Lappung – Survei CSIS menyebut pasangan AMIN dan Prabowo-Gibran bersaing di 3 wilayah.
Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan persaingan ketat antara 2 pasangan capres-cawapres.
Baca juga : 56 Persen Lampung Prabowo-Gibran
Persaingan itu ada di wilayah Sumatera dan Jakarta-Banten menjelang pemilihan presiden Indonesia.
Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar merupakan 2 dari 3 pasangan yang bersaing di panggung politik nasional.
Menurut survei CSIS, di wilayah Sumatera, elektabilitas Anies-Muhaimin berada di angka 34,4 persen, sementara Prabowo-Gibran unggul dengan 36,5 persen.
Di Jakarta-Banten, kedua pasangan ini memiliki elektabilitas yang sama, yaitu 35,2 persen, namun Prabowo-Gibran lebih sering memenangi wilayah tersebut.
Prabowo-Gibran juga unggul di beberapa wilayah lainnya termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi-Gorontalo, dan Maluku-Papua.
Di sisi lain, pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD hanya mendominasi di wilayah Jawa Tengah-Yogyakarta.
Baca juga : Gerindra Kuasai Puncak Elektabilitas. PSI Curi Perhatian
Dalam survei ini, proporsi responden bervariasi di setiap wilayah.
Sumatera menyumbang 21,9 persen dari jumlah total responden, diikuti oleh wilayah lain seperti Jawa Barat (17,7 persen), Jawa Tengah-Yogyakarta (15,4 persen), dan seterusnya.
“Kalau kita breakdown berdasarkan zona, memang menunjukkan di wilayah Sumatera itu pasangan 01 dan 02 masih bersaing ketat,” kata Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes, Kamis, 28 Desember 2023.
Secara keseluruhan, Prabowo-Gibran memimpin dengan elektabilitas 43,7 persen.
Anies-Muhaimin berada di posisi kedua dengan 26,1 persen, diikuti oleh Ganjar-Mahfud dengan 19,4 persen.
Baca juga : Antara Prabowo-Gibran dan Pemilih Bimbang
Terdapat 6,4 persen responden yang belum menentukan pilihan, dan 4,5 persen tidak menjawab.
Sekadar informasi survei CSIS dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 18 Desember 2023 dengan sampel sebanyak 1.300 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,7 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Penarikan sampel mempertimbangkan proporsi jumlah pemilih, jenis kelamin, serta kategori daerah urban dan rural, dengan primary sampling unit (PSU) berada pada level desa atau kelurahan.
Hasil survei ini menggambarkan peta persaingan politik yang ketat di beberapa wilayah kunci Indonesia menjelang pemilihan presiden.
Dinamika politik yang terus berubah dan preferensi pemilih yang beragam di berbagai wilayah menjadi aspek penting dalam menentukan arah pemilihan nanti.
Baca juga : Survei CPCS: Gerindra Naik PDIP Stagnan





Lappung Media Network