Lappung.COM – Posko Waspada Bencana Karang Taruna Lampung salurkan 25 ribu logistik dan 150 ribu liter air bersih ke warga terdampak Gunung Anak Krakatau.
Seiring hujan mulai turun dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mereda, Posko Waspada Bencana Karang Taruna Provinsi Lampung resmi ditutup.
Selama 8 hari beroperasi, 12–19 September 2026, posko merampungkan 10 agenda layanan sosial bagi warga terdampak aktivitas vulkanik.
10 Agenda Layanan Sosial di Bakauheni dan Rajabasa
Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan program aksi kemanusiaan tersebar di Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Rajabasa. Kegiatan menjangkau ribuan warga, mulai pelajar, pengguna jalan, pasar rakyat, hingga masyarakat umum.
Menurutnya, rangkaian kegiatan selalu diawali pemeriksaan kesehatan gratis dan penyaluran bantuan logistik berupa masker, susu, biskuit, dan sembako.
Sosialisasi Mitigasi Abu Vulkanik di Sekolah
Guna meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak material vulkanik, sosialisasi mitigasi abu vulkanik digelar di beberapa fasilitas pendidikan. Kegiatan ini disertai pembagian masker, susu, dan biskuit.
25 Ribu Masker, Susu, dan Biskuit Dibagikan
Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung, Deni Ribowo, menambahkan masker, susu, dan biskuit sudah lebih dulu dibagikan sebelum posko dibuka. Jumlahnya mencapai 25 ribu, dengan sasaran pusat pendidikan, pengguna jalan, pasar rakyat, hingga masyarakat umum.
Beberapa pusat pendidikan yang menjadi sasaran adalah SD Negeri Hatta, SMP Negeri Bakauheni, dan SD Negeri 2 Kunjir.
150 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak
Selain penanganan dampak langsung abu vulkanik, kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih menjadi fokus utama layanan. Distribusi air bersih gratis mencapai 150 ribu liter yang diberikan secara bertahap.
Penyaluran air bersih dilakukan antara lain di Desa Hatta, Muara Pilu, Bakauheni, Pematang Macan, Kayu Tabu, dan Kelawi.
Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Desa Hatta
Rangkaian program penanggulangan diakhiri dengan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 16 September di Posko Terpadu Desa Hatta. Kegiatan edukasi ini diikuti ratusan warga setempat.
“Tanggap darurat dan pendampingan yang menyasar masyarakat ini diharapkan dapat menjaga kesehatan serta meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat di kawasan rawan erupsi Gunung Anak Krakatau,” pungkas Deni Ribowo. (*)
——————————————‐———————
* Rilis: Karang Taruna Provinsi Lampung.





Lappung Media Network