Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok » Halaman 3

    Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok

    by Editor354
    04/06/2026
    in Saburai
    Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG

    Ilustrasi: Mengurai Pola dan Model Bisnis Gudang SRG: Solusi Cerdas Petani Modern Tangkal Harga Anjlok. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Proposisi Nilai dan Skema “Closed-Loop” sebagai Masa Depan SRG

    Keberhasilan model bisnis SRG terletak pada nilai kemanfaatan yang seimbang bagi kedua belah pihak. Bagi petani, model bisnis ini menawarkan kepastian mutu dan akses pembiayaan cepat tanpa syarat agunan konvensional seperti sertifikat tanah.

    Terlebih lagi, skema pembiayaan SRG kian inklusif karena tidak hanya mengandalkan perbankan konvensional, tetapi juga menggandeng Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta berbagai platform P2P Lending formal untuk mempercepat pencairan dana.

    Untuk mengatasi tantangan klasik seperti kepastian pasar, model bisnis Gudang SRG masa kini menerapkan skema Closed-Loop Ekosistem (ekosistem tertutup).

    Dalam model terupdate ini, pengelola gudang tidak lagi berdiri sendiri, melainkan langsung mengikat kerja sama tiga arah sejak awal: antara petani, penyedia modal, dan offtaker (pembeli siaga) seperti perusahaan ritel atau industri manufaktur makanan.

    Didukung oleh sistem pemantauan berbasis digital, jumlah stok dan perubahan mutu barang di dalam gudang dapat dipantau oleh perbankan dan pembeli secara real-time.

    Dengan kepastian pembeli yang sudah dikunci sejak awal dan transparansi data yang tinggi, risiko kredit macet dapat ditekan seminimal mungkin.

    Langkah inovatif ini menjadikan SRG bukan sekadar tempat penyimpanan komoditas, melainkan pilar utama dalam digitalisasi rantai pasok logistik pangan nasional.

    Perspektif Pemangku Kepentingan

    Keberhasilan implementasi pola bisnis ini membutuhkan komitmen dari regulator dan pelaksana di lapangan. Kepala Bappebti menegaskan bahwa optimalisasi SRG memegang peranan vital dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

    Integrasi antara resi gudang elektronik dengan platform pembiayaan digital dan pasar lelang komoditas diproyeksikan mampu memotong jalur distribusi yang panjang, sehingga margin keuntungan yang diterima petani menjadi lebih proporsional.

    Di sisi lain, perwakilan Asosiasi Pengelola Gudang SRG Indonesia menambahkan bahwa transformasi gudang menjadi fasilitas modern berkemampuan teknologi tinggi adalah kunci utama untuk menarik minat perbankan.

    Ketika pengelola mampu menjamin akurasi volume dan kondisi fisik barang lewat sistem digital, kepercayaan lembaga keuangan untuk menyalurkan kredit agunan resi gudang akan meningkat dengan sendirinya, menciptakan iklim usaha yang sehat bagi sektor pangan nasional. (*)
    —————————————————————–
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Page 3 of 3
    Prev123
    Via: M. Satria
    Tags: #KetahananPangan#PemerhatiPembangunanEkonomiPertanianInovasiPembangunanManajemenRantaiPasokMehendraUtamaMenguraiPolaDanModelBisnisGudangOpiniMaheSistemResiGudangSRG
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Sore yang Berbeda di ‘Rumah Ketiga’ Warga Bandarlampung

    Next Post

    BPN Palangka Raya Tegaskan Komitmen Pelayanan Berintegritas

    Related Posts

    Saburai

    Potensi Rute Penerbangan Langsung Radin Inten II Menuju Konektivitas Global

    30/07/2026
    Saburai

    Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung

    29/07/2026
    Saburai

    Harmoni dan Sejarah: Urgensi Penataan Nama Jalan di Bandar Lampung

    29/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menjelajah Kuliner Metro: Rujak Petir dan Campanella yang Menggoda

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menunda Gaji Buruh: Dosa Sosial Islam dan Peringatan Keras Rasulullah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Gerbang Sumatera Berbayar Mahal: Mengapa Biaya Logistik Lampung Tak Pernah Kompetitif

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menghubungkan Tokoh Bangsa dan Daerah dalam Peta Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Harmoni dan Sejarah: Urgensi Penataan Nama Jalan di Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version