Lappung – Pertumbuhan double digit aset perbankan Lampung cetak rekor baru.
Sektor perbankan di Provinsi Lampung terus menunjukkan kinerja yang positif.
Baca juga : Inflasi Lampung Agustus 2024: Beras dan Rokok Jadi Pendorong Utama
Terbukti, total aset perbankan di Lampung mengalami pertumbuhan yang signifikan pada triwulan II tahun 2024.
Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan di Lampung semakin meningkat.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengungkapkan bahwa total aset perbankan di Lampung saat ini mencapai Rp131,99 triliun.
Angka ini naik sebesar 8,72 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor perbankan di Lampung semakin solid dan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Otto dalam keterangan persnya, Selasa, 10 September 2024.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Juga Meningkat Signifikan
Baca juga : Lampung Incar Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi di 2025
Tidak hanya aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) oleh perbankan di Lampung juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Pada triwulan II tahun 2024, DPK mencapai Rp66,31 triliun, meningkat 6,82 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Peningkatan DPK ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya untuk menitipkan dananya di perbankan.
“Hal ini juga menunjukkan likuiditas perbankan yang semakin baik,” tambah Otto.
Pertumbuhan Double Digit Aset Perbankan Lampung Cetak Rekor Baru
Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan aset dan DPK perbankan di Lampung antara lain:
Peningkatan aktivitas ekonomi:
Pertumbuhan ekonomi yang positif di Lampung mendorong peningkatan permintaan kredit dari masyarakat dan pelaku usaha.
Baca juga : Konsumsi dan Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Lampung
Stabilitas sistem keuangan:
Kondisi sistem keuangan yang stabil memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk bertransaksi di perbankan.
Inovasi produk perbankan:
Perbankan terus berinovasi dalam mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Dukungan pemerintah:
Kebijakan pemerintah yang mendukung sektor perbankan juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan aset perbankan.
Prospek ke Depan
Dengan kinerja yang positif saat ini, OJK optimis bahwa sektor perbankan di Lampung akan terus tumbuh dan berkembang.
Namun, Otto juga mengingatkan agar perbankan tetap waspada terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi, seperti risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko operasional.
“OJK akan terus melakukan pengawasan terhadap sektor perbankan untuk memastikan bahwa perbankan dapat beroperasi dengan sehat dan aman,” tegasnya.
Baca juga : Layanan Publik Lampung Memprihatinkan, Ombudsman Banjir Laporan
