Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Selayar Rasa di Empat Perhentian, Karya: Mahendra Utama 

    Selayar Rasa di Empat Perhentian, Karya: Mahendra Utama 

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    30/12/2025
    in Gaya Hidup
    Selayar Rasa di Empat Perhentian, Karya: Mahendra Utama 

    Merangkum jejak tahun 2025 dalam satu helaan syukur. Di antara hiruk pikuk kota dan ketenangan alam, iman adalah kompas yang selalu menuntun arah pulang. Visualisasi puitis dari karya Mahendra Utama, 'Selayar Rasa di Empat Perhentian'. Foto: Arsip Lappung/I

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Puisi ini merupakan sebuah kontemplasi spiritual dan refleksi perjalanan hidup sepanjang tahun 2025 yang dilalui penulis di 4 kota berbeda, Bandarlampung, Medan, Jakarta, dan Jember.

    Setiap kota digambarkan bukan sekadar lokasi fisik, melainkan sebagai ruang kelas yang memberikan pelajaran hidup yang unik.

    Baca juga : Di Bawah Langit Merah Kemakmuran, Karya: Mahendra Utama

    Bandarlampung mengajarkan keikhlasan pasang-surut kehidupan, Medan memberikan keberanian dan kehangatan kekeluargaan, Jakarta mengajarkan ketangguhan dan syukur di tengah hiruk-pikuk, sementara Jember menawarkan ketenangan dan keyakinan akan rezeki.

    Penulis merangkum pengalaman dari Lautan, Kebun, Batu, dan Sawah ini sebagai warna-warni yang membentuk kedewasaan emosionalnya.

    Lebih dalam lagi, puisi ini menekankan tema ketauhidan dan rasa syukur yang mendalam.

    Tahun 2025 diibaratkan sebagai sebuah madrasah (sekolah) kehidupan di mana kesehatan adalah bahtera dan Islam adalah penunjuk arahnya.

    Meskipun penulis berpindah-pindah tempat secara fisik, ia menyadari satu hal yang konstan dan tidak pernah berubah, keberadaan Tuhan (Ya Rahman).

    Puisi ini ditutup dengan penyerahan diri yang total, mengakui bahwa sejauh apa pun kaki melangkah, Tuhan adalah satu-satunya tempat untuk bersimpuh dan tujuan akhir dari segala kepulangan.

    Baca juga : Doa untuk Tanah Rencong dan Serambi Melayu, Karya: Mahendra Utama

    SELAYAR RASA DI EMPAT PERHENTIAN

    Karya: Mahendra Utama

     

    2025, lembaran yang hampir terlipat rapi,

    di sudut-sudutnya melekat debu dan doa,

    tercampur wangi kopi dan asap doa dari Bandar Lampung,

    di mana riak Teluknya mengajarku arti pasang-surut keikhlasan.

     

    Medan, kau simpan cerita dalam dentang malam,

    di sela-sela tajam durian dan manisnya sanak,

    suara azan dari Masjid Raya menggumpal menjadi keberanian,

    menyelinap di keramaian, mengingatkan: “Di manapun, Kembalilah.”

     

    Lalu Jakarta, pengaduk rasa yang garang dan gemuruh,

    di atas jembatan penyeberangan, di bawah kereta yang berlarut,

    di sini syukur berbentuk napas panjang di tengah macet,

    dan senyum kecil saat hujan membersihkan langit yang kelam.

     

    Dan Jember… ah, Jember yang diam-diam memeluk,

    dengan hamparan tembakaunya yang merunduk-runduk,

    di sini waktu berjalan seperti aliran kali yang jernih,

    mengingatkanku bahwa rezeki terhampar di setiap keteduhan.

     

    2025, kau adalah madrasah dengan empat ruang kelas:

    Lautan, Kebun, Batu, dan Sawah.

    Di tiap pelabuhan rasa ini, iman berlabuh,

    kesehatan menjadi kapal, dan Islam adalah jalur bintangnya.

     

    Kini, sebelum fajar 2026 menyingsing,

    kukumpulkan semua warna dari empat perhentian ini:

    biru Lampung, cokelat Medan, kelam Jakarta, hijau Jember,

    menjadi satu pelangi syukur di langit dada.

     

    Terima kasih, Ya Rahman, untuk detik-detik yang Kaurentang,

    untuk hari-hari yang dirajut dari benang ujian dan anugerah.

    Di tengah pindah-pindah kota, satu yang tak pernah bergeser:

    Engkau, tempat semua rasa bersimpuh, dan pulang.

    Baca juga : PTPN I Buktikan Komitmen GCG di Tengah Badai Kasus Korupsi Aset Regional 1

    Tags: Berita SastraHarapan 2026Jurnalistik SastraKarya Sastra Mahendra UtamaMahendra UtamaPuisi KehidupanPuisi ReligiPuisi Tentang KotaRefleksi 2025Sastra Koran
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Target 2026, PAN Bandarlampung Bidik Kursi Wali Kota

    Next Post

    Rapor 2025 Polres Waykanan: Laka Lantas Anjlok, Kasus Narkoba Justru Melonjak Tajam

    Related Posts

    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta
    Gaya Hidup

    Inilah 6 Perbedaan BPJS dan Asuransi Swasta yang Wajib Anda Tahu!

    28/05/2026
    Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
    Gaya Hidup

    Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

    26/05/2026
    10 Cara Menurunkan Berat Badan Alami dan Sehat
    Gaya Hidup

    10 Cara Menurunkan Berat Badan Alami dan Sehat dalam 30 Hari: Terbukti Efektif!

    25/05/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Beasiswa Desa Wonomarto

      Beasiswa Desa Wonomarto: BUMDes dan Sumbangan Warga untuk SDM Unggul

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Cocoa Academy Bisa Jadi Solusi Cerdas Kakao Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 10 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli: Murah dan Tahan Lama!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Jerat ke Kehidupan: Kisah Penyelamatan dan Peran Pemprov Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ulasan Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Fondasi Membentuk Generasi Cerdas dan Mandiri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dampak Ekonomi Cocoa Academy di Lampung Timur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved