Lappung – Lampung lahirkan wagyu premium hingga saingi kualitas Jepang!
Siapa sangka, Lampung kini menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berhasil membudidayakan sapi wagyu premium dengan kualitas saingan produk Jepang.
Baca juga : Pemberdayaan Ekonomi Melalui Mangrove: Lampung Siap Maju Menuju Ekowisata Berkelanjutan
PT Santoso Agrindo (Santori) menjadi pelopor dalam menghasilkan daging wagyu di Lampung, menggunakan metode pemeliharaan lokal dan pakan singkong khas Indonesia.
“Peternakan kami sudah ada sejak 15 tahun lalu. Dimulai dari satu ekor sapi, kini jumlahnya telah mencapai puluhan ribu.
“Marbling daging yang dihasilkan rata-rata mencapai 80 hingga 85 persen,” ujar Sugiman, Head of Beef Commercial Tokusen, dilansir pada Kamis, 31 Oktober 2024.
Rahasia di Balik Kelezatan
Dikenal sebagai pakan ternak yang bergizi, singkong kini menjadi rahasia utama di balik kualitas marbling dan rasa daging wagyu dari Lampung.
Direktur PT Santoso Agrindo, Dayan Adiningrat, menyebutkan bahwa singkong bukan sekadar alternatif pakan, namun memberikan hasil marbling yang halus, bercahaya, dan rasa yang unik.
“Singkong kami pilih karena mudah didapatkan di Indonesia, dan ternyata hasilnya sangat baik. Lemak daging wagyu menjadi lebih putih dan teksturnya lebih lembut.
Baca juga : Bakauheni Harbour City: Katalisator Baru Ekonomi Lampung
“Penggunaan pakan ini juga telah dipelajari dari peternakan wagyu di Jepang yang pernah melakukan eksperimen serupa,” ungkap Dayan.
Kualitas Premium dan Proses yang Terjaga
Produksi wagyu di Lampung diawali dengan uji coba mendatangkan sapi dari Australia yang kemudian disilangkan dengan sapi lokal brahman yang memiliki adaptasi baik terhadap iklim tropis.
Melalui proses persilangan ini, kualitas daging wagyu Lampung berhasil ditingkatkan dengan tetap menjaga karakteristik genetik wagyu.
“Dalam proses pengembangbiakan, genetik sapi wagyu betina dari Australia kami silangkan dengan sapi jantan brahman.
Lampung Lahirkan Wagyu Premium Saingi Kualitas Jepang!
“Kami kontrol penuh, mulai dari pakan, suhu kandang, hingga kebersihan lingkungan, agar menghasilkan wagyu premium,” kata Dayan.
Santori juga menerapkan standar yang ketat pada kandang sapi wagyu.
Baca juga : Lampung Incar Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi di 2025
Termasuk pengaturan suhu menggunakan blower agar sapi tetap nyaman, perawatan kuku agar mereka bisa berdiri dengan baik, serta menjaga kebersihan kandang.
Menembus Pasar Premium dengan Produk Halal
Lampung, melalui PT Santoso Agrindo, kini telah menembus pasar nasional dengan daging wagyu premium yang tidak hanya lezat, tetapi juga halal.
Setiap tahap produksi diawasi ketat, mulai dari identitas induk sapi hingga waktu pemotongan.
“Halal adalah salah satu standar utama kami. Selain itu, kami berusaha memastikan kualitas premium di setiap daging yang kami produksi.
“Minimal diperlukan waktu satu tahun untuk menggemukkan sapi wagyu sehingga menghasilkan tekstur dan marbling yang sempurna,” tutup Dayan.
Dengan inovasi penggunaan singkong sebagai pakan utama, Lampung menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan wagyu premium dengan sentuhan lokal yang unik.
Wagyu Lampung kini menjadi kebanggaan baru yang siap bersaing di pasar internasional, mencerminkan kualitas dan inovasi industri peternakan nasional.
Baca juga : Konsumsi dan Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Lampung
