Fransisca Fitri, Direktur YAPPIKA-ActionAid, menyatakan, pembelajaran yang baik akan tercipta ketika infrastruktur, baik bangunan maupun sarana prasarana, memadai.
“Kita mengetahui bahwa ada standar pelayanan minimal dalam penyelenggaraan layanan pendidikan.
“Maka, mendapatkan pendidikan yang berkualitas merupakan hak setiap anak yang wajib dipenuhi pemerintah,” ungkap dia.
SDN Oelii 2 Kini Layak tapi Pemerintah Jangan Abai
Namun, Fransisca Fitri juga menekankan bahwa perhatian pemerintah tetap sangat dibutuhkan, karena kualitas pendidikan tak hanya bergantung pada infrastruktur saja.
Baca juga : Anak Stres Karena Sering Dimarahi Orang Tua. Kenali Dampak dan Cirinya
Ketersediaan air, lingkungan yang sehat, literasi budaya, dan faktor lainnya juga memiliki peran penting dalam membentuk pendidikan yang berkualitas.
Vinsen Bureni, Direktur Bengkel APPeK, menyoroti pendekatan partisipatif dalam pembangunan SDN Oelii 2.
Proses pembongkaran gedung rusak di awal pembangunan dilakukan dengan swadaya oleh komunitas sekolah.
“Ini adalah contoh nyata kepedulian dan rasa kemanusiaan dalam meningkatkan kondisi pendidikan di SDN Oelii 2,” jelas Vinsen.
Bupati Kupang, Korinus Masneno, juga turut memberikan pandangan terkait isu pendidikan.
“Memang butuh partisipasi banyak pihak, baik masyarakat maupun pihak swasta seperti YAPPIKA-ActionAid dan Bengkel APPeK.
“Karena anggaran Kabupaten Kupang berdasarkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selalu ada keterbatasan,” katanya.
Meskipun alokasi anggaran pendidikan sudah mencapai 20 persen, masih banyak sekolah yang harus mengandalkan guru honor komite.
“Kebutuhan untuk pembiayaan infrastruktur pun sangat terbatas, yang akhirnya menimbulkan ketimpangan dalam pendidikan,” tandasnya.
Sementara pembangunan infrastruktur pendidikan telah mengalami perkembangan positif di SDN Oelii 2.
Pesan utama yang harus diambil adalah perlunya komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Tidak hanya dalam hal fasilitas fisik, tetapi juga dalam aspek-aspek lain yang turut menentukan masa depan generasi muda.
Baca juga : Ombudsman Lampung: Pantau Sumbangan Pendidikan




Lappung Media Network