Lappung – Kaget bisa picu serangan jantung ini penjelasan dokter
Adegan seseorang terkena serangan jantung setelah mendengar kabar buruk sering kali muncul dalam tayangan sinetron.
Baca juga : Bandarlampung Hapus BPHTB Rumah Pertama: Ini Syaratnya
Namun, hal ini ternyata tidak hanya terjadi dalam dunia fiksi, tetapi juga bisa dialami oleh pasien jantung di kehidupan nyata.
Bahkan, kabar baik sekalipun dapat memicu kondisi serupa.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita.
Menurutnya, serangan jantung akibat kabar mengejutkan memang mungkin terjadi, terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.
“Tidak semua pasien jantung mengalami hal ini, namun beberapa memang bisa terkena serangan ketika mendengar kabar negatif atau berita mendadak lainnya.
Baca juga : Anti Ribet! Begini Cara Cek Pajak Kendaraan di Lampung
“Bahkan, berita baik yang disikapi secara berlebihan pun dapat menambah beban pada jantung,” jelas dr. Setyo, dikutip pada Rabu, 7 Mei 2025.
Risiko Henti Jantung Tidak Hanya Karena Aktivitas Berat
Dr Setyo menjelaskan bahwa serangan jantung mendadak tidak melulu terjadi karena aktivitas fisik yang berat.
Kondisi ini bisa muncul kapan saja, baik saat tidur, duduk santai, maupun ketika sedang berbincang dengan keluarga.
“Henti jantung mendadak bisa terjadi dalam berbagai situasi, bukan hanya saat beraktivitas berat. Bahkan saat tidur pun risiko tetap ada.
“Hal ini umumnya disebabkan oleh gangguan irama listrik jantung yang tiba-tiba meningkat, sehingga membuat jantung berhenti secara mendadak,” tutur dr. Setyo.
Gangguan irama listrik jantung yang mendadak cepat ini, lanjutnya, biasanya dipicu oleh sumbatan mendadak pada pembuluh darah koroner akibat plak lemak yang pecah.
Baca juga : Cacat Administrasi, Nasib Ratusan Siswa Lampung di SNBP Dipertaruhkan
Kondisi tersebut dikenal sebagai sindroma koroner akut.
Kaget Bisa Picu Serangan Jantung Ini Penjelasan Dokter
Jika terjadi henti jantung mendadak, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah resusitasi jantung paru (RJP) atau pijat jantung.
Tindakan ini penting untuk menjaga aliran darah tetap mengalir ke seluruh tubuh sebelum bantuan medis tiba.
“Resusitasi jantung paru adalah tindakan terbaik jika terjadi henti jantung mendadak,” tegas dr. Setyo, mengingatkan pentingnya edukasi masyarakat tentang teknik RJP.
Dengan meningkatnya pemahaman akan risiko serangan jantung mendadak akibat kabar mengejutkan, dr. Setyo berharap masyarakat lebih waspada serta siap melakukan pertolongan pertama jika keadaan darurat terjadi.
Baca juga : Warga Lampung Dapat Cek Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun, Begini Cara Daftarnya





Lappung Media Network