Lappung – KPU Lampung ingatkan pemuda soal saring sebelum sharing di medsos.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung terus memperkuat pesannya kepada generasi muda terkait kewaspadaan dalam menyebarkan informasi di media sosial (medsos).
Baca juga : Bawaslu Buka Sayembara Desain Maskot Pemilu 2024. Total Hadiah Rp45 Juta
KPU berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital dan pemahaman terhadap informasi yang mereka terima sebelum membagikannya ke publik melalui platform medsos.
Hal itu disampaikan anggota KPU Lampung, Antonius Cahyalana dalam program KPU Goes To Campus, yang kali ini diadakan di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI).
Antonius Cahyalana, mengungkapkan, ada kekhawatiran terhadap penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dan berpotensi merugikan masyarakat.
“Medsos telah menjadi sarana yang sangat cepat dalam menyebarkan informasi, dan kita menyadari bahwa pemuda dan mahasiswa merupakan pengguna aktif medsos.
“Oleh karena itu, kami terus mengingatkan mereka untuk saring sebelum sharing (menyaring sebelum berbagi),” ujar Antonius, Minggu, 29 Oktober 2023.
Baca juga : Sengketa Pemilu di Lampung Dijamin Tuntas
Pihaknya pun memahami pentingnya pendidikan literasi digital bagi generasi muda.
Untuk itu KPU berusaha menyediakan sumber daya dan informasi yang dapat membantu pemuda untuk mengembangkan keterampilan kritis dalam memilah dan menilai berita yang mereka temui di medsos.
“Kami berupaya mengedukasi pemuda tentang bagaimana mengenali berita palsu, mengidentifikasi sumber informasi yang sah.
“Dan memahami implikasi dari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tambah Antonius.
Baca juga : Gudang BPPLH Bandarlampung Jadi Tempat Penyimpanan Logistik
Antonius Cahyalana juga mengingatkan pemuda bahwa partisipasi dalam pemilihan umum merupakan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bijak.
“Ketika kita menyebarluaskan informasi terkait pemilu, kita harus memastikan bahwa informasi tersebut benar dan sesuai dengan fakta.
“Ini adalah cara kita memastikan bahwa pemilu berlangsung secara adil dan demokratis,” pungkasnya.
KPU Lampung: Saring Sebelum Sharing
Di sisi lain, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Achmad Yudi Wahyudin, menyatakan dukungannya terhadap program KPU Lampung dalam memberikan pendidikan politik bagi mahasiswa.
“Melalui pendidikan politik yang kuat, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang cerdas dalam proses demokrasi kita,” jelasnya.
Kata dia, pesan saring sebelum sharing dari KPU Lampung menjadi penting dalam menjaga integritas informasi dan membangun masyarakat yang cerdas dalam bermedia sosial.
Harapannya, generasi muda akan menerapkan prinsip ini dalam aktivitas mereka di dunia maya.
“Dengan demikian, berperan aktif dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan informatif,” tandasnya.
Baca juga : Tidak Ada Tawar Menawar! Prajurit TNI Netral di Pemilu 2024
