Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Optimisme Bapenda Lampung yang Semu: Janji Manis di Tengah Rapor Merah PAD

    Optimisme Bapenda Lampung yang Semu: Janji Manis di Tengah Rapor Merah PAD

    by Irjen
    22/01/2026
    in Ekonomi
    Optimisme Bapenda Lampung yang Semu: Janji Manis di Tengah Rapor Merah PAD

    Ilustrasi - Suasana di kantor Bapenda Lampung dengan latar grafik penurunan realisasi pajak. Rendahnya capaian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang hanya 42 persen menjadi sorotan tajam Mahendra Utama sebagai rapor merah kinerja daerah. Foto: Arsip Lappung/I/DBS

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Di saat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung sibuk meniupkan terompet optimisme soal optimalisasi pajak di awal tahun, data di lapangan justru menunjukkan kondisi kas daerah yang sedang terengah-engah.

    Rencana besar optimalisasi 3 sektor pajak utama dinilai hanyalah janji manis yang menutup-nutupi kegagalan kinerja tahunan.

    Baca juga : Kejar Target PAD, Pemprov Lampung Sisir Ulang Data Alat Berat

    Kritik pedas ini dilontarkan oleh Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama.

    Ia menilai narasi yang dibangun Bapenda seolah menutup mata pada fakta bahwa mesin fiskal daerah sedang macet parah.

    “Bagi kita yang rutin membedah angka APBD, narasi optimisme ini lagu lama. Kenyataannya, hasilnya begitu-begitu saja.

    “Ini bukan optimisme, tapi optimisme semu,” ujar Mahendra dalam keterangannya, Kamis, 22 Januari 2026.

    Mahendra membeberkan data yang menurutnya sangat mengkhawatirkan.

    Di penghujung tahun 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung tertahan di angka Rp3,37 triliun, atau hanya 79,95 persen dari target Rp4,22 triliun.

    Sektor Kendaraan

    Sorotan paling tajam diarahkan Mahendra pada sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

    Ia menyebut angka realisasi 42,41 persen bukan sekadar angka merah, melainkan sinyal bahaya bagi kelangsungan pembangunan.

    Baca juga : PDRB Lampung 2025-2030: Optimis Tapi Harus Waspada

    “Bagaimana mungkin instansi pemungut pajak bicara lantang soal target, sementara realisasi sektor utamanya saja tidak sampai setengahnya?

    “Akibatnya fatal, Pemprov terpaksa menunda banyak kewajiban keuangan daerah,” tegasnya.

    Kalah dari Banten

    Mahendra juga menampik alasan klasik soal sulitnya menagih pajak.

    Ia membandingkan Lampung dengan Banten, provinsi tetangga dengan karakteristik demografi serupa, yang mampu mencatatkan realisasi pajak kendaraan di atas 90 persen.

    “Banten mainnya sudah digitalisasi agresif dan layanan responsif. Lampung? Masih terjebak cara lama.

    “Tunggakan dibiarkan menumpuk bertahun-tahun. Kalau begini terus, klaim Provinsi Mandiri itu patut dipertanyakan,” sindirnya.

    Menurutnya, kegagalan ini memicu apa yang disebut dalam Teori Peacock dan Wiseman sebagai ketidakpatuhan masyarakat.

    Warga melakukan protes diam dengan tidak membayar pajak karena tidak merasakan timbal balik layanan publik yang memadai, seperti jalan yang mulus atau fasilitas kesehatan yang layak.

    “Rakyat berhak tahu, ini masalah sistem atau orang yang menjalankan sistem yang tidak kompeten,” tutup Mahendra.

    Baca juga : Kepuasan 83 Persen: Antara Panen Padi dan Utang Infrastruktur Mirza-Jihan

    Tags: #KinerjaAPBD#MahendraUtama#PajakDaerahLampung#TransparansiFiskalLampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Bernilai Rp14,5 Triliun, HGU 85.244 Hektare Sugar Group Companies di Lampung Resmi Dicabut

    Next Post

    Kenangan untuk Nanang Trenggono: Duka dan Doa dari Seorang Aktivis 1998

    Related Posts

    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Beasiswa Desa Wonomarto: BUMDes dan Sumbangan Warga untuk SDM Unggul

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Cocoa Academy Bisa Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dampak Ekonomi Cocoa Academy di Lampung Timur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version