Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » PTPN di Era Danantara

    PTPN di Era Danantara

    by Irzon Dwi Darma
    18/08/2025
    in Ekonomi
    PTPN di Era Danantara

    Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Lanskap korporasi BUMN, khususnya PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dinilai akan mengalami perubahan fundamental dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 dan terbentuknya Badan Pengelola Investasi Danantara.

    Perubahan ini disebut akan menggeser PTPN dari entitas birokratis menjadi korporasi modern yang lincah.

    Baca juga : BPI Danantara Resmi Larang Komisaris BUMN Terima Tantiem dan Insentif Kinerja

    Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh, Mahendra Utama, menyatakan bahwa transformasi ini merupakan babak baru yang sangat menentukan arah masa depan PTPN.

    Menurutnya, PTPN akan lepas dari sejumlah kendala klasik yang selama ini menghambat pertumbuhannya.

    “Selama ini, PTPN berada langsung di bawah kendali Kementerian BUMN, di mana dividen masuk ke kas negara sebagai bagian dari APBN.

    “Pola ini sering kali menimbulkan dilema antara logika bisnis dan kepentingan fiskal,” ujar Mahendra, Senin, 18 Agustus 2025.

    Ia menjelaskan, banyak rencana strategis seperti modernisasi kebun atau hilirisasi komoditas menjadi terhambat karena keterikatan pada birokrasi dan status direksi sebagai penyelenggara negara.

    Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria

    Fokus Investasi, Bukan Setoran APBN

    Dengan PTPN yang kini menjadi bagian dari holding operasional di bawah Danantara, Mahendra memaparkan beberapa konsekuensi langsung yang akan terjadi.

    “Ini adalah reposisi strategis. PTPN tidak lagi berhubungan langsung dengan APBN,” tegasnya.

    Ia merinci 3 perubahan utama:

    1. Dividen Dikelola Danantara: Laba perusahaan tidak otomatis masuk ke kas negara, tetapi akan dikelola oleh Danantara untuk diinvestasikan kembali pada proyek-proyek yang produktif.
    2. Manajemen Profesional Murni: Status hukum PTPN menjadi lebih privat. Direksi dan komisarisnya tidak lagi diperlakukan sebagai penyelenggara negara, melainkan murni profesional korporasi.
    3. Ruang Gerak Lebih Luas: Keputusan bisnis akan diambil berdasarkan pertimbangan korporatif yang cepat dan fleksibel, bukan lagi atas instruksi birokratis.

    Baca juga : Rekening Dormant: Cermin Literasi Keuangan dan Integritas Sistem Perbankan

    “Perubahan ini menempatkan PTPN lebih dekat pada model korporasi global yang ditopang oleh sovereign wealth fund,” tambah Mahendra.

    Peluang Emas di Sektor Pangan dan Energi

    Mahendra melihat kerangka kerja baru ini membuka peluang emas bagi PTPN untuk berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

    Menurutnya, PTPN dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan dan energi hijau.

    “Komoditas seperti gula, sawit, kopi, dan tebu berpotensi dikembangkan secara modern dengan dukungan pendanaan dari Danantara.

    “Agenda hilirisasi seperti proyek refinery sawit, ethanol berbasis tebu, hingga produk teh premium bisa lebih agresif dieksekusi,” jelasnya.

    Selain itu, ia meyakini PTPN dapat memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah dengan bermitra secara lebih inovatif dengan para petani rakyat.

    Waspadai Risiko Tata Kelola

    Meski begitu, Mahendra mengingatkan bahwa transformasi besar ini bukan tanpa risiko.

    Ia menyoroti potensi melemahnya pengawasan publik seiring dengan pergeseran status PTPN yang tidak lagi sepenuhnya dipandang sebagai “milik negara” secara langsung.

    “Potensi moral hazard tetap ada jika tata kelola tidak dijaga dengan ketat.

    “Karena itu, kunci utama keberhasilannya ada pada transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.

    Ia menyimpulkan bahwa jika tata kelola dijalankan secara konsisten, PTPN berpotensi menjadi ikon investasi nasional yang membanggakan.

    “Tugas kita bersama adalah memastikan perubahan ini tidak menjauhkan PTPN dari rakyat, melainkan semakin mendekatkannya pada tujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat daerah,” pungkasnya.

    Baca juga : Seratus Hari Cahaya Nusantara

    Tags: APBNBUMNDanantaraDividen BUMNHilirisasiInvestasi BUMNKetahanan PanganKorporasi BUMNMahendra UtamaMitratani Dua TujuhPerkebunanPTPNSawitTata Kelola PerusahaanTransformasi BUMNUU BUMN
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Merdeka! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

    Next Post

    Berawal dari Aksi Panjat Tiang Bendera, Raihan Kini Gowes Sepeda Baru dari Gubernur Lampung

    Related Posts

    Ekonomi

    9 Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online: Panduan Lengkap, Syarat, dan Langkah-Langkahnya

    01/07/2026
    Ekonomi

    Fahri Hamzah: Baku Beri Alarm atas Krisis Perumahan Nasional

    06/06/2026
    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kunjungan Wamenperin ke Lampung: Momentum Lahirnya Klaster Industri Pangan Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kecubung dan Ganja: Obat Penenang yang Berbeda Nasib Hukum

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dewan Kawasan Industri Nasional: Terobosan Akselerasi Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mudahnya ke Bandung! Penerbangan Langsung Lampung-Bandung Wings Air Kembali Hadir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menatap Masa Depan Lampung Barat: Menggali Potensi Geothermal dan Pariwisata Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Memaksimalkan Pelabuhan Panjang Sebagai Hub Ekspor-Impor Global Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version