Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Menanam Asa di Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai: Bisakah Lampung Mencapai 3,5 Juta Ton Padi?

    Menanam Asa di Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai: Bisakah Lampung Mencapai 3,5 Juta Ton Padi?

    Irjen by Irjen
    09/01/2026
    in Ekonomi
    Menanam Asa di Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai: Bisakah Lampung Mencapai 3,5 Juta Ton Padi?

    Ilustrasi: Aktivitas petani saat memanen padi di salah satu sentra pertanian Provinsi Lampung. Kerja keras dan kesejahteraan mereka menjadi kunci utama dalam upaya mengejar target produksi 3,5 juta ton pada tahun 2026. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Rencana Pemerintah Provinsi Lampung menggenjot produksi padi hingga 3,5 juta ton pada 2026 dinilai berisiko menjadi bumerang bagi petani jika tidak dibarengi dengan proteksi pasar yang kuat.

    Lonjakan produksi tanpa jaminan penyerapan dan stabilitas harga dikhawatirkan justru akan memiskinkan petani saat panen raya tiba.

    Baca juga : Sokong Swasembada Nasional, Lampung Catat Rekor Produksi Padi Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Peringatan ini disampaikan oleh Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menanggapi target ambisius Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

    Menurut Mahendra, keberhasilan swasembada pangan tidak boleh hanya diukur dari angka statistik di atas kertas, melainkan dari tingkat kesejahteraan para petani.

    “Target 3,5 juta ton itu realistis secara teknis, tapi menjadi percuma jika pemerintah daerah gagal menjamin stabilitas harga.

    “Jangan sampai petani kita bekerja keras menaikkan produksi, tapi justru merugi karena harga gabah jatuh saat suplai melimpah,” tegas Mahendra Utama, Jumat, 9 Januari 2026.

    Mahendra mengapresiasi langkah Gubernur yang akrab disapa Iyai Mirza itu untuk fokus pada peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 hingga 300.

    Strategi ini dianggap solusi cerdas untuk melipatgandakan hasil panen di lahan yang sama.

    Namun, ia mengingatkan bahwa strategi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur yang masif.

    Mahendra menyoroti 3 tantangan struktural utama yang harus dibereskan Pemprov Lampung.

    Yakni, perbaikan jaringan irigasi yang menua, pengendalian alih fungsi lahan produktif, serta mitigasi dampak perubahan iklim.

    “Modernisasi pertanian tidak bisa parsial. Jika ingin IP 300 berjalan mulus, manajemen air dan mekanisasi harus sinkron.

    Baca juga : Jaga Perut Warga dan Dompet Petani, Aliran Gabah Keluar Lampung Disetop

    “Ini soal memanusiakan petani dalam ekosistem industri pangan yang modern, agar anak-anak petani tidak putus sekolah hanya karena fluktuasi harga gabah,” tambahnya.

    Dukungan Sentra Produksi

    Optimisme senada muncul dari lini eksekutif di daerah.

    Plt Bupati Lampung Tengah, Komang Koheri, menyatakan wilayahnya siap mendukung penuh visi lumbung pangan nasional tersebut.

    Komang menekankan bahwa petani di Lampung Tengah memiliki etos kerja tinggi.

    Namun, ia meminta agar dukungan pemerintah pusat dan provinsi, khususnya terkait program pompanisasi dan distribusi benih unggul, benar-benar tepat sasaran.

    “Petani adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kami akan pastikan bantuan alsintan dan benih sampai ke tangan mereka tanpa hambatan birokrasi, demi mendukung target swasembada ini,” ujar Komang.

    Menutup keterangannya, Mahendra Utama berharap sinergi antara kebijakan Gubernur, pengawasan legislatif, dan kerja keras petani di lapangan dapat berjalan konsisten.

    “Target 2026 adalah pertaruhan besar. Lampung punya peluang mengukuhkan diri sebagai lumbung pangan bermartabat, asalkan eksekusinya konsisten dan berpihak pada nasib petani,” pungkasnya.

    Baca juga : Tapioka Lesu, Petani Singkong Lampung Terjepit: Solusi Terpadu Dibutuhkan Segera

    Tags: #GubernurMirza#KetahananPangan#LampungMaju#MahendraUtamaLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Menelusuri Identitas dan Etos Bangsa Tionghoa: Dari Daratan hingga Nusantara

    Next Post

    KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Kekayaan Tembus Rp13,7 Miliar

    Related Posts

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online
    Ekonomi

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online: Panduan Lengkap, Syarat, dan Langkah-Langkahnya

    01/07/2026
    Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, menilai forum internasional World Urban Forum (WUF13) di Baku, Azerbaijan, menjadi momentum penting untuk membenahi arah kebijakan perumahan nasional.
    Ekonomi

    Fahri Hamzah: Baku Beri Alarm atas Krisis Perumahan Nasional

    06/06/2026
    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Dewan Kawasan Industri Nasional

      Dewan Kawasan Industri Nasional: Terobosan Akselerasi Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Memaksimalkan Pelabuhan Panjang Sebagai Hub Ekspor-Impor Global Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kecubung dan Ganja: Obat Penenang yang Berbeda Nasib Hukum

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Prabowo-Gibran Solid: Clear Facts Behind the Cabinet Seat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Konsolidasi Ideologi dan Simbol Rekonsiliasi Nasional PKB

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sinyal Politik Modern PKB melalui Kaos Prabowonomics

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved