Lappung – Rahmat Mirzani Djausal meminta seluruh cabang olahraga (cabor) fokus Pra-PON sebagai kunci Lampung Berjaya.
Wakil Ketua Umum II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meminta seluruh cabor fokus Pra-PON.
Baca juga : Kejati Diminta Hentikan Perkara Kasus KONI Lampung
Pernyataan ini dikeluarkan setelah rapat yang diadakan oleh KONI Provinsi Lampung bersama seluruh pengurus cabor di daerah tersebut.
Dalam rapat tersebut, KONI menekankan pentingnya persiapan yang matang agar cabor bisa bersaing secara kompetitif pada Pra-PON.
Menurutnya, persiapan yang matang dan fokus pada Pra-PON sangat penting mengingat tingginya tingkat persaingan dalam ajang tersebut.
“Pra-PON adalah ajang yang sangat penting bagi para atlet dan juga bagi daerah kita,” kata Mirza, sapaan akrabnya, Sabtu, 8 April 2023.
“Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan baik agar bisa bersaing secara kompetitif dengan daerah lain,” ujar dia lagi.
Guna menuju Lampung Berjaya, lanjut Mirza, persiapan yang matang tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga pada psikologis dan mental.
“Kita harus membantu mereka untuk membangun kepercayaan diri dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai,” tambahnya.
Mirza menjelaskan, dalam persiapan menghadapi PON Aceh-Sumut 2024, pihaknya telah melakukan pembaruan data di KONI.
Baca juga : Terlibat Kasus Pengrusakan, Polda Lampung Tahan Ketua KONI Pesawaran
Hal itu, sebagai persiapan menghadapi Pra-PON, baik melalui Kejurnas maupun Porwil tahun 2023 mendatang.
Rahmat Mirzani Djausal meminta seluruh cabang olahraga fokus Pra-PON sebagai kunci Lampung Berjaya
“Targetnya adalah meloloskan atlet sebanyak mungkin ke PON 2024,” harap dia.
Persoalan Hukum di Tubuh KONI Provinsi Lampung
Mirza menekankan, pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam cabang olahraga.
Baca juga : Kasus Pembebasan Lahan Tugu Rato Tubaba, Polda Lampung Tetapkan 2 Tersangka
Ia mengaku, banyak permasalahan muncul dari dalam tubuh sejumlah cabor.
Mulai dari kurangnya latihan karena pandemi Covid-19, hingga tersangkut ke dalam permasalahan hukum di kepengurusan sebelumnya.
“Takut dengan hukum itu harus, tapi lebih baik bagaimana agar tidak terlibat dengan hukum,” jelas Mirza.
Sebagai langkah awal mencegah terjadinya masalah hukum, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh cabor
Evaluasi ini, lanjutnya, akan dilakukan secara teratur untuk memastikan bahwa cabor tersebut mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku.
“Hal ini untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap kegiatan olahraga yang dilakukan,” jelas Mirza.
Untuk itu, KONI Lampung saat ini akan berusaha sekuat tenaga, agar tidak ada lagi pemanggilan terkait persoalan hukum.
“Tak lain agar cabor, atlet termasuk KONI, bisa fokus dalam melakukan pembinaan menuju Lampung Berjaya,” tandasnya.
Baca juga : Karang Taruna Pesawaran Dukung Pesisir Barat Tuan Rumah BBKT
