Lappung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggencarkan upaya pencegahan pernikahan anak dengan memperluas sosialisasi ke 15 kabupaten/kota.
Langkah strategis tersebut diambil untuk menekan dampak negatif pernikahan dini yang dinilai mengancam kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Baca juga : Integrasi Data Lintas Sektor Pemprov Lampung Harus Sukses
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Hanita Farial, menegaskan bahwa edukasi ini krusial.
Menurutnya, anak yang menikah dini belum siap secara fisik maupun mental untuk membangun rumah tangga.
“Pemerintah daerah terus berupaya mencegah ini terjadi. Pernikahan anak akan berdampak negatif bagi kehidupan mereka,” ujar Hanita, dikutip pada Selasa, 4 November 2025.
Hanita merinci, salah satu risiko terbesar pernikahan anak adalah lahirnya keturunan yang berisiko stunting.
Hal ini terjadi karena calon ibu secara fisik dan mental belum siap untuk menjadi orang tua.
Selain stunting, ia menyoroti masalah kesiapan organ reproduksi.
Kesiapan mental dan fisik yang belum matang dapat berakibat fatal, termasuk gangguan kesehatan lain hingga meningkatkan risiko kematian pada ibu saat melahirkan.
Baca juga : Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen, Pemprov Lampung Satu Suara dengan Pusat Kendalikan Inflasi
“Dari sisi reproduksi, sang anak belum siap. Ini bisa berakibat kepada gangguan kesehatan lainnya bagi ibu, salah satu risikonya adalah kematian,” tegasnya.
Untuk memaksimalkan upaya pencegahan, Dinas PPPA tidak bergerak sendiri.
Hanita menjelaskan, pihaknya telah menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) yang memiliki kewenangan langsung dalam administrasi pernikahan.
“Kerjasama dengan KUA akan mempermudah pemilahan calon pengantin sesuai aturan usia legal yang dibolehkan untuk menikah,” jelas Hanita.
Lebih lanjut, sosialisasi akan digencarkan di titik-titik strategis yang bersentuhan langsung dengan remaja dan keluarga.
“Sosialisasi akan menyasar sekolah-sekolah, lalu posyandu, dan di berbagai kegiatan. Sebab, generasi yang sehat berasal dari ibu yang sehat dan siap secara mental serta fisik,” pungkasnya.
Baca juga : Genjot Konektivitas, Pemprov Lampung Kejar Tayang Proyek 21 Jembatan
