Sebab, asisten tanaman dan mandor sadap sebagai pengawas melekat juga harus paham dan benar-benar cakap.
“Bukan hanya bisa menilai dan memerintah saja,” kata Iskandar Muda, Ketua Panitia Lomba yang juga Kepala Urusan Tanaman PTPN VII.
Iskandar mengatakan, SOP penyadapan karet adalah kunci krusial dalam penggalian produksi. SOP, kata dia, adalah panduan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap penyadap.
Sebab, kesalahan atau cara penyadapan yang tidak sesuai kriteria, bukan saja berakibat tidak tercapainya produksi, tetapi juga hilangnya nilai investasi.
“Penyadap harus diingatkan terus untuk bekerja sesuai SOP. Sebab, namanya orang, kalau tidak diingatkan kadang abai sehingga SOP tidak berjalan.
“Kalau tanaman rusak karena disadap asal-asalan, itu bukan cuma nggak tercapai produksi, tetapi tanaman rusak. Padahal, investasi tanaman itu sangat mahal,” kata dia.
Sementara itu, Manajer PTPN VII Unit Way Lima Sasmika Dwi Suryanto menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir.
Mengambil tema “Terus Maju untuk PTPN VII Maju”, lomba ini diharapkan menjadi pemicu dan pemacu semua unit karet untuk meraih prestasi terbaik.
“Kami merasa mendapat kehormatan menjadi tuan rumah,” ungkapnya.
Selain itu, hasil lomba, baik catatan produksi, kecepatan, ketepatan, dan cara perlakuan kepada tanaman di kebun akan menjadi parameter catatan terbaik dari lomba.
“Ini harus menjadi role model bagi penyadap Way Lima,” kata Sasmika yang juga Ketua Umum SPPN VII itu.
Baca juga : Wayberulu dan Manfaatnya Bagi Rakyat
Komoditas karet PTPN VII, baik on farm (kebun) maupun off farm (pabrik) masuk dalam kategori berkinerja baik di PTPN Group.
Setiap tahun, komoditas ini selalu mencatatkan prestasi dalam lima besar.
Dengan lomba sadap ini diharapkan prestasi ini terus dikejar untuk menyumbang keuntungan bagi perusahaan.
Hasil pada lomba sadap tahun 2023, Kategori Penyadap Bawah (DTS, down tapping system) menempatkan Timan (Unit Senabing, Sumsel) sebagai juara pertama.
Juara kedua Dofir (Padang Pelawi, Bengkulu) dan juara ketiga Suprapto Tulungbuyut, Lampung).
Kategori Penyadap Atas (UTS, Up tapping system) dimenangkan Sukendro (Tulungbuyut, Lampung).
Juara kedua Wagiman (Ketahun, Bengkulu), Sudariono juara ketiga (Pandang Pelawi, Bengkulu).
Untuk Kategori Mandor Sadap DTS, juara pertama Legiyanto (Way Lima, Lampung), juara kedua Barno (Bergen, Lampung).
Dan juara ketiga Gogon Margono (Beringin, Sumsel).
Kategori Mandor Sadap UTS juara satu Suryana (Way Lima, Lampung), juara kedua Rismanto (Ketahun, Bengkulu), dan juara ketiga Kirwadi (Musi Landas, Sumsel).
Kategori Asisten Tanaman yang hanya melombakan UTS dimenangkan Reza Pahlevi (Padang Pelawi, Bengkulu).
Juara kedua Soekarno (Ketahun, Bengkulu), dan juara ketiga Sudarmadi (Way Lima, Lampung).
Kepada para juara, panitia menyediakan hadiah uang pembinaan dan piagam.
Untuk juara pertama Kategori Penyadap dan Mandor Sadap mendapatkan uang Rp3 juta, juara kedua Rp2,5 juta, dan juara ketiga Rp2 juta.
Sedangkan Kategori Asisten Tanaman mendapat uang Rp2 Juta, Rp1,5 juta, dan Rp1 juta.
Baca juga : Lahan Pangan Lampung Utara Ditetapkan 14 Ribu Hektare





Lappung Media Network