Lappung – Nasim Khan terima kunjungan Mitratani Dua Tujuh dukung peningkatan kesejahteraan petani.
Anggota Komisi VI DPR RI, HM Nasim Khan, menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui program kemitraan yang dijalankan oleh PT Mitratani Dua Tujuh.
Baca juga : Gandeng BUMDes Probolinggo, Mitratani Dua Tujuh Pastikan Hasil Panen Tak Sia-sia
Dukungan ini disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran direksi PT Mitratani Dua Tujuh di kediamannya di Situbondo pada Kamis, 3 April 2025.
Direktur PT Mitratani Dua Tujuh, Tumbas Ginting, hadir langsung dalam pertemuan tersebut didampingi oleh sejumlah perwakilan manajemen perusahaan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat ini membahas profil PT Mitratani Dua Tujuh sebagai anak perusahaan BUMN PTPN I serta berbagai peluang kerja sama dan pengembangan sektor pertanian di Indonesia.
“Beliau (Nasim Khan) siap mendukung PT Mitratani Dua Tujuh, terutama dalam mengembangkan program kemitraan dengan petani di wilayah Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso,” ujar Tumbas Ginting usai pertemuan.
Baca juga : Mitratani Gandeng Surya Parna Food Delicious untuk Jangkau Pasar Sumatera
Lebih lanjut, Tumbas menjelaskan bahwa selain bersilaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas secara detail mengenai potensi kemitraan, khususnya untuk komoditas edamame di wilayah Tapal Kuda.
PT Mitratani Dua Tujuh juga menjajaki kolaborasi dengan organisasi nirlaba yang dimiliki oleh Nasim Khan, yakni Nasim Khan Indonesia.
“Begitu kita sampaikan program kemitraan ini, mereka (Nasim Khan Indonesia) sangat tertarik.
“Bahkan, Pak Nasim Khan berencana membuat sosialisasi besar terkait program ini, khususnya di Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi,” ungkap Tumbas.
Dalam kesempatan tersebut, Tumbas juga memaparkan program kemitraan PT Mitratani Dua Tujuh untuk berbagai komoditas, termasuk program khusus untuk komoditas okra.
“Untuk komoditas okra, kami berikan bibit hingga pestisida secara gratis kepada petani,” jelasnya.
Langkah ini diambil sebagai motivasi bagi petani mengingat tingginya permintaan okra dari pasar ekspor, khususnya Jepang.
“Buyer Jepang sangat peduli dengan batas residu pestisida. Karena itu, sebelum panen dan saat proses di sini (Mitratani), kami melakukan pengecekan melalui laboratorium.
“Seluruh petani menggunakan pestisida dari Mitratani agar memenuhi standar residu yang ditetapkan buyer Jepang,” imbuh Tumbas.
Baca juga : Sinergi Mitratani Dua Tujuh dan Polindra, Cetak Ahli Refrigeration untuk Indonesia Emas 2045
Selain bibit dan pestisida gratis, PT Mitratani Dua Tujuh juga menyediakan pupuk, meskipun tidak mewajibkan petani untuk menggunakannya.
Perusahaan juga melakukan pendampingan intensif kepada petani, mulai dari pengolahan lahan, penyediaan peralatan, hingga proses panen, melalui tim khusus yang bertugas memberikan edukasi dan penyuluhan.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan potensi pertanian, PT Mitratani Dua Tujuh juga telah melakukan investasi sebesar Rp31 miliar untuk meningkatkan kapasitas pabrik.
Investasi ini digunakan untuk pengadaan mesin IQF (Individual Quick Freezer) yang berfungsi membekukan sel komoditas sehingga dapat bertahan hingga 3 tahun dan meningkatkan kapasitas produksi hingga 40 ton per hari untuk seluruh komoditas.
Terkait pemilihan komoditas okra, Tumbas menjelaskan bahwa tanaman ini relatif tidak rumit perawatannya.
“Hanya saja, setelah 40 hari, panen harus dilakukan setiap hari selama 120 hari atau sekitar 6 hingga 7 bulan.
“Jika terlambat panen, okra akan terlalu tua dan seratnya menjadi kaku sehingga tidak dapat diproses,” terangnya.
Dengan potensi hasil panen mencapai 200 kilogram per hektar atau sekitar 24 ton, PT Mitratani Dua Tujuh akan melakukan penjemputan hasil panen menggunakan mobil perusahaan dan menyediakan tempat pemungutan hasil panen.
Nasim Khan Terima Kunjungan Mitratani Dua Tujuh Dukung Peningkatan Kesejahteraan Petani
Sementara, HM Nasim Khan sendiri menyambut baik program kemitraan yang ditawarkan oleh PT Mitratani Dua Tujuh.
Beliau menyatakan kegembiraannya dan siap mendukung penuh upaya ini demi peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Jawa Timur.
Diketahui, harga tertinggi pembelian okra dari petani yang dilakukan Mitratani akan disepakati bersama untuk ukuran S (6-9 cm).
Baca juga : PT Mitratani Dua Tujuh Teken MoU Senilai $8 Juta dengan Buyer Jepang di TEI 2024





Lappung Media Network