Lappung – Pemprov Lampung gandeng REI bangun 3500 unit rumah ASN di Kota Baru.
Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungannya terhadap pembangunan perumahan bagi aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.
Baca juga : SPAM Bandarlampung Diresmikan, Kualitasnya Sebersih Air Mineral
Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali kawasan yang sempat tertunda pengembangannya sejak 2010.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mengungkapkan bahwa pembangunan perumahan ini diharapkan menjadi pendorong pengembangan kawasan Kota Baru.
Yang mana sejak lama diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan baru di Lampung.
“Untuk menghidupkan kawasan Kota Baru, pembangunan hunian menjadi faktor penting.
“Hal ini akan memicu pertumbuhan fasilitas komersial seperti minimarket, supermarket, dan rumah makan, yang akan menjadikan kawasan ini lebih hidup,” ujar Fahrizal, Senin, 7 Oktober 2024.
Pemprov Lampung Gandeng REI Bangun 3500 Unit Rumah ASN di Kota Baru
Pemprov Lampung sendiri telah menggandeng Real Estate Indonesia (REI) untuk mengelola lahan seluas 70 hektare, dari total 1.308 hektare luas kawasan Kota Baru.
Baca juga : THR dan Gaji 13 ASN Bandarlampung Dibayar Akhir Tahun
REI berencana membangun sekitar 3.500 unit rumah bagi ASN di kawasan tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di Kota Bandarlampung dan mengembangkan Kota Baru sebagai kawasan yang modern dan terencana.
“Pembangunan hunian di Kota Baru penting untuk mengurai kepadatan di Bandarlampung dan membuka peluang bagi pertumbuhan wilayah baru yang lebih terstruktur,” tambah Fahrizal.
Konsep Hijau dan Smart City
Dalam perencanaan pembangunan ini, Pemprov Lampung menekankan pentingnya menyediakan hunian yang berkualitas dan sehat.
Fahrizal menyatakan bahwa lahan perumahan harus didesain dengan luas per rumah yang lebih besar dari tipe standar untuk mengantisipasi pertumbuhan populasi dalam jangka panjang.
Baca juga : ASN Lampung Selatan Diajak Rajin Sedekah Gaserbu
“Kami meminta pengembang untuk menyiapkan rumah dengan tipe yang lebih luas agar tidak terjadi kepadatan penghuni di masa depan.
“Selain itu, kami ingin kawasan ini tetap terlihat rapi, sehat, dan tidak kumuh,” kata Fahrizal.
Tidak hanya luas rumah yang diperhatikan, Pemprov Lampung juga memastikan bahwa infrastruktur pendukung seperti jalan, pedestrian, air bersih, listrik, dan drainase tersedia dengan baik.
Kawasan hijau serta sistem sanitasi dan pengolahan air limbah juga akan menjadi bagian dari rencana pembangunan tersebut.
“Kami ingin memastikan semua fasilitas publik dan infrastruktur tersedia dengan baik, sehingga kawasan ini bisa berkembang secara optimal,” tambahnya.
Pembiayaan KPR
Selain memastikan kualitas hunian dan infrastruktur, Pemprov Lampung juga berupaya membuat skema pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi ASN.
Salah satu opsi yang ditawarkan adalah melalui program Kredit Perumahan Rakyat (KPR).
“Kami ingin memastikan bahwa perumahan ini dapat diakses oleh ASN dengan pembiayaan yang terjangkau melalui KPR.
“Dengan begitu, program ini tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan wilayah, tapi juga membantu kesejahteraan ASN,” tandas Fahrizal.
Baca juga : Lampung Rawan Netralitas ASN





Lappung Media Network