Lappung – Petani hutan Lampung didorong beralih ke pupuk organik.
Petani hutan di Provinsi Lampung kini diajak meninggalkan ketergantungan pada pupuk kimia dan mulai beralih ke metode pertanian organik.
Baca juga : eSTDB, Senjata Baru Petani Lampung Hadapi Aturan Uni Eropa
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Dalam pelatihan yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Lampung pada Selasa-Rabu (21-22 Januari 2025) di Dusun Pujo Makmur, Desa Banjaran, para petani mendapatkan wawasan baru tentang manfaat besar pupuk organik.
Joko Pitoyo, seorang praktisi pertanian organik, tampil sebagai pemateri utama dan mengungkap bahaya penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.
“Pupuk kimia memang instan, tapi efek jangka panjangnya merusak tanah, tanaman, bahkan kesehatan manusia.
“Tanah yang sehat adalah kunci produktivitas tanaman,” tegas Joko, dilansir pada Kamis, 23 Januari 2025.
Pelatihan ini melibatkan petani dari berbagai kelompok seperti Gapoktanhut Pujo Makmur, Serumpun Aya, Alam Pala Lestari, dan KTH Sumber Rezeki.
Baca juga : Bercocok Tanam di Hutan Register 20, Petani Hutan Desa Banjaran Panen Setiap Bulan dari Agroforestri
Peserta diajarkan cara membuat pupuk kompos dari bahan-bahan sederhana seperti kotoran hewan, dedaunan, dan dedak.
Pupuk Organik
Menurut Joko, pupuk organik mampu mengembalikan mikroorganisme di tanah yang sering mati akibat bahan kimia.
“Kompos itu ibarat makanan lengkap untuk tanah. Jika mikroorganisme tanah hidup, tanaman akan lebih kuat melawan hama,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai upaya alami pengendalian hama.
“Kalau ekosistem rusak, hama pasti berkembang pesat.
“Misalnya, tanpa predator alami, tikus akan merajalela. Jadi, kita harus menjaga rantai makanan tetap utuh,” jelas Joko.
Sukses Petani Lokal
Sementara, Parjo, petani hutan asal Desa Maja, Kecamatan Marga Punduh, Pesawaran, berbagi pengalamannya menggunakan pupuk organik selama 1 tahun terakhir.
Hasilnya, produktivitas tanaman hortikultura di lahannya meningkat signifikan.
Baca juga : Ahmad Muzani Dorong Mentan Atasi Krisis Peternakan dan Pertanian Lampung
“Pupuk organik yang saya buat diakui banyak petani lain. Mereka bilang hasilnya luar biasa untuk hortikultura dan agroforestri,” ujar Parjo.
Petani Hutan Lampung Didorong Beralih ke Pupuk Organik
Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, turut mengapresiasi antusiasme petani dalam pelatihan ini.
“Ini adalah bagian dari program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 untuk menjaga keberlanjutan hutan sekaligus meningkatkan produktivitas petani,” ujar Yanyan.
Menurutnya, pendekatan agroforestri yang didukung pupuk organik mampu menjaga keseimbangan lingkungan tanpa mengorbankan hasil panen.
“Kami berharap para petani terus berkomitmen menjaga kelestarian hutan sambil meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambahnya.
Diketahui, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan besar dalam pola pikir dan praktik pertanian petani hutan di Lampung.
Dengan pendekatan ramah lingkungan, harapannya, hutan tetap lestari, dan hasil tani semakin melimpah.
Baca juga : 29 Tahun Berkarya, Mitratani Dua Tujuh Jadi Pelopor Pertanian Berkelanjutan





Lappung Media Network