Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » NTP Lampung Naik ke 129,90: Sinyal Kesejahteraan Petani Membaik

    NTP Lampung Naik ke 129,90: Sinyal Kesejahteraan Petani Membaik

    by Editor354
    07/07/2026
    in Saburai
    NTP Lampung Naik ke 129,90

    Ilustrasi: OpiniMahe: NTP Lampung Naik ke 129,90: Sinyal Kesejahteraan Petani Membaik. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM/AI).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: NTP Lampung Naik ke 129,90: Sinyal Kesejahteraan Petani Membaik.

     

    NTP Lampung Naik ke 129,90: Sinyal Kesejahteraan Petani Membaik
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Lampung. Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) provinsi Lampung pada Juni 2026 tercatat sebesar 129,90, naik 1,48% dibanding Mei 2026 yang berada di level 128,01.

    Kenaikan NTP merupakan indikator penting bahwa daya beli petani membaik, karena kenaikan harga hasil panen lebih besar dibandingkan peningkatan biaya produksi dan konsumsi yang mereka keluarkan.

    Karet dan Kopi Jadi Motor Utama Penggerak NTP

    Kenaikan NTP terutama didorong oleh peningkatan harga komoditas perkebunan. BPS mencatat komoditas karet, ketela pohon, dan kopi menjadi motor utama kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It).

    Pada Juni 2026, It naik 2,16% menjadi 168,94, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,67% menjadi 130,05. Perbedaan laju kenaikan kedua indeks inilah yang membuat NTP kembali menguat.

    Subsektor Tanaman Pangan dan Perkebunan Rakyat Tumbuh Positif

    Berdasarkan subsektor, tanaman pangan menjadi sektor dengan kenaikan NTP tertinggi. Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) naik 2,40% dari 107,43 menjadi 110,01.

    Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat juga menunjukkan kinerja positif, meningkat 2,08% menjadi 162,34.

    Kinerja ini memperlihatkan komoditas perkebunan masih menjadi penopang utama ekonomi pertanian di Provinsi Lampung.

    Tiga Subsektor Alami Koreksi, Pemerintah Perlu Perhatikan

    Meskipun terjadi kenaikan secara keseluruhan, beberapa subsektor justru mengalami penurunan. Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) turun 2,23% menjadi 99,28. Subsektor Hortikultura turun 2,34% menjadi 134,45.

    Sementara Nilai Tukar Petani Perikanan (NTNP) terkoreksi 2,91% menjadi 101,15, dipengaruhi melemahnya Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya yang turun lebih dalam hingga 4,17%.

    Hilirisasi Kunci Keberlanjutan Kesejahteraan Petani

    Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, telah lama menyuarakan pentingnya hilirisasi sektor pertanian.

    Saat mengukuhkan pengurus KTNA Lampung, ia menyatakan, “Komoditasnya tumbuh, tetapi petaninya tetap miskin. Ini yang harus kita benahi. Pemerintah tidak boleh hanya menyuruh petani menanam, tetapi harus memastikan petani bisa hidup layak dari hasil tanamannya.”

    Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Lampung harus dimulai dari desa dengan keberpihakan nyata kepada petani.

    Gubernur Mirza meyakini hilirisasi sebagai jawaban. Dalam Musprov VIII Apindo Lampung, ia mengajak dunia usaha memperkuat hilirisasi sektor pertanian agar memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

    “Kalau ekonomi desa tumbuh, daya beli masyarakat meningkat, konsumsi naik, dan pada akhirnya akan menciptakan pasar yang lebih besar bagi dunia usaha,” katanya.

    Pemprov Lampung pun bergerak. Program pupuk organik cair gratis ditargetkan menjangkau satu juta hektare lahan pada 2026 dan diklaim mampu meningkatkan produktivitas hingga 10–15%.

    Fasilitas pengering (dryer) juga disalurkan di tingkat desa agar petani tak lagi menjual hasil panen basah dengan harga murah.

    Kenaikan NTP Juni 2026 adalah kabar baik, namun perjalanan masih panjang. Tiga subsektor yang terkoreksi mengingatkan bahwa kesejahteraan petani tak hanya soal harga komoditas, tetapi juga keberanian melakukan transformasi struktural.

    Hilirisasi, akses pembiayaan, dan teknologi pascapanen adalah keniscayaan agar NTP tak sekadar angka, melainkan cerminan nyata kesejahteraan petani Lampung. (*)
    ——————————————————————-
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #HilirisasiPertanian#LampungMaju#MahendraUtama#NTPLampung#PemerhatiPembangunan#RahmatMirzaniDjausalKesejahteraanPetaniOpiniMahe
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Pendekatan Adat Gubernur Mirza Dorong Investasi dan Ekonomi Lampung

    Related Posts

    Saburai

    Pendekatan Adat Gubernur Mirza Dorong Investasi dan Ekonomi Lampung

    06/07/2026
    Saburai

    Tim Disperindag Lampung Cek Dryer dan Pasar Murah di Suoh

    05/07/2026
    Saburai

    Sarapan Kenyang di Teh Ely Sebelum Gas ke Ambarawa

    04/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online: Panduan Lengkap, Syarat, dan Langkah-Langkahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menilik Jejak Pembangunan Pemprov Lampung: Wajah Baru Suoh Lampung Barat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inflasi Lampung 2,46% di Juni 2026, Harga Emas dan Bensin Jadi Pemicu

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Integrasikan HAM dalam Tata Kelola Pemerintahan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Memahami Arti Jumlah Luk pada Keris: Makna Filosofis di Balik Lekukan Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sarapan Kenyang di Teh Ely Sebelum Gas ke Ambarawa

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version