Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » APH » LBH Bandarlampung: Kapolda Baru Warisi 7 Tunggakan Kasus dan Konflik Agraria

    LBH Bandarlampung: Kapolda Baru Warisi 7 Tunggakan Kasus dan Konflik Agraria

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    04/11/2025
    in APH
    LBH Bandarlampung: Kapolda Baru Warisi 7 Tunggakan Kasus dan Konflik Agraria

    Kepala Divisi Advokasi YLBHI-LBH Bandarlampung, Prabowo Pamungkas. Foto: Arsip LBH Bandarlampung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kapolda Lampung yang baru Irjen Pol Helfi Assegaf, dinilai mewarisi sejumlah pekerjaan rumah besar di bidang penegakan hukum.

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung menyoroti setidaknya 7 kasus yang penanganannya tertunda berlarut-larut (undue delay), ditambah konflik agraria yang tak kunjung usai dan diwarnai dugaan kriminalisasi terhadap petani.

    Baca juga : LBH Bandarlampung Tolak Keras Gelar Pahlawan untuk Penjahat HAM!

    YLBHI–LBH Bandarlampung menegaskan, pergantian pucuk pimpinan Polda Lampung ini harus menjadi momentum krusial untuk mengoreksi wajah penegakan hukum di provinsi tersebut, yang dinilai masih jauh dari rasa keadilan publik.

    “Kami mencatat setidaknya tujuh kasus mengalami undue delay.

    “Salah satu di antaranya bahkan telah berlangsung 11 tahun tanpa kepastian hukum,” ujar Kepala Divisi Advokasi YLBHI-LBH Bandarlampung, Prabowo Pamungkas, dalam keterangannya, Selasa, 4 November 2025.

    Menurutnya, kondisi ini mencerminkan lemahnya komitmen penegakan hukum dan sulitnya masyarakat kecil mencari keadilan.

    Mafia Tanah vs Petani

    LBH Bandarlampung secara khusus menyoroti dua konflik agraria besar yang menunjukkan ketimpangan penegakan hukum.

    Pertama, konflik di delapan desa Kabupaten Lampung Timur, di mana tanah yang telah dikelola petani secara turun-temurun diklaim oleh mafia tanah.

    “Masyarakat telah berulang kali melapor ke Polda Lampung, namun hingga kini tidak ada kejelasan penyelesaian hukum.

    “Padahal, konflik ini mengorbankan rasa aman dan penghidupan ratusan keluarga petani,” jelas Prabowo.

    Kedua, ironi hukum di Kabupaten Lampung Tengah.

    Petani di 3 kampung yang mempertahankan lahannya dari klaim perusahaan perkebunan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) justru dilaporkan ke kepolisian.

    “Delapan petani dilaporkan, dan hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, kasus mereka langsung naik ke tahap penyidikan,” ungkap Prabowo.

    Kecepatan penanganan ini, lanjutnya, sangat kontras dengan lambannya aparat dalam menyelesaikan laporan rakyat terhadap perusahaan atau mafia tanah.

    Tuntutan untuk Kapolda Baru

    LBH mendesak Kapolda baru untuk segera mengembalikan kepercayaan publik dengan penegakan hukum yang profesional, proporsional, dan berpihak pada konstitusi, bukan kepentingan politik atau ekonomi tertentu.

    Baca juga : Respons Darurat, LBH Bandarlampung Fasilitasi Gugatan Korban Keracunan MBG 

    Prinsip Polri untuk masyarakat harus diwujudkan secara nyata.

    LBH juga menuntut Kapolda baru melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran di tingkat Polda, Polres, hingga Polsek.

    “Jangan sampai Kapolda baru tidak selaras dengan semangat reformasi Polri yang sedang dijalankan oleh Bapak Kapolri dan juga Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

    Secara spesifik, LBH mendesak Kapolda Lampung segera mengambil langkah konkret dalam 2 kasus tersebut:

    1. Menindak tegas mafia tanah yang beroperasi di delapan desa di Kabupaten Lampung Timur.
    2. Menghentikan praktik kriminalisasi terhadap delapan petani di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah.

    “Kami percaya, demokrasi hanya akan tumbuh jika kepolisian benar-benar menegakkan rule of law, bukan rule by law.

    “Kapolda baru memiliki peluang untuk membuktikan bahwa Polri bisa bekerja untuk keadilan,” pungkas Prabowo.

    Baca juga : Konflik Agraria Anak Tuha: PT BSA Mangkir dari Mediasi, LBH Desak Negara Bertindak Tegas

    Tags: Helfi AssegafIrjen Pol Helfi AssegafKapolda LampungKonflik Agraria LampungKriminalisasi PetaniLampung TengahLampung TimurLBH BandarlampungMafia TanahPenegakan HukumPolda LampungPrabowo PamungkasPT BSAYLBHI
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Ekspor Lampung 2025: Melampaui Target Nasional

    Next Post

    Kasus Cengkeh Radioaktif Lampung: Antara Retorika dan Realita

    Related Posts

    Kantah Banyuasin Serahkan Sertifikat Tanah Mahkamah Agung_
    APH

    Serahkan Sertifikat Tanah Mahkamah Agung Diserahkan

    11/05/2026
    Bantah Korupsi, Kuasa Hukum PT LEB Sebut Dakwaan Salah Alamat
    APH

    Bantah Korupsi, Kuasa Hukum PT LEB Sebut Dakwaan Salah Alamat

    05/02/2026
    Eks Karyawan Meninggal Belum Digaji, LBH Bandarlampung Tagih Tanggung Jawab Gubernur soal BUMD
    APH

    Eks Karyawan Meninggal Belum Digaji, LBH Bandarlampung Tagih Tanggung Jawab Gubernur soal BUMD

    26/01/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Bernard dari Nestle Ambil Berkas

      Bernard dari Nestle Ambil Berkas, Bursa Calon Ketua Apindo Lampung Makin Panas

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Bakal Calon Ketua Apindo Lampung: Tatang Rohadi dan Junaedi Maju

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Hilirisasi: Kunci Lompatan Ekonomi Lampung Menuju Era Keemasan Baru

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ary Meizary Alfian Terpilih Aklamasi Pimpin Apindo Lampung 2026-2031

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gerakan Penetrasi Pasar ke-9 Lampung Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved