Lappung – Pemerintah Provinsi Lampung siapkan 10 ribu hektare lahan tanam kedelai untuk menekan impor kedelai.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas), dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, kompak melakukan gerakan tanam kedelai.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Lampung Tercatat Naik di 2022
Kegiatan itu berpusat di Pekon Banjar Masin Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat, 2 Juni 2023.
Selain Mentan, hadir juga Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin.
Dalam kesempatan itu, Mentan berharap, gerakan tanam kedelai bisa terus digairahkan agar ketersediaan kedelai melimpah sehingga harga menjadi murah.
Agar bisa berdampak dalam menekan impor kedelai dari luar negeri.
“Hari ini adalah bagian tekad dari pak gubernur dan kita semua, secara bertahap bersama pak mendag, untuk menggairahkan kembali masalah kedelai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mentan juga menyoroti pentingnya pertanian dalam menjawab kebutuhan bangsa.
“Besok, pertanian akan menjadi jawaban dari masalah bangsa ini, dan itu penting. Pertanian akan semakin diperlukan,” jelasnya.
“Oleh karena itu, saya sangat menghargai pertemuan ini. Dan saya tidak ingin kegiatan ini sia-sia,” ujar dia lagi.
Mentan juga menyebut, Kabupaten Tanggamus mendapatkan alokasi kegiatan pengembangan seluas 190 hektare lahan yang tersebar di 10 kecamatan.
Baca juga : Sandiaga Uno Sharing Session di Pesawaran
“Dan untuk Provinsi Lampung, Pak Arinal menargetkan sekitar 1000 hektare lahan untuk tanam kedelai,” jelasnya.
Lampung siapkan 10 ribu hektare lahan kedelai
Sementara, dalam stimulus produksi kedelai di nasional, Gubernur Arinal mengaku telah bekerja sama dengan pemerintah pusat melalui anggaran APBN.
Anggaran APBN, sambungnya, akan memberikan bantuan benih kedelai bersertifikat dan sarana produksi.
Baca juga : Tarif Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Naik
Dalam upaya mengatasi masalah ini, dirinya pun menginisiasi agar Lampung menjadi salah satu unit percontohan dalam peningkatan produksi kedelai di Indonesia.
“Oleh karena itu Lampung sebagai lokomotif pertanian, bisa diinisiasi agar kedelai menjadi unit percontohan di Lampung,” ujar Arinal.
Kehadiran semua pihak kali ini, sebut Arinal, harus menjadi solusi untuk menumbuhkembangkan Lampung sebagai produsen kedelai di masa yang akan datang.
“Dan harapannya, 10 provinsi bisa memproduksi dengan nilai yang sama agar kita tidak ketergantungan,” ungkapnya lagi.
Baca juga : Gembok: Anggaran Besar Tak Jamin Jalan Mulus





Lappung Media Network