatan dan masyarakat luas untuk menyadari keberadaan Lupus sejak dini.
Baca juga : Studi: Efek Kopi untuk Jantung Ternyata Tergantung Jam Minum
