Lappung – Usai terima motor dinas baru, ratusan lurah di Kota Bandarlampung gelar aksi konvoi.
Aksi konvoi ratusan lurah di Kota Bandarlampung dengan menggunakan motor operasional yang baru mereka terima dari wali kota telah menjadi viral di media sosial.
Baca juga : Indikasi Pemalsuan PPDB Bandarlampung, Eva Dwiana: Jangan Macam-macam!
Diketahui aksi konvoi tersebut berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2023 pagi.
Ratusan lurah dari berbagai kelurahan di Kota Bandarlampung itu berkumpul untuk merayakan penerimaan motor operasional yang merupakan pemberian dari wali kota.
Mereka memutuskan untuk mengadakan konvoi dengan mengendarai motor-motor baru tersebut, melintasi beberapa jalan protokol di Bandarlampung.
Belum diketahui siapa yang menginisiasi kegiatan tersebut, namun video dan foto-foto konvoi para lurah dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial.
Tak pelak aksi lurah di Bandarlampung itu menimbulkan beragam reaksi dari netizen.
Beberapa netizen yang mendukung aksi konvoi tersebut, berpendapat bahwa hal ini adalah cara yang baik untuk memperlihatkan semangat dan persatuan di antara para lurah.
Baca juga : Pandawara: Pantai Terburuk dan Terkotor Ada di Bandarlampung
Mereka menilai bahwa konvoi merupakan wujud apresiasi dan kebanggaan atas pemberian motor operasional dari wali kota kepada para lurah.
Di sisi lain, sebagian netizen menyampaikan kekhawatiran mereka terkait penggunaan sumber daya publik yang dianggap kurang efisien.
Mereka menyoroti bahwa motor operasional yang diberikan oleh wali kota seharusnya digunakan secara bijaksana untuk kepentingan masyarakat.
Seperti peningkatan infrastruktur atau pengembangan program sosial yang lebih luas.
Menanggapi viralnya aksi konvoi lurah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Mahasiswa Bongkar Korupsi (Gembok) Lampung, ikut bersuara.
Ketua LSM Gembok Lampung, Andre Setiawan, menyatakan keprihatinannya terhadap aksi konvoi para lurah.
“Kami menghormati dan mengakui pentingnya peran seorang lurah dalam memberikan pelayanan publik,” kata Andre, Selasa, 18 Juli 2023.
“Namun, penggunaan motor operasional dalam sebuah konvoi besar-besaran terlihat tidak tepat,” tambahnya.
Baca juga : Tragedi Lift Jatuh, 7 Pekerja Bangunan Sekolah Az Zahra Bandarlampung Tewas
Menurutnya, aset publik yang diberikan oleh wali kota seharusnya digunakan secara efisien dan bertanggung jawab sesuai dengan kepentingan masyarakat mendesak.
Andre juga menyoroti dampaknya terhadap penggunaan sumber daya publik yang seharusnya lebih bijaksana.
“Banyak masalah yang perlu diselesaikan, infrastruktur yang membutuhkan perbaikan, pelayanan kesehatan dan upaya peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
“Penggunaan sumber daya publik untuk konvoi tidak mencerminkan prioritas yang tepat,” tambahnya lagi.
Meskipun demikian, dirinya tetap menekankan pentingnya transparansi dan pertanggungjawaban dalam penggunaan sumber daya publik.
Ia mendorong Pemkot Bandarlampung untuk mengevaluasi kebijakan penggunaan motor operasional oleh lurah.
Dan memastikan bahwa aset publik tersebut digunakan secara efisien sesuai dengan kepentingan masyarakat
Andre juga mengajak masyarakat untuk tetap berperan aktif dalam mengawasi dan memberikan masukan terhadap tindakan pemerintah.
Dalam hal ini, pihaknya berharap adanya dialog yang terbuka antara pemerintah, lurah, dan masyarakat.
“Hal itu guna memastikan penggunaan sumber daya publik yang bijaksana dan sesuai dengan kepentingan bersama,” tandasnya.
Asyik! motor dinas baru, ratusan lurah di Bandarlampung gelar aksi konvoi
Sebelumnya, 126 unit motor Yamaha Lexi dibagikan Pemkot Bandarlampung ke kelurahan.
Pemerintah Kota Bandarlampung ingin mendukung mobilitas kerja, dengan tujuan untuk menjangkau warga di area permukiman padat.
Total sebanyak 126 unit sepeda motor diberikan kepada masing-masing kelurahan di Bandar Lampung.
Alokasi untuk fasilitas kerja ini memakai anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2023, dengan besaran sekitar Rp3,4 miliar.
Baca juga : Konvoi Cari Lawan Bawa Sajam, 12 Remaja di Bandarlampung Diciduk Polisi





Lappung Media Network