Lappung – Metropolitan Lampung Raya integrasi 7 kabupaten atasi kesenjangan wilayah.
Provinsi Lampung sedang bersiap menuju era metropolitan melalui pengembangan kawasan Lampung Raya, yang akan melibatkan 7 kabupaten sebagai daerah penyangga utama.
Baca juga : Pemprov Lampung Gandeng REI Bangun 3500 Unit Rumah ASN di Kota Baru
Upaya ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mengatasi kesenjangan antarwilayah yang selama ini menjadi tantangan bagi provinsi ini.
Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Elvira Ummihani, menjelaskan bahwa dengan terbentuknya kawasan metropolitan Lampung Raya, pemenuhan kebutuhan infrastruktur dan layanan masyarakat di sekitar Kota Bandarlampung akan semakin meningkat.
Proyek ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di ibu kota dan mengembangkan wilayah penyangga agar memiliki fungsi strategis dalam mendukung pembangunan provinsi.
“Pengembangan kawasan metropolitan ini melibatkan daerah-daerah di sekitar Bandarlampung.
“Seperti Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Tengah, serta beberapa wilayah lainnya.
“Daerah-daerah ini akan disinergikan sebagai penyangga dengan memfokuskan pembangunan pada potensi yang mereka miliki,” ujar Elvira, dilansir pada Rabu, 6 November 2024.
Kota Baru sebagai Pusat Pemerintahan
Sebagai langkah awal dalam pengembangan kawasan metropolitan, Pemprov Lampung merencanakan Kota Baru sebagai pusat pemerintahan baru.
Baca juga : Bakauheni Harbour City: Katalisator Baru Ekonomi Lampung
Penjabat Gubernur Lampung telah mengajukan proposal agar pengembangan Kota Baru masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2030.
Hal ini dianggap penting untuk mendukung upaya desentralisasi dan menurunkan beban infrastruktur di Bandarlampung.
“Kota Baru nantinya diharapkan menjadi pusat pemerintahan yang modern, lengkap dengan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai.
“Mulai dari TPA regional hingga Taman Kehati untuk mendukung aspek lingkungan hidup,” kata Elvira.
Mengatasi Tantangan Perkotaan
Selain berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pengembangan Lampung Raya sebagai kawasan metropolitan juga bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan perkotaan.
Seperti kemacetan dan kepadatan penduduk di Bandarlampung.
Dengan dukungan dari 7 kabupaten sebagai penyangga, Lampung Raya akan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengelola kebutuhan transportasi, perumahan, dan utilitas kota lainnya.
Baca juga : Kota Baru Jadi Tuan Rumah HUT RI Ke-79 Pertama di Lampung
“Bandarlampung akan tetap menjadi kota inti, namun dengan adanya dukungan dari daerah penyangga, permasalahan perkotaan dapat diurai.
“Sistem transportasi dan penataan kota yang lebih efisien akan diterapkan sesuai dengan karakter dan potensi daerah masing-masing,” tambah Elvira.
Sinergi untuk Lampung yang Lebih Maju
Pengembangan kawasan metropolitan Lampung Raya juga ditargetkan mampu mengatasi ketimpangan ekonomi antarwilayah.
Sebanyak 52 kecamatan dari 7 kabupaten akan mendapatkan perhatian khusus dalam program ini, termasuk pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas publik untuk mendukung perekonomian lokal.
“Dengan integrasi ini, diharapkan muncul sinergi antarwilayah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan.
“Sehingga tidak terjadi ketimpangan yang tajam antara Bandarlampung dan daerah lainnya,” kata Elvira.
Ia juga menambahkan bahwa pemetaan potensi ekonomi daerah penyangga akan menjadi dasar untuk menentukan arah pembangunan yang sesuai.
Metropolitan Lampung Raya: Integrasi 7 Kabupaten Atasi Kesenjangan
Dengan kawasan metropolitan ini, Lampung akan berperan lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Indonesia secara keseluruhan.
Apalagi, Sumatera kini tengah berfokus pada integrasi kawasan metropolitan untuk meningkatkan daya saing dalam perekonomian nasional dan internasional.
“Pengembangan Lampung Raya sebagai kawasan metropolitan adalah langkah strategis bagi Lampung dalam mempersiapkan masa depan yang lebih maju.
“Kolaborasi dengan provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Utara akan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka peluang investasi baru bagi Lampung,” ujar Elvira.
Kawasan metropolitan Lampung Raya diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru di Sumatera dengan berbagai sektor unggulan, termasuk pariwisata, perdagangan, dan jasa.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap sinergi lintas wilayah ini dapat segera terwujud demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat peran Lampung di kancah nasional.
Baca juga : Kota Baru Lampung Butuh Sentuhan Masyarakat





Lappung Media Network