Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Mengenal Kemarau Basah, Fenomena di Balik Hujan Agustus 2025

    Mengenal Kemarau Basah, Fenomena di Balik Hujan Agustus 2025

    Irjen by Irjen
    19/08/2025
    in Gaya Hidup
    Mengenal Kemarau Basah, Fenomena di Balik Hujan Agustus 2025

    Ilustrasi hujan di Lampung. Foto: Dokumentasi WAG

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Lampung, sepanjang Agustus 2025 telah menimbulkan pertanyaan.

    Di saat seharusnya memasuki puncak musim kemarau, fenomena ini dijelaskan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai kemarau basah.

    Baca juga : Sayuran Beku Indonesia 2025: Antara Tekanan Biaya, Cuaca, dan Peluang Pasar

    Alih-alih menjadi ancaman, kondisi langka ini justru membawa kabar baik, terutama bagi sektor pertanian yang biasanya waspada terhadap risiko kekeringan.

    Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Edvin Aldrian, mengatakan bahwa kemarau basah merupakan sebuah periode musim kemarau yang ditandai dengan curah hujan di atas rata-rata normalnya.

    Meskipun secara kalender iklim sedang berada di musim kering, hujan masih kerap turun.

    “Istilah kami itu kemarau basah, bukan kemarau kering, basah,” tegas Edvin, pada Selasa, 19 Agustus 2025.

    Fenomena yang tergolong jarang terjadi ini dinilai membawa dampak positif yang signifikan.

    Baca juga : Cuaca Ekstrem Ancam Pasokan Pangan Lampung

    Edvin menjelaskan bahwa tambahan curah hujan di musim kemarau menjadi berkah karena menjamin ketersediaan air untuk irigasi.

    “Ini sebenarnya kabar baik, terutama bagi sektor pertanian.

    “Dengan adanya curah hujan tambahan di musim kemarau, produksi pertanian bisa meningkat,” jelasnya.

    Kondisi ini secara langsung mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan yang menjadi momok bagi para petani setiap musim kemarau.

    Ketersediaan air yang cukup membantu menjaga kesuburan lahan dan pertumbuhan tanaman.

    Berdasarkan pantauan dari Asia-Pacific Climate Center (APCC), kondisi iklim global tahun ini memang cenderung mendukung terjadinya kemarau basah di wilayah tropis seperti Indonesia.

    Edvin memprediksi fenomena ini akan terus berlangsung hingga akhir musim kemarau, atau sekitar akhir Agustus 2025.

    Baca juga : Modifikasi Cuaca Lampung, Ahli: Tak Akan Hentikan Banjir!

    Meski membawa dampak positif sesaat, kemarau basah tidak sepenuhnya terlepas dari isu perubahan iklim dan pemanasan global.

    Edvin menyebutkan bahwa salah satu faktor pemicunya adalah peningkatan suhu muka laut yang tidak biasa.

    “Biasanya karena kita ini daerah dengan kemarau tinggi, suhu-suhu muka laut itu sudah tinggi.

    “Jadi kalau ada peningkatan suhu muka laut, artinya ada kaitannya dengan pemanasan global,” terangnya.

    Peningkatan suhu laut memicu penguapan yang lebih tinggi, sehingga suplai uap air di atmosfer meningkat dan potensi terbentuknya awan hujan menjadi lebih besar, bahkan di musim kemarau sekalipun.

    Meskipun cuaca terasa tidak menentu, Edvin menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.

    Menurutnya, Indonesia sebagai negara maritim yang berada di khatulistiwa secara alami kerap mengalami variasi iklim yang dinamis.

    Fenomena kemarau basah bukanlah hal berbahaya dan merupakan bagian dari variabilitas iklim tersebut.

    “Wajar ya, karena tahun ini ya begitu. Indonesia memang salah satu negara yang kemungkinan besar mengalami kemarau basah tahun ini,” tutupnya.

    Baca juga : BNPB Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Lampung

    Tags: Agustus 2025anomali cuacaBRINCuacaCuaca LampungEdvin AldrianFenomena Alamhujan di musim kemarauiklimIndonesiakemarau basahLampungmusim kemaraupemanasan globalPertanianperubahan iklim
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Cap Provokator untuk Petani Anak Tuha Lampung Dinilai Cara Klasik Alihkan Isu Agraria

    Next Post

    Yuri Agustina Resmi Pimpin Biro Kesra Lampung, Prioritas Utama Genjot Pelayanan Publik

    Related Posts

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan
    Gaya Hidup

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

    14/07/2026
    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda
    Gaya Hidup

    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

    12/07/2026
    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi
    Gaya Hidup

    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

    11/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Pengawasan Gabah di Bakauheni

      Pengawasan Gabah di Bakauheni: Strategi Jitu Gubernur Mirza Selamatkan Ekonomi dan Petani Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • BUMD Lampung dan Pertamina, Sinergi Strategis Mengerek PAD dan Kesejahteraan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menimbang Optimisme dan Kesiapan Desa Lampung Menuju Ekspor

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Seporsi Makanan Seharga Rumah? Ini Daftarnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menyikapi Krakatau: Antara Mitigasi Bencana dan Kebanggaan Lokal

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved