Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Metropolitan » Iran di Ambang Krisis: Mampukah Ayatullah Bertahan dari Gejolak Januari 2026?

    Iran di Ambang Krisis: Mampukah Ayatullah Bertahan dari Gejolak Januari 2026?

    by Irzon Dwi Darma
    18/01/2026
    in Metropolitan
    Iran di Ambang Krisis: Mampukah Ayatullah Bertahan dari Gejolak Januari 2026?

    Ilustrasi: Gejolak demonstrasi di Teheran, Januari 2026. Di tengah tekanan ekonomi domestik, Iran memperkuat poros aliansi dengan Rusia dan Tiongkok untuk melawan dominasi Barat. Foto: Arsip Lappung/I/DBS

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Situasi geopolitik Timur Tengah kembali memanas di awal tahun 2026.

    Iran, sebagai salah satu kekuatan utama kawasan, tengah menjadi sorotan dunia menyusul gelombang protes domestik yang berbarengan dengan tekanan eksternal dari Barat.

    Baca juga : Di Ambang Brinkmanship: Ketegangan AS-Iran Januari 2026

    Eksponen 98, Mahendra Utama, menyoroti dinamika ini sebagai ujian berat bagi Teheran.

    Menurutnya, meski diguncang demonstrasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang Rial dan inflasi tinggi sepanjang Januari, rezim Ayatullah menunjukkan resistensi yang terukur.

    “Awal 2026 memang periode menantang bagi Iran. Ribuan warga turun ke jalan karena himpitan ekonomi.

    “Namun, data dari berbagai sumber, termasuk media Rusia dan Tiongkok, menunjukkan Teheran mampu mengendalikan situasi lebih cepat dari prediksi pengamat Barat,” ujar Mahendra dalam analisis tertulisnya, Minggu, 18 Januari 2026.

    Mahendra merujuk pada pidato Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada 17 Januari 2026 lalu.

    Dalam pidato tersebut, Khamenei menegaskan bahwa Iran berhasil memadamkan upaya destabilisasi yang dituding didalangi oleh Amerika Serikat dan Israel.

    “Pernyataan Khamenei ini sinyal kuat. Itu menunjukkan rezim masih memegang kendali penuh atas aparat keamanan dan berhasil membangun narasi bahwa kerusuhan ini adalah campur tangan asing, bukan murni kegagalan domestik,” tambahnya.

    3 Pilar

    Dalam pandangan Mahendra, kemampuan Iran bertahan dari badai Januari tidak lepas dari apa yang ia sebut sebagai strategi 3 pilar.

    Strategi ini dirancang untuk melepaskan diri dari jerat sanksi Amerika Serikat dan sekutunya.

    “Pertama, mereka memperkuat ketahanan dalam negeri. Kedua, dan ini yang paling krusial, Iran membangun kerja sama strategis dengan Rusia dan Tiongkok.

    Baca juga : Badai Geopolitik Global: Nasib Perdagangan Indonesia di Antara 2 Raksasa

    “Dukungan Moskow dan Beijing, baik militer maupun ekonomi, menjadi sekoci penyelamat di tengah sanksi,” jelas Mahendra.

    Pilar ketiga, lanjutnya, adalah diplomasi regional yang aktif.

    Iran terus merawat poros resistensi yang melibatkan Suriah, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok perlawanan lainnya.

    Aliansi tersebut menjadi kartu truf Teheran untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Timur Tengah agar tidak didominasi kepentingan AS.

    Dampak Regional dan Tantangan Ekonomi

    Mahendra memperingatkan, jika Iran berhasil menjaga stabilitas politiknya pasca Januari 2026, pengaruh mereka di kawasan akan tetap kokoh.

    Hal ini berpotensi memperpanjang ketegangan dengan Israel dan negara-negara Teluk, namun sekaligus mencegah dominasi tunggal Barat.

    Sebaliknya, jika krisis internal ini gagal diredam dan berkepanjangan, Washington bisa memanfaatkan celah tersebut untuk melemahkan aliansi regional Iran.

    “Paradoksnya, jika Iran runtuh atau terlalu lemah, justru bisa memicu ketidakstabilan yang lebih luas dan konflik tak berkesudahan di kawasan tersebut,” ulasnya.

    Menutup analisisnya, Mahendra menekankan bahwa kemenangan taktis Iran meredam gejolak Januari bukanlah akhir segalanya.

    Tantangan terbesar Teheran sesungguhnya ada pada perbaikan struktur ekonomi.

    “Mampu meredam demo adalah satu hal, tapi menyelesaikan akar masalahnya adalah hal lain.

    “Tanpa reformasi ekonomi substantif, diversifikasi pendapatan, dan pengendalian inflasi, posisi Iran tetap rentan.

    “Stabilitas jangka panjang mereka sangat bergantung pada ‘pekerjaan rumah’ di sektor ekonomi ini,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Guncangan dari Greenland: Mengapa Macron dan Uni Eropa “Muak” pada Trump?

    Tags: #GeopolitikGlobal#IranKrisis2026#MahendraUtama#TimurTengah
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Way Kambas Tutup! Dampak Konflik Gajah vs Manusia Kian Runcing

    Next Post

    Prabowo Beri Mandat Tempur BP3R ke Fahri Hamzah

    Related Posts

    Metropolitan

    Mengapa 80 Persen Rakyat Optimis? Rahasia Kolaborasi Mirza-Jihan Terbongkar

    09/02/2026
    Metropolitan

    “Gentengisasi” Prabowo: Proyek Estetika atau Pelumas Roda Ekonomi Desa di Lampung?

    05/02/2026
    Metropolitan

    Wamen PKP Pastikan Hunian Pesisir Muara Angke Layak

    31/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version