Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Jejakmu di Negeri Hukum

    Jejakmu di Negeri Hukum

    by Irjen
    18/07/2025
    in Gaya Hidup
    Jejakmu di Negeri Hukum

    Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis, Mahendra Utama dan Dr. Andrie Wahyu Setiawan, SH, S.Sos, MH saat perjalanan dari Soekarno Hatta Airport menuju Jakarta. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi Jejakmu di Negeri Hukum adalah sebuah doa dari penulis, Mahendra Utama, kepada seorang sahabat bernama Andrie Wahyu Setiawan yang berprofesi sebagai Jaksa.

    Paragraf awal puisi ini membangun narasi tentang hubungan persahabatan mereka yang tulus, yang terjalin bukan karena status atau jabatan, melainkan karena kesamaan nilai integritas dan dedikasi.

    Baca juga : Pahlawan dalam Sunyi

    Penulis menggambarkan sosok Andrie sebagai penegak hukum yang lurus hati (tegap tak berjarak dari nurani) dan memegang teguh prinsip keadilan.

    Karakter Andrie diperkuat melalui metafora “bambu” sosok yang fleksibel dan bijaksana dalam menghadapi tantangan (membungkuk bila perlu), namun tetap memiliki prinsip yang kokoh dan tak tergoyahkan (tak pernah patah dalam badai).

    Puisi ini juga menyoroti perjalanan karier Andrie yang berpindah-pindah tugas, dari Lampung, Jakarta, Kalimantan, hingga penugasan barunya di Riau.

    Baca juga : Syukur Jalan Raya

    Lebih dari sekadar catatan perjalanan karier, puisi ini mengangkat makna pengabdian seorang penegak hukum.

    Penulis memandang tugas Andrie bukan hanya sebagai sebuah pekerjaan, melainkan sebagai sebuah “dakwah” dan amanah untuk menjaga kepercayaan publik (penjaga denyut kepercayaan publik).

    Perpindahan tugas ke Riau disambut dengan pepatah Melayu “Yang ringan sama dijinjing, yang berat sama dipikul,” yang menyiratkan harapan agar Andrie dapat memikul tanggung jawab barunya dengan semangat kebersamaan.

    Pada akhirnya, puisi ini ditutup dengan sebuah doa dan harapan besar, semoga Andrie senantiasa menjadi penegak hukum yang berani, jujur, tidak gentar menghadapi tekanan, dan tidak tergiur oleh godaan duniawi.

    Baca juga : Senja Kopi di Pelukan Malang

    Jejakmu di Negeri Hukum

    Oleh: Mahendra Utama

     

    Di balik toga dan lentera keadilan,

    kau langkahkan kaki, tegap tak berjarak dari nurani.

    Aku ingat betul, Talangpadang jadi saksi,

    persahabatan yang tumbuh—bukan karena jabatan,

    tapi karena hati yang jujur dan dedikasi.

     

    “Hukum itu tiang negeri, bila bengkok, robohlah segalanya,”

    kata pepatah Tionghoa yang kau jalani dalam diam.

    Kau tak hanya bicara hukum,

    kau menegakkannya seperti bambu—liat tapi kokoh,

    membungkuk bila perlu, namun tak pernah patah dalam badai.

     

    Saat kita bersua di udara—AirAsia jadi langit pertemuan,

    kau ke Kejaksaan Agung, aku ke Mitratani di Kelapa Gading.

    Obrolan kita tak sekadar basa-basi,

    tapi saling kuatkan, seperti dua mata pena

    yang pernah menulis berita dan kini menggurat kebenaran.

     

    Kini Riau menyambutmu,

    dengan semilir Melayu dan amanah baru.

    “Yang ringan sama dijinjing, yang berat sama dipikul,”

    begitu pesan tua dari tanah Lancang Kuning—

    yang kini jadi rumah tugasmu yang baru.

     

    Kau bukan hanya Jaksa,

    kau adalah penjaga denyut kepercayaan publik.

    Dari Jakarta ke Kalimantan, Lampung hingga Pekanbaru,

    jejakmu menyatu dalam palu keadilan dan kata-kata kebenaran.

     

    Selamat bertugas, Adinda Andrie,

    Semoga Allah SWT limpahkan keberkahan

    dalam setiap dakwah tugas yang kau emban.

    Bukan sekadar jabatan,

    tapi sebuah pengabdian.

     

    Karena negeri ini butuh penegak hukum

    yang tak gentar berdiri di tengah badai

    dan tak silau oleh gemerlap dunia.

     

    Jember, 18 Juli 2025

    Mahendra Utama

    Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis

    Baca juga : Affan, Lurus Jalan, Terang Laku

    Tags: Analisis PuisAndrie Wahyu SetiawanHukum dan KeadilanIntegritasJaksaJejakmu di Negeri HukumMahendra UtamaPuisiPuisi untuk SahabatRiau
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Cinta Buta di Media Sosial, Wanita Asal Bandarlampung Nekat Perkosa Janda

    Next Post

    Lagi Santap Nasi Kapau, Koruptor Mess Guru Rp2,2 Miliar Diciduk Kejati Lampung

    Related Posts

    Gaya Hidup

    John Herdman Patahkan Kutukan 38 Tahun

    06/06/2026
    Gaya Hidup

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    30/05/2026
    Gaya Hidup

    5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Permanen: Solusi Tepat dan Tepercaya

    29/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Alasan Logis Gubernur Mirza Prioritas Perbaiki Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menakar Ambisi Hilirisasi Energi di Kawasan Industri Katibung Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pemprov Lampung Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya BKN

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version